SwaraWarta.co.id – Sekolah seharusnya menjadi “rumah kedua” di mana anak-anak merasa aman untuk bereksplorasi dan belajar.
Namun, realitanya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan fisik maupun verbal masih sering terjadi.
Lantas, apa saran kamu agar sekolah bebas dari kekerasan? Menghapus budaya kekerasan memerlukan kerja sama sistemik antara guru, orang tua, dan siswa itu sendiri.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah beberapa langkah strategis yang bisa diterapkan:
Membangun Kurikulum Berbasis Empati
Pendidikan bukan hanya soal angka di atas kertas. Sekolah perlu mengintegrasikan kecerdasan emosional dalam kurikulum. Mengajarkan siswa cara mengenali emosi, berempati, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan adalah fondasi utama. Jika siswa memahami dampak psikologis dari tindakan mereka, kecenderungan untuk menyakiti sesama akan berkurang.
Pengawasan yang Proaktif, Bukan Reaktif
Banyak kasus kekerasan terjadi di “area abu-abu” seperti kantin, belakang sekolah, atau toilet saat jam istirahat. Saran terbaik adalah meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan tersebut. Selain itu, sekolah harus memiliki sistem pelaporan anonim. Seringkali, saksi atau korban takut melapor karena ancaman. Dengan kanal pengaduan yang aman, sekolah bisa bertindak sebelum masalah membesar.
Kebijakan “Zero Tolerance” yang Konsisten
Sekolah harus memiliki aturan yang tegas dan jelas. Tanpa pandang bulu, setiap tindakan kekerasan harus mendapatkan konsekuensi yang mendidik. Namun, penting untuk diingat bahwa tujuannya adalah rehabilitasi, bukan sekadar menghukum. Pelaku juga perlu dibina agar memahami kesalahannya, sementara korban mendapatkan pendampingan psikologis yang intensif.
Melibatkan Orang Tua secara Aktif
Lingkungan rumah sangat memengaruhi perilaku anak di sekolah. Sinergi antara guru dan orang tua sangat krusial. Pertemuan rutin yang membahas perkembangan karakter anak bukan sekadar nilai akademik dapat membantu mendeteksi dini jika ada perubahan perilaku pada anak yang mengarah pada tindakan agresif atau tanda-tanda depresi karena menjadi korban.
Menciptakan sekolah yang nyaman adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dengan memadukan pendidikan karakter, pengawasan ketat, dan transparansi laporan, kita bisa memutus mata rantai kekerasan di sekolah.
Jadi, ketika ditanya apa saran kamu agar sekolah bebas dari kekerasan? Jawabannya dimulai dari kepedulian kita untuk tidak membiarkan sekecil apa pun tindakan intimidasi terjadi di depan mata.

















