SwaraWarta.co.id – Nama kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, sedang menjadi perbincangan hangat di bursa transfer Serie A. Raksasa Italia, Juventus, dikabarkan serius mempertimbangkan untuk memulangkan mantan produk akademi mereka ke Turin pada musim panas 2026 ini.
Rumor ini muncul di tengah rencana perombakan besar-besaran yang dilakukan Bianconeri di sektor penjaga gawang.
Kinerja Impresif di Serie A
Ketertarikan Juventus tidak datang tanpa alasan. Emil Audero mencatatkan performa yang sangat impresif sepanjang musim 2025/2026.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya dinobatkan sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Serie A, dengan total 123 penyelamatan dari 34 pertandingan. Catatan ini menempatkannya di atas kiper-kiper ternama lainnya, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di liga.
Alasan Strategis di Balik Incaran
Juventus baru saja mendatangkan Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur sebagai kiper utama. Namun, dengan masa depan Michele Di Gregorio dan Mattia Perin yang tidak pasti serta dikabarkan akan hengkang, klub membutuhkan kiper pelapis yang berpengalaman.
Di sinilah Emil Audero menjadi opsi yang ideal. Selain merupakan produk akademi Juventus (bergabung 2008-2016), namanya akan sangat berguna untuk memenuhi kuota pemain club-trained dalam daftar skuad UEFA. Statusnya sebagai pemain jebolan akademi sendiri membuat kepindahannya menjadi narasi “pulang kampung” yang menarik.
Syarat dan Peluang
Meski ketertarikan sudah menguat, transfer ini masih memiliki syarat. Menurut jurnalis transfer kenamaan Nicolò Schira, Juventus telah mencapai kesepakatan prinsip dengan Audero dan Como, dengan nilai transfer yang dipatok sekitar 3 juta euro. Namun, kepindahan ini baru akan terealisasi jika Mattia Perin benar-benar meninggalkan klub. Beberapa laporan bahkan menyebut bahwa proses ini bisa batal jika syarat tersebut tidak terpenuhi.
Dengan pengalaman lebih dari 200 penampilan di Serie A, Emil Audero jelas bukanlah nama asing di kancah sepak bola Italia. Kepulangannya ke Juventus bukan hanya tentang nostalgia, tetapi juga tentang langkah strategis untuk memperkuat skuad La Vecchia Signora di musim 2026/2027.

















