SwaraWarta.co.id – Apa sebutan untuk suit di negara Jepang? Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana masyarakat di Negeri Sakura menentukan pilihan secara cepat dan adil?
Jika di Indonesia kita mengenal “Pingsut” atau “Suit”, maka Jepang memiliki tradisi serupa yang mendunia. Namun, apa sebutan untuk suit di negara Jepang? Jawabannya adalah Jan-ken-pon.
Meskipun terlihat sederhana, Jan-ken-pon adalah bagian integral dari budaya sosial di Jepang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mari kita bedah lebih dalam mengenai keunikan suit ala Jepang ini.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Simbol dalam Jan-Ken-Pon
Sama seperti versi internasional “Rock Paper Scissors”, Jan-ken-pon menggunakan tiga simbol tangan utama:
- Guu (Batu): Tangan mengepal.
- Choki (Gunting): Jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V.
- Paa (Kertas): Telapak tangan terbuka lebar.
Aturan dan Ritual Unik
Di Jepang, suit bukan sekadar mengeluarkan tangan secara bersamaan. Ada ritme dan seruan yang harus diikuti agar permainan dianggap sah:
- Aiko Desho! Jika kedua pemain mengeluarkan simbol yang sama (seri), mereka akan segera berteriak “Aiko desho!” (Tampaknya serupa!) sambil mengeluarkan simbol baru tanpa jeda. Hal ini terus dilakukan sampai ditemukan pemenangnya.
- Saisho wa Guu! Sebelum memulai, pemain biasanya berteriak “Saisho wa guu!” yang berarti “Dimulai dari batu!”. Ini berfungsi untuk menyamakan ritme sebelum tangan benar-benar diadu pada hitungan ketiga.
Mengapa Jan-Ken-Pon Sangat Populer?
Di Jepang, Jan-ken-pon sering digunakan sebagai solusi “final” untuk mengambil keputusan kecil, seperti siapa yang harus membayar kopi, siapa yang membuang sampah, hingga urutan tampil dalam sebuah acara.
Bahkan, grup idola ternama seperti AKB48 pernah mengadakan turnamen Jan-ken-pon raksasa di stadion hanya untuk menentukan posisi center dalam single terbaru mereka. Ini membuktikan bahwa suit di Jepang memiliki nilai hiburan dan urgensi yang tinggi.
Jadi, jika seseorang bertanya apa sebutan untuk suit di negara Jepang, Anda bisa menjawab dengan percaya diri: Jan-ken-pon. Ini bukan sekadar permainan tangan, melainkan cara orang Jepang menjaga harmoni dan keadilan dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

















