Tiga Pemain Asing Jadi Andalan Satya Wacana Salatiga di Paruh Kedua IBL 2025

- Redaksi

Tuesday, 15 April 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Swarawarta.co.idSatya Wacana Salatiga perlahan mulai menunjukkan peningkatan performa di paruh kedua kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2025.

Meski belum mencatat banyak kemenangan, pelatih kepala Jerry Lolowang menilai timnya sudah mengalami kemajuan, khususnya dengan kehadiran tiga pemain asing andalan: Ikcaven Savalianta Curry, Marquis Davison, dan Gracin Bakumanya Bolongi.

Ketiganya dinilai mampu memberikan warna baru bagi permainan Satya Wacana.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jerry menyebut performa para pemain asing sejauh ini cukup memuaskan, sesuai dengan ekspektasi tim pelatih dan manajemen.

Kendati belum mampu mendongkrak posisi klasemen secara signifikan, kontribusi mereka di lapangan dinilai mampu memicu semangat para pemain muda yang mendominasi skuad.

Baca Juga :  Kapolda Papua, Ikut Jadi Sasaran Kericuhan Iring-Iringan Jenazah Lukas Enembe

“Para pemain asing bagus, khususnya Bakumanya yang saya lihat memberikan kontribusi lebih bagus daripada pemain asing sebelumnya, jadi kami cukup puas,” kata Jerry usai timnya kalah melawan Pelita Jaya Jakarta dengan skor 65-77, dalam pertandingan pekan ke-11 IBL 2025, di GOR Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta, Senin (14/4) malam.

Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian adalah Gracin Bakumanya Bolongi. Center berkebangsaan Republik Demokratik Kongo ini merupakan pemain asing terakhir yang bergabung dengan tim, tepatnya pada pertengahan Maret lalu. Meski waktu adaptasinya relatif singkat, Bakumanya menunjukkan performa menjanjikan.

Dalam laga melawan juara bertahan Pelita Jaya Jakarta, ia mencetak delapan poin, lima rebound, dan dua assist—kontribusi yang dianggap signifikan dalam pertandingan sulit tersebut.

Baca Juga :  Wanita Lansia di Palembang Tewas Dibunuh Siswa SMK

Dengan tinggi badan mencapai 2,12 meter, Bakumanya menawarkan kehadiran dominan di paint area, baik dalam menyerang maupun bertahan.

Jerry Lolowang menyebutkan bahwa tim pelatih terus memacu semangat dan konsistensi pemain muda agar dapat tampil padu bersama para pemain asing dalam setiap laga.

Satya Wacana sendiri memang dikenal sebagai tim yang mengandalkan regenerasi pemain.

Musim ini, hampir 90 persen skuadnya diisi oleh para pemain muda berusia 20 hingga 25 tahun. Hal ini menjadikan mereka sebagai tim termuda di kompetisi IBL Gopay 2025.

Filosofi membangun tim melalui talenta muda terus mereka pertahankan meski menghadapi ketatnya persaingan dengan tim-tim besar yang dihuni pemain berpengalaman.

Baca Juga :  Polres Sukabumi Selidiki Penemuan Jasad Bayi Laki-Laki di Sungai Kebon Jengkol

Saat ini, Satya Wacana menempati posisi ke-12 klasemen sementara, atau ketiga dari bawah.

Dari total 14 pertandingan yang telah dilakoni, mereka meraih 3 kemenangan dan 11 kekalahan, mengoleksi total 17 poin.

Klub yang bermarkas di GOR Basket Prof. DR. Susilo Wibowo, Semarang, ini masih menyimpan asa untuk bangkit dan memperbaiki posisi menjelang akhir musim.

Dengan kombinasi semangat muda dan dukungan pemain asing yang mulai menemukan ritme permainan, Satya Wacana Salatiga berharap bisa menorehkan hasil lebih baik di sisa laga yang ada dan menjadikan musim ini sebagai batu loncatan untuk prestasi yang lebih solid di masa depan.

Berita Terkait

Mungkinkah Penghentian Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Penguatan Rupiah? Mari Kita Bedah Secara Lengkap!
Tom Bischof membawa energi muda ke lini tengah Bayern Munich
Apakah MBG Akan Dihentikan? Fakta Terbaru Program Makan Bergizi Gratis
Apakah Polres Buka Hari Sabtu? Berikut Ini Jadwal Operasionalnya!
Dua Inovasi Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDGs di Desa Segorotambak
BPJS Kelas 1 Bayar Berapa? Simak Rincian Lengkapnya di Sini!
BGN Stop Sementara Pembangunan Dapur Baru untuk MBG
Rupiah Tembus Rp18.000: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Berita Terkait

Monday, 8 June 2026 - 10:14 WIB

Mungkinkah Penghentian Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Penguatan Rupiah? Mari Kita Bedah Secara Lengkap!

Saturday, 6 June 2026 - 15:40 WIB

Tom Bischof membawa energi muda ke lini tengah Bayern Munich

Saturday, 6 June 2026 - 10:06 WIB

Apakah MBG Akan Dihentikan? Fakta Terbaru Program Makan Bergizi Gratis

Saturday, 6 June 2026 - 09:57 WIB

Apakah Polres Buka Hari Sabtu? Berikut Ini Jadwal Operasionalnya!

Friday, 5 June 2026 - 18:00 WIB

Dua Inovasi Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDGs di Desa Segorotambak

Berita Terbaru