Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

KPU RI Kirim Surat ke Parpol Terkait Syarat Usia Capres dan Cawapres

KPU RI Kirim Surat ke Parpol Terkait Syarat Usia Capres dan Cawapres
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia. (Foto: KPU.go.id)


SwaraWarta.co.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) baru-baru ini mengirim pesan penting kepada pengurus partai politik yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2024.

Ini semua berkaitan dengan aturan usia untuk calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres), sesuai dengan keputusan tegas dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang menguji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dalam sebuah komunikasi yang dikirim oleh Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari, yang dirilis melalui pernyataan tertulis pada Rabu (18/10/2023).

KPU mengajak partai politik peserta Pemilu untuk berpegang pada keputusan MK yang mengatur bahwa syarat usia minimum bagi capres dan cawapres adalah 40 tahun atau memiliki pengalaman sebelumnya sebagai pemimpin daerah.

Hasyim menjelaskan bahwa KPU telah berkomitmen untuk selaras dengan putusan MK, dan mereka telah mengirim surat dinas kepada para pemimpin partai politik untuk mematuhi substansi keputusan MK tersebut.

"Kami (KPU RI) bergerak sejalan dengan apa yang telah diputuskan oleh MK dan kami telah menyampaikan pesan ini kepada pemimpin partai politik," ujar Hasyim.

Ia menambahkan bahwa putusan MK mulai berlaku sejak dibacakan pada hari Senin (16/10), sehingga tidak diperlukan revisi terhadap Peraturan KPU (PKPU), melainkan hanya cukup mengirimkan pemberitahuan melalui surat kepada partai politik.

Sebelumnya, KPU telah mengeluarkan PKPU Nomor 19 Tahun 2023 yang mengatur tentang Pendaftaran Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024.

Di Pasal 13 ayat 3 PKPU tersebut, dijelaskan bahwa syarat usia untuk calon presiden dan wakil presiden adalah minimal 40 tahun, dihitung sejak KPU menetapkan pasangan calon.

Pada hari Senin (16/10/2023), MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi UU Pemilu yang mengubah batas usia calon presiden dan wakil presiden menjadi minimal 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai pemimpin daerah.

Permohonan ini awalnya diajukan oleh warga negara Indonesia bernama Almas Tsaqibbirru Re A, yang berasal dari Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU RI, pendaftaran calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober dan berakhir pada 25 November 2023.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau koalisi partai politik peserta pemilu yang memenuhi syarat perolehan kursi, yaitu setidaknya 20 persen dari total kursi DPR atau memperoleh 25 persen suara sah secara nasional pada pemilu DPR sebelumnya.

Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen, sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.

Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilu 2019 dengan perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter