| Warga lakukan penolakan hingga bongkar tenda pengungsi Rohingya ( Dok. Istimewa) |
SwaraWarta.co.id – Para pengungsi Rohingya yang tiba di Aceh menghadapi nasib yang makin tak jelas karena mereka ditolak oleh warga setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, setelah mendarat, tenda penampungan pengungsi Rohingya dibongkar oleh warga. Pembongkaran tersebut terjadi di Desa Balohan, Sabang, Aceh.
Selain itu, warga yang juga menolak kedatangan pengungsi Rohingya, memboyong mereka ke kantor Wali Kota Sabang menggunakan kendaraan bak terbuka.
Pj Kepala Desa Balohan, Rusli, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa setelah mendapat laporan penolakan warga terhadap para pengungsi, perangkat desa telah mengadakan rapat dan warga meminta para pengungsi dipindahkan dari desa mereka.
Rusli menambahkan, “Mereka dipulangkan kepada Pemerintah Kota Sabang karena yang memindahkan mereka ke sana kemarin Pemerintah Kota Sabang.”
Penolakan warga terhadap kedatangan pengungsi Rohingya terjadi lantaran mereka khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di desa mereka.
Warga mengalami kejadian yang tidak menyenangkan dari pengungsian warga Rohingya sebelum-sebelumnya.
Proteksi Associate dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Faisal Rahman, menyebut bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait lokasi penampungan pengungsi Rohingya tersebut.
Dirinya menjelaskan, “Untuk sementara ini posisi pengungsi Rohingya memang belum ada tempat karena tenda sudah dibongkar.”
Sebanyak 139 pengungsi Rohingya tiba di Sabang pada Sabtu (2/12) dini hari. Mereka menjadi gelombang pertama pengungsi tersebut yang tiba di Aceh pada bulan Desember 2023.
Sebelumnya pada bulan November 2023, sekitar 1.000 pengungsi Rohingya juga tiba di Aceh dan mendapat penolakan dari warga setempat.
Setelah tenda penampungan para pengungsi Rohingya dibongkar oleh warga, mereka akhirnya ditampung sementara di dermaga CT-1 BPKS.
Namun, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Sabang, Ady Akmal Shiddiq, menyatakan bahwa penampungan tersebut hanya bersifat sementara.
Lokasi penampungan di dermaga CT-1 BPKS diputuskan setelah Pemkot Sabang menggelar rapat koordinasi dengan Forkopimda.
Ady menekankan bahwa pembiayaan penanganan para pengungsi Rohingya sepenuhnya ditanggung oleh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) bukan oleh Pemkot Sabang.
UNHCR juga telah diberikan waktu untuk berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan terkait penanganan para pengungsi tersebut, sesuai dengan perintah dari Presiden Jokowi agar Menkopolhukam menangani kasus penolakan para pengungsi Rohingya.
Ady juga meminta masyarakat untuk bersabar dan memahami situasi tersebut, serta menjelaskan bahwa pihak pemerintah sedang berusaha mencari solusi terbaik untuk penanganan para pengungsi tersebut.
SwaraWarta.co.id - Indonesia adalah potret nyata dari keberagaman. Tinggal di tengah masyarakat yang majemuk seringkali…
SwaraWarta.co.id - Mengetahui spesifikasi laptop yang Anda miliki adalah hal penting. Baik untuk menginstal software…
SwaraWarta.co.id - Kepulauan terbesar di dunia, Greenland, kembali menjadi berita utama. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,…
SwaraWarta.co.id – Ada beberapa langka cara registrasi akun SNPMB siswa. Memasuki perguruan tinggi negeri (PTN)…
SwaraWarta.co.id - Mengalami masalah saat tombol keyboard Lenovo tidak berfungsi tentu sangat menghambat produktivitas, apalagi…
SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan membahas bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan saat belum ada…