SwaraWarta.co.id – Apa pendapat kalian dengan adanya MBG untuk lansia? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi topik hangat di tengah masyarakat.
Bukan hanya menyasar anak sekolah, perluasan program ini kepada kelompok lanjut usia (lansia) memicu diskusi panjang.
Lantas, bagaimana kita seharusnya menyikapi kebijakan ini? Mari kita bedah lebih dalam.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Pentingnya Nutrisi bagi Kelompok Rentan
Lansia merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan kronis seperti hipertensi, diabetes, hingga malnutrisi. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi menurun, sementara akses terhadap makanan sehat seringkali terhambat oleh faktor ekonomi maupun keterbatasan fisik.
Apa pendapat kalian dengan adanya MBG untuk lansia? Secara garis besar, inisiatif ini merupakan langkah progresif dalam memanusiakan orang tua. Program ini bukan sekadar memberikan “nasi kotak”, melainkan upaya intervensi kesehatan melalui pola makan yang terukur.
Apakah Kalian Setuju atau Tidak?
Secara objektif, mayoritas pengamat sosial dan praktisi kesehatan memberikan lampu hijau atau setuju dengan kebijakan ini. Namun, persetujuan ini tentu disertai dengan catatan kritis mengenai implementasi di lapangan.
Alasan Mengapa Kita Harus Setuju:
- Peningkatan Angka Harapan Hidup: Nutrisi yang tepat dapat menekan risiko penyakit komplikasi, yang secara otomatis meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup lansia di Indonesia.
- Jaring Pengaman Sosial: Bagi lansia yang hidup sebatang kara atau dari keluarga kurang mampu, program ini meringankan beban ekonomi yang signifikan.
- Investasi Kesehatan Jangka Panjang: Dengan lansia yang lebih sehat, beban negara pada fasilitas kesehatan (seperti BPJS) dapat ditekan karena berkurangnya kasus malnutrisi akut.
Tantangan yang Harus Diperhatikan
Meskipun tujuannya mulia, kita tetap harus bersikap kritis terhadap mekanisme distribusi. Lansia memiliki kebutuhan diet yang berbeda-beda. Misalnya, lansia dengan riwayat ginjal tidak boleh mengonsumsi protein berlebih, sementara penderita diabetes harus membatasi karbohidrat sederhana.
Oleh karena itu, keberhasilan MBG untuk lansia sangat bergantung pada:
- Pendataan yang Akurat: Agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
- Menu yang Terpersonalisasi: Melibatkan ahli gizi untuk menyusun menu sesuai kondisi kesehatan umum lansia.
Secara keseluruhan, program MBG untuk lansia adalah langkah kemanusiaan yang patut didukung. Selama dikelola dengan transparan, tepat sasaran, dan memperhatikan standar gizi medis, program ini akan menjadi tonggak penting dalam kesejahteraan sosial.

















