Adita Irawati: Jubir Kepresidenan yang Dikecam Usai Sebut ‘Rakyat Jelata

- Redaksi

Thursday, 5 December 2024 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Adita Irawati (Dok. Ist)

Potret Adita Irawati (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Nama Adita Irawati, juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, tengah menjadi sorotan publik.

Penyebabnya adalah penggunaan istilah “rakyat jelata” saat menanggapi polemik yang melibatkan Gus Miftah dan seorang penjual es teh.

Ucapannya ini justru memicu kritik dari warganet, yang menilai istilah tersebut tidak pantas.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisruh bermula ketika Adita menyampaikan pernyataan pihak istana terkait tindakan Gus Miftah.

Ia menilai sikap Gus Miftah tidak mencerminkan seorang pemuka agama atau figur publik. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks yang bertujuan untuk menyesalkan insiden tersebut.

Adita juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap sangat peduli pada masyarakat kecil.

Baca Juga :  Toko Mainan dan Petasan di Leuwiliang Bogor Terbakar, Petasan Meledak di Udara

“Kami dari pihak istana tentu menyesalkan kejadian ini. Satu hal sebenarnya tidak perlu terjadi, apalagi kalau kita lihat presiden kita Pak Prabowo Subianto ini peduli sekali dengan rakyat kecil, kepada rakyat jelata dari berbagai statement, kunjungan kerja atau pertemuan dengan masyarakat banyak,”kata Adita Irawati

“Kelihatan sekali beliau sangat perduli dengan rakyat jelata. Bahkan kebijakan beliau juga sangat berpihak kepada masyarakat kecil,” Lanjutnya

Namun, istilah “rakyat jelata” ini justru menuai kritik tajam, karena dianggap merendahkan.

Siapa Adita Irawati?

Adita Irawati lahir di Yogyakarta pada 15 Februari 1971. Ia merupakan lulusan S1 Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam kariernya, Adita dikenal sebagai profesional di bidang komunikasi dengan berbagai jabatan strategis yang pernah ia emban.

Baca Juga :  Dikta Wicaksono Rilis Lagu Romantis Halal Selamanya, Angkat Tema Keraguan dalam Cinta

Saat ini, selain menjabat sebagai juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Citilink Indonesia.

Sebelumnya, ia menjadi juru bicara Kementerian Perhubungan pada periode 2020 hingga Oktober 2024.

Pada era Presiden Joko Widodo, Adita juga pernah menjadi Staf Khusus Kepresidenan bidang Komunikasi pada 2018-2020.

Pengalaman lainnya termasuk bekerja di perusahaan besar seperti McDonald’s Indonesia sebagai Manager Trainee pada tahun 1994-1995.

Adita Irawati dikenal sebagai sosok yang berpengalaman di dunia komunikasi, namun pernyataannya kali ini mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Berita Terkait

Begini Cara Daftar Haji Terbaru: Langkah Mudah Menuju Baitullah!
Mengapa Suhu Meningkat Tajam? Inilah Deretan Penyebab Cuaca Panas Hari Ini
Cara Daftar Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Simak Persyaratannya dan Link Pendaftaran Online
Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar: 8 Korban Ditemukan Tewas, Ini Kronologi Lengkapnya
Kenapa Lagu Justin Bieber Dijual? Ini Alasan di Balik Penjualan Katalog Musiknya
UTBK 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkapnya dan Hal yang Harus Kamu Persiapkan!
Cara Gadai Emas di Pegadaian Terbaru (2026): Syarat, Biaya, Bisa Offline atau Online
Cara Daftar Jadi Karyawan MBG (Makan Bergizi Gratis): Syarat Lengkap dan Panduannya!

Berita Terkait

Sunday, 19 April 2026 - 09:30 WIB

Begini Cara Daftar Haji Terbaru: Langkah Mudah Menuju Baitullah!

Saturday, 18 April 2026 - 15:53 WIB

Mengapa Suhu Meningkat Tajam? Inilah Deretan Penyebab Cuaca Panas Hari Ini

Saturday, 18 April 2026 - 15:04 WIB

Cara Daftar Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Simak Persyaratannya dan Link Pendaftaran Online

Friday, 17 April 2026 - 09:49 WIB

Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar: 8 Korban Ditemukan Tewas, Ini Kronologi Lengkapnya

Wednesday, 15 April 2026 - 10:49 WIB

Kenapa Lagu Justin Bieber Dijual? Ini Alasan di Balik Penjualan Katalog Musiknya

Berita Terbaru