Mitos 20 Tahun Bupati Ponorogo Tak Pernah Dua Periode, Mampukah Sugiri Sancoko Mematahkannya?

- Redaksi

Wednesday, 27 November 2024 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Pilkada di Kabupaten Ponorogo selalu menyisakan cerita menarik. Salah satu mitos yang sering dibicarakan adalah tidak adanya bupati Ponorogo yang mampu menjabat selama dua periode berturut-turut dalam 20 tahun terakhir.

Namun, akankah Sugiri Sancoko mampu mematahkan mitos ini pada Pilkada 2024?Sebenarnya, ada satu bupati yang berhasil mematahkan mitos ini sebelumnya, yaitu M. Markum Singodimedjo.

Beliau menjabat selama dua periode, dari 1994 hingga 2004. Markum Singodimedjo adalah salah satu politikus senior Ponorogo yang karirnya tetap cemerlang setelah menjabat sebagai bupati.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bahkan menjadi anggota DPR RI selama dua periode, dari 2004 hingga 2014.Namun, setelah masa kepemimpinan Markum, tidak ada bupati Ponorogo yang mampu menjabat dua periode berturut-turut.

Baca Juga :  Korban Longsor Pekalongan Kembali Bertambah, Total 25

Muhadi Suyono, yang menjabat pada 2005-2010, kalah saat mencalonkan diri kembali.Amin, bupati periode 2010-2015, juga gagal saat mencoba melanjutkan ke periode kedua.

Ipong Muchlissoni, yang memimpin pada 2016-2021, mengalami nasib serupa.Kini, di Pilkada 2024, Sugiri Sancoko berpeluang menjadi bupati pertama setelah Markum yang mampu menjabat dua periode berturut-turut. Berdasarkan survei, peluang Sugiri cukup terbuka.

Namun, tentu perjalanan ini tidak mudah, mengingat sejarah panjang mitos yang ada.

Selain mitos dua periode, ada juga mitos lain yang tak kalah menarik, yaitu pergantian bupati berdasarkan wilayah asal: etan kali (timur sungai) dan kulon kali (barat sungai).

Misalnya

  1. Muhadi (2005-2010) berasal dari Mangkujayan (etan kali).
  2. Amin (2010-2015) berasal dari Kauman (kulon kali).
  3. Ipong Muchlissoni (2016-2021) berasal dari Patihan Wetan (etan kali).
  4. Sugiri Sancoko, yang terpilih pada 2020, berasal dari Sampung (kulon kali).
Baca Juga :  Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional atau GSN: Transformasi TKN Prabowo-Gibran Menuju Persatuan Bangsa

Berdasarkan pola ini, mitosnya, bupati berikutnya seharusnya berasal dari wilayah etan kali.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Sugiri untuk mematahkan mitos tersebut dan mempertahankan jabatannya.

Pilkada 2024 akan menjadi ajang pembuktian bagi Sugiri Sancoko. Apakah ia mampu menjadi bupati Ponorogo pertama dalam 20 tahun terakhir yang menjabat dua periode berturut-turut? Atau, akankah mitos dua periode dan etan kali-kulon kali tetap bertahan?

Semua jawaban akan terungkap saat Pilkada berlangsung. Hingga saat itu, masyarakat Ponorogo hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana perjalanan politik ini berkembang.

Berita Terkait

Menjawab Penasaran: Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR di Tahun 2026?
Panduan Lengkap! Cara Lapor SPT Tahunan PNS di Coretax dengan Mudah
20 Tema Buka Puasa Bersama Perusahaan 2026 yang Kreatif, Kekinian & Berkesan
Momen Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo: “Saya Tidak Berani untuk Melawan Dia”
Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”
5 Adegan Video Amalia Mutya yang Viral di TikTok, Nomor 3 Bikin Netizen Tak Bisa Berkedip
Heboh! Isi Link Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik yang Viral di TikTok, Ternyata Isinya Mengejutkan!
Full Video Nay TikTok Diduga Bocor! Netizen Heboh Sebut Isinya Pink Banget, Benarkah Ada Versi Lengkapnya?

Berita Terkait

Monday, 23 February 2026 - 11:05 WIB

Menjawab Penasaran: Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR di Tahun 2026?

Monday, 23 February 2026 - 09:23 WIB

Panduan Lengkap! Cara Lapor SPT Tahunan PNS di Coretax dengan Mudah

Sunday, 22 February 2026 - 17:14 WIB

20 Tema Buka Puasa Bersama Perusahaan 2026 yang Kreatif, Kekinian & Berkesan

Sunday, 22 February 2026 - 14:34 WIB

Momen Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo: “Saya Tidak Berani untuk Melawan Dia”

Friday, 20 February 2026 - 21:43 WIB

Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”

Berita Terbaru