Air Permukaan Laut Terus Naik, Jakarta Terancam Akan Tenggelam

- Redaksi

Tuesday, 18 November 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Jakarta Terancam Akan Tenggelam

Jakarta Terancam Akan Tenggelam

SwaraWarta.co.id– Ibu kota Indonesia ini tidak hanya menghadapi masalah banjir tahunan, tetapi juga ancaman yang jauh lebih besar dan tenggelam secara perlahan.

Kombinasi memanasnya Bumi dan penurunan permukaan tanah membuat nasib Jakarta dalam bahaya nyata.

Laporan World Economic Forum (WEF) bahkan menyebut Jakarta mengalami penurunan tanah hingga 17 cm per tahun, menjadikannya salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab Ganda: Laut Naik, Tanah Turun

Ancaman terhadap Jakarta datang dari dua front utama: global dan lokal.

  1. Naiknya Permukaan Air Laut Global

Pemanasan global menyebabkan gletser dan lapisan es di kutub mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Data satelit terbaru membuktikan bahwa pencairan lapisan es Greenland dan Antartika Barat jauh lebih cepat dari perkiraan model-model ilmiah sebelumnya.

Akibatnya, volume air laut pun bertambah. Sebuah studi mengungkap, meskipun pemanasan global berhasil dibatasi hingga 1,5°C, kenaikan permukaan laut akan tetap berlanjut selama berabad-abad. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan permukaan laut global dapat naik sekitar 0,9 hingga 1,8 meter pada tahun 2100.

  1. Penurunan Muka Tanah yang Cepat
Baca Juga :  Katrol Nilai Siswa, SMPN 19 Depok Siap Terima Konsekuensi

Di sisi lain, Jakarta juga tenggelam dari dalam. Fenomena penurunan muka tanah (land subsidence) adalah ancaman langsung yang kecepatannya jauh melampaui kenaikan air laut. Pusat permasalahan ini adalah eksploitasi air tanah yang berlebihan. Sekitar 60% kebutuhan air Jakarta masih bergantung pada air tanah, karena layanan air perpipaan belum menjangkau seluruh penduduk. Ketika air tanah diambil secara masif, lapisan sedimen di bawah tanah mengompak dan amblas.

Tingkat penurunan tanah ini tidak merata di seluruh Jakarta. Berikut rinciannya menurut data yang dilaporkan:

WilayahRata-Rata Penurunan Tanah per Tahun
Jakarta UtaraHingga 25 cm
Jakarta Barat15 cm
Jakarta Timur10 cm
Jakarta Pusat2 cm
Jakarta Selatan1 cm
Baca Juga :  Jelang Lebaran, Jasa Penitipan Suami Mendadak Viral di Media Sosial

Daerah yang paling parah terkena dampak adalah Jakarta Utara. Penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan, dalam 10 tahun terakhir, beberapa bagian wilayah tersebut telah mengalami penurunan hingga 2,5 meter. Bahkan, diprediksi 95% wilayah Jakarta Utara akan terendam air laut pada tahun 2050 jika tren ini terus berlanjut.

Dampak yang Sudah Terasa dan Upaya Mitigasi

Dampak dari krisis ini bukan lagi sekadar proyeksi. Banjir rob yang meluas di kawasan pesisir, seperti Muara Baru dan Cengkareng, adalah bukti nyata yang dapat disaksikan. Infrastruktur seperti jalan dan bangunan juga mengalami kerusakan akibat penurunan tanah yang tidak merata.

Pemerintah DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya untuk menahan laju ini, di antaranya:

  • Larangan Penggunaan Air Tanah: Membatasi eksploitasi air tanah di wilayah-wilayah tertentu.
  • Pembangunan Infrastruktur: Membangun tanggul laut dan sistem pompa untuk menahan air laut.
  • Pemantauan: Memasang stasiun pemantauan penurunan tanah di tujuh lokasi untuk mengumpulkan data yang akurat.
Baca Juga :  Balita di Cianjur Meninggal Karena Stok Obat Habis

Langkah yang paling monumental adalah keputusan pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur (IKN). Keputusan ini, salah satunya, didorong oleh ancaman serius yang dihadapi Jakarta.

Ancaman Jakarta tenggelam adalah fakta, bukan mitos. Meskipun upaya fisik dan kebijakan terus dilakukan, solusi jangka panjang membutuhkan perubahan fundamental. Transisi dari ketergantungan air tanah ke air permukaan yang berkelanjutan, diperkuatnya pertahanan pesisir, dan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih ramah lingkungan adalah kunci. Setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan Jakarta dari tenggelam sepenuhnya.

 

Berita Terkait

VIRAL! Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta: Cek Aturan Barunya!
Catat Tanggalnya! Kapan PKH dan BPNT Tahap 3 Cair ke Rekening?
Apakah BCA Gangguan Hari Ini? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Apakah Gaji 3 Juta Wajib Pajak? Cek Aturan PPh 21 Terbaru!
Berburu Diskon Akhir Pekan? Cek Promo JSM Indomaret Terbaru Minggu Ini!
Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Siap Hadapi Kasus Besar!
Apakah Benar Oki Lukman Meninggal Dunia? Fakta atau Hoaks!
Kapan Musim Hujan 2026 Tiba? Intip Bocoran Jadwal dan Persiapannya di Sini!

Berita Terkait

Monday, 20 July 2026 - 10:35 WIB

VIRAL! Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta: Cek Aturan Barunya!

Monday, 20 July 2026 - 10:20 WIB

Catat Tanggalnya! Kapan PKH dan BPNT Tahap 3 Cair ke Rekening?

Sunday, 19 July 2026 - 14:13 WIB

Apakah BCA Gangguan Hari Ini? Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sunday, 19 July 2026 - 12:16 WIB

Apakah Gaji 3 Juta Wajib Pajak? Cek Aturan PPh 21 Terbaru!

Sunday, 19 July 2026 - 12:07 WIB

Berburu Diskon Akhir Pekan? Cek Promo JSM Indomaret Terbaru Minggu Ini!

Berita Terbaru

Cara Berhenti Langganan IndiHome

Teknologi

Cara Berhenti Langganan IndiHome Tanpa Ribet dan Bebas Denda

Tuesday, 21 Jul 2026 - 15:31 WIB