Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional

- Redaksi

Thursday, 22 January 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan

Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan

SwaraWarta.co.id – Iran meningkatkan pengawasan wilayah udaranya secara ketat dengan menutup sementara ruang udara nasional, sebuah langkah darurat yang diambil di tengah eskalasi ketegangan dalam negeri dan ancaman militer dari Amerika Serikat.

Keputusan ini berdampak langsung pada lalu lintas penerbangan global dan memicu respons keamanan dari berbagai negara.

Penutupan Sementara dan Pengecualian Terbatas

Pada 15 Januari 2026, otoritas Iran menerbitkan pemberitahuan resmi yang menutup wilayah udara Teheran hingga tanggal tersebut. Pembatasan ketat ini berlaku bagi seluruh penerbangan yang masuk dan keluar Iran, sementara lalu lintas udara domestik lainnya ditangguhkan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengecualian diberikan hanya untuk penerbangan sipil internasional yang datang dan berangkat dari Iran, dengan syarat wajib memperoleh persetujuan khusus terlebih dahulu dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran. Langkah ini mencerminkan tingkat kewaspadaan tertinggi pemerintah Teheran.

Baca Juga :  TikTok di Ambang Penutupan di AS, Jutaan Pengguna Terancam Kehilangan Akses

Konteks Ketegangan Domestik dan Ancaman Eksternal

Kebijakan Iran meningkatkan wilayah udaranya semakin ketat tidak terjadi dalam vakum. Langkah ini adalah respons langsung terhadap situasi dalam negeri yang memanas dan tekanan internasional yang meningkat.

  • Unsur Dalam Negeri: Iran telah menghadapi gelombang protes anti-pemerintah yang memicu sorotan dan kecaman dari komunitas internasional.
  • Ancaman Eksternal: Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan melakukan intervensi militer jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. AS juga diketahui telah menarik sejumlah personel dari pangkalan di Timur Tengah sebagai antisipasi.

Dampak Langsung pada Penerbangan Global

Pengetatan wilayah udara ini langsung mengakibatkan gangguan operasional yang signifikan bagi maskapai penerbangan dunia:

  • Maskapai Asing Membatalkan Penerbangan: Lufthansa Group (termasuk Lufthansa, SWISS, dan Austrian Airlines) mengumumkan akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak hingga pemberitahuan lebih lanjut. Maskapai besar lain seperti Emirates, Qatar Airways, dan Turkish Airlines juga membatalkan sejumlah penerbangan ke Iran.
  • Penerbangan Dialihkan atau Dikembalikan: Sebuah penerbangan Aeroflot Rusia yang menuju Teheran terpaksa kembali ke Moskow, sementara maskapai India, IndiGo, melaporkan dampak pada beberapa rute internasionalnya.
  • Peringatan Keamanan Penerbangan: Situs web Safe Airspace mengklasifikasikan risiko di wilayah udara Iran sangat tinggi, termasuk potensi salah identifikasi lalu lintas sipil akibat aktivitas militer.
Baca Juga :  Penyebab Osteoporosis: Anak Muda Wajib Tahu!

Pembukaan Kembali dan Situasi Terkini

Setelah berlaku hampir lima jam, Iran kembali membuka wilayah udaranya. Pemberitahuan penutupan di situs Administrasi Penerbangan Federal AS dicabut, dan beberapa penerbangan domestik Iran mulai beroperasi kembali.

Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Trump menyatakan akan “memantau dan melihat” perkembangan sebelum memutuskan tindakan militer, sementara Menlu Iran mendesak diplomasi. Beberapa negara seperti Inggris masih menutup sementara kedutaannya di Teheran dan mengeluarkan peringatan perjalanan.

Keputusan Iran meningkatkan wilayah udaranya semakin ketat merupakan cerminan dari krisis multidimensi yang sedang dihadapi negara tersebut. Langkah ini, meski bersifat sementara, menyoroti kerapuhan stabilitas kawasan dan bagaimana ketegangan geopolitik dapat langsung mengganggu konektivitas global.

Situasi terus berkembang dan dunia penerbangan internasional masih harus beroperasi dalam ketidakpastian, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari pemerintah Iran dan respons dari komunitas internasional.

Berita Terkait

Menyambut Bulan Suci: Tata Cara dan Doa Mandi Sebelum Ramadhan
THR ASN 2026 Cair Lebih Awal? Ini Besaran dan Jadwal Terbarunya
Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Apakah Pegadaian Buka Hari Ini? Simak Jadwal Terbaru Sebelum Berangkat!
Cara Cek Desil Bansos 2026 Terbaru: Panduan Lengkap Lewat HP dan Web
Viral! Seruan “Stop Bayar Pajak” di Jawa Tengah, Ini Penyebab dan Fakta Sebenarnya
Penyebab Alasan Dokter Piprim Dipecat oleh Menteri Kesehatan
Siapa Mohan Hazian? Pengusaha Muda di Balik Thanksinsomnia yang Kini Jadi Sorotan

Berita Terkait

Wednesday, 18 February 2026 - 12:00 WIB

Menyambut Bulan Suci: Tata Cara dan Doa Mandi Sebelum Ramadhan

Wednesday, 18 February 2026 - 08:00 WIB

THR ASN 2026 Cair Lebih Awal? Ini Besaran dan Jadwal Terbarunya

Wednesday, 18 February 2026 - 06:14 WIB

Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Tuesday, 17 February 2026 - 07:33 WIB

Apakah Pegadaian Buka Hari Ini? Simak Jadwal Terbaru Sebelum Berangkat!

Monday, 16 February 2026 - 14:00 WIB

Cara Cek Desil Bansos 2026 Terbaru: Panduan Lengkap Lewat HP dan Web

Berita Terbaru

130.000 Won Berapa Rupiah?

Pendidikan

130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini

Thursday, 19 Feb 2026 - 15:10 WIB

Cara Mengatasi Breakout

Lifestyle

Cara Mengatasi Breakout: Panduan Ampuh Kembalikan Kulit Sehatmu

Thursday, 19 Feb 2026 - 14:55 WIB