Kondisi Terkini Pengungsi Rohingya di Daerah Sabang Aceh

Avatar

- Redaksi

Friday, 8 December 2023 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi terkini pengungsi Rohingya di Sabang Aceh meskipun mendapatkan penolakan dari warga sekitar.
( Dok. Istimewa)

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

SwaraWarta.co.id – Ada 139 pengungsi Rohingya yang masih bertahan hampir seminggu di Sabang, Aceh.

Tampak pengungsi Rohingya masih stay meski keberadaan mereka ditolak oleh masyarakat setempat.

Pengungsi Rohingya di Dermaga CT 1 Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang berjarak sekitar 500 meter dari pintu gerbang masuk dermaga.

Dijutuo dari CNN Indonesia tampak pengungsi Rohingya tersebut beraktivitas seperti biasa, ada yang sedang mandi di tangki yang telah disediakan, mencuci dan menjemur pakaian hingga tidur-tiduran. 

Fasilitas lainnya seperti tempat sanitasi juga disediakan. Setidaknya, ada 6 kamar mandi portable diletakkan yang jaraknya hanya 15 meter dari tenda pengungsi Rohingya.

Baca Juga :  Selain Anak Pejabat, Oknum Satpol PP Turut Terlibat dalam Kasus Pemerkosaan di Gowa

Tenda yang digunakan para pengungsi yaitu tenda terbuka, hanya ada penutup di atas tanpa penutup samping dan beralas terpal. 

Sehingga jika hujan datang, mereka pasti akan basah. Tenda yang digunakan sebanyak 4 unit, 2 di antaranya diperuntukkan bagi tempat perempuan dan anak-anak dan 2 tenda lainnya bagi pria dewasa. 

Pada waktu antara pukul 10:00-12:00 WIB, tidak ada penjagaan ketat di area pengungsi baik oleh pihak UNHCR maupun aparat kepolisian. 

Sekitar 4 personel kepolisian hanya berjaga-jaga di depan luar gerbang pintu masuk ke dermaga. 

Aktivitas di depan pintu masuk juga lengang tanpa adanya kerumunan warga seperti tiga hari sebelumnya.

Lokasi pengungsian ini sangat dekat dengan objek wisata di Sabang seperti Tugu Merah Putih dan pusat kuliner. 

Baca Juga :  Cukup Viral, Ini Strategi Marketing Es krim Mixue di Indonesia

Jaraknya hampir bersebelahan, hanya dibatasi dengan pagar beton setinggi 3 meter dan berjarak 2 meter dari pagar pembatas laut.

Rata-rata para pemuda Rohingya yang berada di lokasi penampungan tersebut fasih berbahasa Inggris dan hanya beberapa saja yang mengerti bahasa Melayu.

 Seorang pengungsi bernama Muhammad Rasyid mengatakan bahwa dia sangat bersyukur bisa tiba di Indonesia setelah melakukan perjalanan laut selama 14 hari dari Bangladesh. 

Mereka melakukan perjalanan ke Indonesia karena situasi di kamp pengungsian di Bangladesh tidak memungkinkan untuk mereka tinggal di sana.

“Kami naik kapal selama 14 hari untuk tiba di Aceh,” Rasyid mengatakan kepada CNNIndonesia.com pada Jumat (8/12).

Sebagai informasi, 139 pengungsi Rohingya tersebut merupakan gelombang kedua yang tiba di Sabang pada Sabtu (2/12). 

Baca Juga :  Terdampak Longsor Cianjur, 2 Orang Ditemukan Tewas

Sementara itu, gelombang pertama sudah ditempatkan di gedung bekas kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe.

Berita Terkait

Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Semarang Ditahan Terduga Korupsi
BMKG Peringatkan Puncak Suhu Dingin di Musim Kemarau Ini
Pelaku Penganiayaan di Jakarta Timur Ditangkap, Tes Urine Positif Methamphetamine
Evakuasi Lima Nelayan dari Lautan oleh Basarnas Kabupaten Natuna
Bayi Perempuan Dibuang di Surabaya, Benarkah Karena Faktor Ekonomi?
Teribat Kecelakaan Kerja, Pemagang Asal Jembrana Meninggal di Jepang
Diduga Jadi Korban Pemerkosaan, Finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Alami Trauma
Batal Nikahi Pacar, Karyawan Konveksi di Mojokerto Ditetapkan Sebagai Tersangka

Berita Terkait

Tuesday, 16 July 2024 - 18:53 WIB

BMKG Peringatkan Puncak Suhu Dingin di Musim Kemarau Ini

Tuesday, 16 July 2024 - 18:41 WIB

Pelaku Penganiayaan di Jakarta Timur Ditangkap, Tes Urine Positif Methamphetamine

Tuesday, 16 July 2024 - 18:34 WIB

Evakuasi Lima Nelayan dari Lautan oleh Basarnas Kabupaten Natuna

Tuesday, 16 July 2024 - 15:10 WIB

Bayi Perempuan Dibuang di Surabaya, Benarkah Karena Faktor Ekonomi?

Tuesday, 16 July 2024 - 15:04 WIB

Teribat Kecelakaan Kerja, Pemagang Asal Jembrana Meninggal di Jepang

Berita Terbaru

Bisnis

Budidaya Maggot yang Menjanjikan Keuntuntungan Besar

Tuesday, 16 Jul 2024 - 19:32 WIB