KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Telah Menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Untuk Pemilu 2024 Yang Jumlah Nya Mencapai 204.807.222 Pemilih

- Redaksi

Saturday, 21 June 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Angka ini menunjukkan tingginya potensi partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi mendatang.

Menariknya, generasi milenial dan Gen Z mendominasi DPT, masing-masing sebesar 33,60% dan 22,85%. Gabungan kedua generasi muda ini mencapai 56,45% atau sekitar 113 juta pemilih. Dominasi ini menunjukkan pengaruh besar generasi muda dalam menentukan arah politik Indonesia.

Partisipasi Politik Generasi Milenial dan Gen Z dalam Pemilu 2024

Partisipasi generasi muda dalam Pemilu 2024 menunjukkan beragam bentuk, baik yang bersifat melembaga maupun non-melembaga. Hal ini mencerminkan dinamika politik yang semakin kompleks dan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Partisipasi Melembaga (Routine Political Participation)

Partisipasi ini merujuk pada aktivitas politik yang dilakukan sesuai prosedur formal dan legal. Contohnya, pemilihan langsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) merupakan bentuk partisipasi paling dasar dan penting.

Selain itu, keterlibatan sebagai petugas KPPS, saksi partai, atau relawan resmi juga termasuk partisipasi melembaga. Partisipasi ini memberikan kontribusi langsung dalam kelancaran proses pemilu.

Baca Juga :  Doa Masuk Masjid: Menghadirkan Rahmat dan Perlindungan Allah

Mengikuti kampanye resmi, debat kandidat, atau diskusi politik yang diadakan oleh KPU atau partai politik juga termasuk dalam kategori ini. Partisipasi ini menunjukkan pemahaman dan keterlibatan aktif dalam proses politik formal.

Terakhir, mengikuti pendidikan pemilih yang diselenggarakan oleh KPU atau lembaga terkait juga merupakan bentuk partisipasi yang penting. Pendidikan pemilih meningkatkan pemahaman masyarakat tentang proses pemilu dan hak-hak mereka.

Partisipasi Tidak Melembaga (Non-Routine Political Participation)

Berbeda dengan partisipasi melembaga, partisipasi ini dilakukan di luar jalur formal dan seringkali bersifat spontan. Keterlibatan generasi muda dalam kampanye digital melalui media sosial merupakan contoh utama.

Generasi milenial dan Gen Z memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, Twitter, dan Facebook untuk menyebarkan informasi, mengadakan diskusi, dan mengajak partisipasi politik. Media sosial menjadi alat efektif untuk menggerakkan opini publik.

Gerakan tagar (#hashtag movement) juga menjadi ciri khas partisipasi non-melembaga. Tagar-taggar seperti #AyoMemilih atau #Pilpres2024 menjadi viral dan mampu mempengaruhi opini publik secara luas.

Aksi unjuk rasa atau flashmob, meskipun kurang sering terjadi, tetap menjadi pilihan untuk menyuarakan aspirasi politik. Aksi-aksi ini, baik secara online maupun offline, mampu menarik perhatian publik dan pemerintah.

Baca Juga :  Apa yang Bisa Anda Lakukan untuk Menangkal Berita-berita Hoax di Sekitar Anda

Penggunaan meme politik dan satire juga menjadi cara kreatif untuk menyampaikan pesan politik. Meme politik yang jenaka dan mudah dipahami dapat menyampaikan pesan yang efektif dan viral.

Diskusi-diskusi informal di komunitas atau ruang publik tanpa keterlibatan lembaga resmi juga termasuk dalam kategori ini. Diskusi ini mencerminkan keterlibatan aktif generasi muda dalam bertukar informasi dan pendapat politik.

Isu Strategis yang Memotivasi Partisipasi Pemilih Muda

Generasi milenial dan Gen Z termotivasi untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024 karena berbagai isu strategis yang relevan dengan kehidupan mereka. Isu-isu ini mendorong mereka untuk aktif dalam proses politik dan menentukan masa depan bangsa.

Salah satu isu utama adalah lapangan kerja dan ekonomi digital. Tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan anak muda dan tantangan adaptasi terhadap ekonomi digital menjadi keprihatinan besar.

Mereka menginginkan pemimpin yang mampu menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan keahlian mereka dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi digital sangat berpengaruh pada masa depan mereka.

Baca Juga :  Jawaban: Bagaimana Perlakuan Akuntansi Terhadap Gaji Pokok dan Tunjangan-Tunjangan Kerja Untuk Tenaga Kerja Pabrik? Menurut Saudara, Mengapa Pencatatannya

Isu pendidikan yang relevan juga menjadi perhatian. Mereka membutuhkan sistem pendidikan yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga keterampilan praktis dan kewirausahaan untuk menghadapi persaingan global.

Generasi ini menginginkan pemimpin yang inovatif dan pro-teknologi, yang mampu mengatasi tantangan global dan mendorong inovasi di berbagai sektor. Kepemimpinan yang visioner sangat penting bagi masa depan mereka.

Contohnya, seorang pemilih muda mungkin berpartisipasi karena ingin memilih pemimpin yang peduli pada penciptaan lapangan kerja berbasis teknologi dan ekonomi digital. Harapan akan perubahan nyata menjadi motivator utama.

Kesimpulannya, partisipasi politik generasi milenial dan Gen Z dalam Pemilu 2024 menunjukkan dinamika yang kompleks dan beragam. Dominasi mereka dalam DPT serta berbagai bentuk partisipasi yang mereka lakukan, baik melembaga maupun tidak, menunjukkan peran penting generasi muda dalam membentuk masa depan politik Indonesia.

Isu-isu strategis seperti lapangan kerja, ekonomi digital, dan pendidikan yang relevan menjadi pendorong utama partisipasi aktif mereka. Harapan akan pemimpin yang visioner dan inovatif menjadi kunci bagi keterlibatan mereka dalam pesta demokrasi ini.

Berita Terkait

Bagaimana Pengaruh Kondisi Geografis Terhadap Penjelajahan Samudra? Berikut ini Pembahasannya!
Kapankah Manusia Mulai Mengenal Konsep Uang? Mari Kita Bahas!
Bagaimana Pembangunan di Indonesia Pada Masa Orde Baru? Berikut Pembahasannya Secara Lengkap!
Bagaimana Kesesuaian Bhinneka Tunggal Ika dengan Nilai Pancasila? Berikut Penjelasannya!
Mengapa Alat yang Digunakan untuk Menyembelih Hewan Harus Tajam? Ini Penjelasannya
Cara Mudah Cek Dapodik Guru 2026: Panduan Lengkap Status Validitas Data
Bagaimana Makanan dan Minuman Membantu Kita Tetap Hidup dan Beraktifitas? Simak Penjelasannya!
Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Dilaksanakan Secara Seimbang? Ini Alasannya
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 21 January 2026 - 07:30 WIB

Bagaimana Pengaruh Kondisi Geografis Terhadap Penjelajahan Samudra? Berikut ini Pembahasannya!

Wednesday, 21 January 2026 - 07:00 WIB

Kapankah Manusia Mulai Mengenal Konsep Uang? Mari Kita Bahas!

Tuesday, 20 January 2026 - 10:27 WIB

Bagaimana Pembangunan di Indonesia Pada Masa Orde Baru? Berikut Pembahasannya Secara Lengkap!

Monday, 19 January 2026 - 11:00 WIB

Bagaimana Kesesuaian Bhinneka Tunggal Ika dengan Nilai Pancasila? Berikut Penjelasannya!

Monday, 19 January 2026 - 09:33 WIB

Mengapa Alat yang Digunakan untuk Menyembelih Hewan Harus Tajam? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Cara Mengetahui Orang yang Sudah Terinfeksi HIV

Lifestyle

Cara Mengetahui Orang yang Sudah Terinfeksi HIV

Wednesday, 21 Jan 2026 - 17:05 WIB

Kapankah Manusia Mulai Mengenal Konsep Uang

Pendidikan

Kapankah Manusia Mulai Mengenal Konsep Uang? Mari Kita Bahas!

Wednesday, 21 Jan 2026 - 07:00 WIB