Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”

- Redaksi

Friday, 30 January 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab

SwaraWarta.co.id – Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang terus memanas, Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Arab.

Inti pesannya jelas: jangan ada yang membantu Amerika Serikat dalam kebijakan dan aksi militer yang dianggap Tehran bertentangan dengan kepentingan kawasan.

Peringatan ini bukan sekadar retorika sesaat, melainkan cerminan dari posisi unik Iran sebagai kekuatan non-Arab yang berpengaruh di jantung Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akar Identitas: Bukan Arab, Tapi Persia

Pertama, penting untuk memahami bahwa Iran bukan negara Arab. Negara ini adalah pewaris peradaban Persia kuno, dengan bahasa resmi Farsi dan identitas budaya yang berbeda jauh dari dunia Arab. Mayoritas penduduknya menganut Islam Syiah, yang kerap memicu perbedaan dengan negara-negara Arab yang kebanyakan Sunni. Identitas unik inilah yang membentuk cara Iran memandang dirinya dan perannya di kawasan.

Baca Juga :  Houthi Ancam Kepentingan AS di Timur Tengah Jika Serangan ke Yaman Berlanjut

Persaingan Regional dan Peringatan Terkini

Peringatan Iran untuk tidak membantu AS berakar pada persaingan lama, terutama dengan Arab Saudi, sebagai pemimpin de facto dunia Arab. Kedua negara bersaing memperebutkan pengaruh di kawasan, yang terwujud dalam berbagai konflik proksi, seperti di Yaman. Iran merasa bahwa intervensi AS, yang sering kali didukung oleh sekutu Arab-nya, merupakan ancaman langsung terhadap kedaulatan dan kepentingan keamanannya.

Oleh karena itu, seruan untuk tidak membantu Amerika Serikat adalah strategi untuk mengisolasi Washington secara regional dan memperlemah koalisi yang menentangnya. Iran membangun apa yang disebutnya “Poros Perlawanan”, yang terdiri dari kelompok-kelompok di Lebanon, Yaman, Irak, dan Suriah, untuk menantang pengaruh AS dan sekutunya. Peringatan kepada negara Arab bertujuan mencegah penguatan aliansi yang melawan poros ini.

Baca Juga :  Dampak Kebijakan Proteksionis Trump terhadap Perdagangan dan Energi Indonesia

Implikasi dan Masa Depan

Posisi Iran sebagai kekuatan di luar Liga Arab memberinya kebebasan bertindak, tetapi juga mendatangkan isolasi. Peringatan keras ini menunjukkan bahwa Tehran akan terus mengambil sikap konfrontatif terhadap apa yang dianggapnya sebagai campur tangan asing. Namun, langkah ini juga berisiko memperdalam polarisasi di Timur Tengah dan mempersulit upaya diplomasi.

Di balik kata-kata keras, terdapat kepentingan pragmatis. Baik Iran maupun negara-negara Arab Teluk bergantung pada stabilitas kawasan untuk keamanan energi dan ekonominya. Dialog terbatas tetap mungkin terjadi, dengan mediator seperti Qatar atau Oman. Masa depan hubungan akan bergantung pada kemampuan semua pihak untuk menemukan titik temu di tengah perbedaan identitas dan kepentingan yang sangat mendalam.

Baca Juga :  Kings Hentikan Rockets dalam Duel Sengit, DeRozan Bersinar dengan 33 Poin

Dengan mengingatkan negara-negara Arab untuk tidak membantu Amerika Serikat, Iran sekali lagi menegaskan dirinya sebagai aktor independen dan penantang status quo di Timur Tengah. Peringatan ini akan terus bergema di koridor kekuasaan regional, membentuk dinamika yang kompleks antara persaingan dan kebutuhan untuk hidup berdampingan.

 

Berita Terkait

Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”
5 Adegan Video Amalia Mutya yang Viral di TikTok, Nomor 3 Bikin Netizen Tak Bisa Berkedip
Heboh! Isi Link Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik yang Viral di TikTok, Ternyata Isinya Mengejutkan!
Full Video Nay TikTok Diduga Bocor! Netizen Heboh Sebut Isinya Pink Banget, Benarkah Ada Versi Lengkapnya?
Menyambut Bulan Suci: Tata Cara dan Doa Mandi Sebelum Ramadhan
THR ASN 2026 Cair Lebih Awal? Ini Besaran dan Jadwal Terbarunya
Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Apakah Pegadaian Buka Hari Ini? Simak Jadwal Terbaru Sebelum Berangkat!

Berita Terkait

Friday, 20 February 2026 - 21:43 WIB

Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”

Friday, 20 February 2026 - 21:33 WIB

5 Adegan Video Amalia Mutya yang Viral di TikTok, Nomor 3 Bikin Netizen Tak Bisa Berkedip

Friday, 20 February 2026 - 21:27 WIB

Heboh! Isi Link Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik yang Viral di TikTok, Ternyata Isinya Mengejutkan!

Friday, 20 February 2026 - 21:22 WIB

Full Video Nay TikTok Diduga Bocor! Netizen Heboh Sebut Isinya Pink Banget, Benarkah Ada Versi Lengkapnya?

Wednesday, 18 February 2026 - 12:00 WIB

Menyambut Bulan Suci: Tata Cara dan Doa Mandi Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru