Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Dampak Erupsi Gunung Lewotobi di Flores, Bandara Frans Seda Ditutup

Bandara Frans Seda Ditutup
Gunung Lewotobi Erupsi, Bandara Frans Seda Ditutup-SwaraWarta.co.id (Sumber: Liputan6.com)


SwaraWarta.co.id - Diberitakan bahwa Bandara Frans Seda Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami penutupan sementara pada Senin, 1 Januari 2024, akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur.

Kepala Kantor UPBU Kelas II Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, menyatakan bahwa penutupan didasarkan pada hasil uji abu vulkanik di daerah pendaratan.

Jadwal pembatalan penerbangan termasuk rute Wings Air Kupang-Mof, Labuan Bajo-Mof, Mof-Labuan Bajo, dan penerbangan Nam Air dari Mof-Kupang.

Meskipun abu secara visual tidak menutup landasan pacu, hasil uji menyatakan adanya abu vulkanik.

Panjaitan menginformasikan bahwa penutupan akan dipantau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan akan dibuka jika abu sudah jauh dari landasan pacu.

Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Senin pagi pukul 05.23 Wita, dengan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter dari permukaan laut.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat laut.

Erupsi ini bisa terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18.2 mm dengan durasi 53 detik.

Akibat erupsi, ratusan warga dari sejumlah desa berhamburan menuju kantor camat Wulanggitang dan sebagian ke wilayah perbatasan Flores Timur dan Kabupaten Sikka.

Warga Desa Wailua, arah pantai selatan, memilih mengungsi ke Desa Hewa.

Di Desa Boru, pengungsi didominasi oleh warga Desa Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawokote, membawa keranjang tas berisi pakaian dan surat-surat penting.

An Tobi, seorang warga Nawokote, menggambarkan gemuruh di atas gunung seperti runtuhan batu besar.

Warga panik dan berupaya mengamankan diri ke posko penanganan bencana di Desa Boru. Gemuruh besar terdengar setelah pukul 12 malam, menjelang pergantian tahun.

Situasi ini memaksa warga untuk merelakan sebagian barang bawaan mereka, fokus pada barang penting, dan menggunakan bekal seadanya.

Pemerintah setempat bersama tim penanganan bencana terus berupaya memberikan bantuan dan mengevakuasi warga yang berada dalam radius bahaya.

Kantor UPBU Bandara Frans Seda Maumere bekerja sama dengan otoritas bandara wilayah IV untuk memastikan keamanan penerbangan dan memantau perkembangan abu vulkanik.

Penutupan sementara diterapkan sebagai tindakan pencegahan hingga hasil pemeriksaan menunjukkan kebersihan landasan pacu dari abu vulkanik.

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki tetap waspada dan mengikuti petunjuk evakuasi yang diberikan oleh pihak berwenang.

Kondisi erupsi gunung api menjadi tantangan serius bagi komunitas lokal, memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait untuk menangani dampak dan memberikan perlindungan maksimal kepada penduduk setempat.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter