Banjir di OKU, 15 Anak Dinyatakan Hilang Terbawa Arus

- Redaksi

Saturday, 17 February 2024 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Putis Karena Banjir di OKU, 15 Anak Terbawa Arus-SwaraWarta.co.id (Sumber: Antar)

SwaraWarta.co.idBanjir yang melanda Desa Karang Agung, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menyebabkan 15 anak terbawa arus saat melintasi jembatan gantung setempat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gunalfi, Manager Pusdalops BPBD OKU, mengungkapkan bahwa intensitas hujan tinggi pada Jumat (16/2) merendam ratusan rumah penduduk di berbagai wilayah, dengan jembatan gantung di Desa Karang Agung putus akibat diterjang arus Sungai Ogan yang meluap.

Jembatan yang putus mengakibatkan beberapa anak terjatuh dan terseret ke sungai.

Beruntung, warga sekitar dengan alat seadanya berhasil menyelamatkan belasan korban, mencegah terjadinya korban jiwa.

Baca Juga :  Cocok untuk Ibu Rumah Tangga, Inilah Cara Berjualan di Bukalapak

Di Desa Karang Agung, fasilitas umum seperti masjid dan kantor desa juga mengalami kerusakan akibat banjir dengan ketinggian air mencapai 80 centimeter.

Kecamatan Baturaja Barat juga tidak luput dari dampak banjir, terutama di wilayah Tanjung Karangan.

Akses Jalan Lintas Sumatera tergenang air hingga 1 meter, mengganggu arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Tim BPBD OKU tengah melakukan peninjauan di lokasi banjir untuk membantu evakuasi warga ke dataran tinggi, dengan tujuan menghindari korban jiwa akibat bencana alam ini.

Seiring waktu, banjir mulai surut di beberapa wilayah.

Berdasarkan informasi hasil pendataan, sekitar 536 rumah warga Kabupaten OKU terdampak banjir dan terendam dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Baca Juga :  Pembukaan Kendang Restaurant, Restaurant Indonesia Pertama di Wina

BPBD OKU terus bekerja keras untuk memberikan bantuan dan koordinasi dalam upaya penanganan pasca-banjir.

Situasi ini menunjukkan urgensi penanganan bencana alam dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Keterlibatan warga sekitar dalam menyelamatkan korban merupakan contoh kepedulian sosial yang luar biasa di tengah situasi sulit.

Penting bagi pemerintah setempat untuk memperkuat infrastruktur, terutama jembatan dan saluran air, agar lebih tahan terhadap tekanan banjir.

Selain itu, pendidikan mengenai tindakan tanggap darurat dan evakuasi perlu ditingkatkan untuk memastikan keselamatan masyarakat di masa-masa sulit seperti ini.

Bencana alam juga memberikan tekanan pada fasilitas umum seperti masjid dan kantor desa.

Oleh karena itu, perencanaan pembangunan harus mempertimbangkan aspek ketahanan terhadap bencana untuk mengurangi kerugian dan mempercepat pemulihan.

Baca Juga :  Cara Cek Nama di Database BKN, Segera Ikuti Langkah-langkah ini!

Semoga bantuan dan koordinasi dari pihak berwenang dapat membantu warga yang terdampak banjir untuk pulih kembali.

Kita semua berharap agar langkah-langkah preventif dapat ditingkatkan, sehingga dampak dari bencana alam dapat diminimalkan dan masyarakat lebih siap menghadapinya.***

Berita Terkait

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap
Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!
Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK? Ini Fakta dan Aturan Terbarunya
Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus dan Keluarkan Lava Panas

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Monday, 7 September 2026 - 09:20 WIB

Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow

Sunday, 6 September 2026 - 12:07 WIB

Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!

Sunday, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Berita Terbaru

Jelaskan apa yang kamu tahu soal molding dan pekerjaan terkait molding

Pendidikan

Mengenal Molding: Pengertian, Jenis, dan Detail Pekerjaannya

Tuesday, 8 Sep 2026 - 11:15 WIB

Cara Pembagian Bersusun

Pendidikan

Cara Pembagian Bersusun Mudah dan Cepat untuk Anak Sekolah

Tuesday, 8 Sep 2026 - 06:00 WIB