Heboh Kondang Kusumaning Ayu Dicoblos Karena Cantik, Begini Tanggapan Pakar Unair

- Redaksi

Thursday, 15 February 2024 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kondang Kusumaning Ayu, Caleg DPD RI (Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Pemilihan Umum 2024 yang sedang berlangsung menarik perhatian banyak orang. Sebab ada sejumlah hal-hal unik yang mendadak viral di media sosial

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belakangan ini, ada video viral di TikTok yang menunjukkan banyak orang memilih caleg DPD RI dari Jawa Timur, Kondang Kusumaning Ayu, karena parasnya yang cantik.

Menanggapi fenomena tersebut, pakar politik gender dari Universitas Airlangga, Dr. Dwi Windyastuti Budi, mengatakan bahwa penggunaan aspek fisik cenderung menarik perhatian masyarakat. 

“Ini sudah dikonstruksi partai politik bahwa partai yang mengusung calon yang cantik pasti akan terpilih. Itu menggunakan fisiologis perempuan,” ujar Dr. Dwi Windyastuti Budi saat dihubungi awak media, Kamis (15/2). 

Baca Juga :  Snapchat Hadirkan Fitur Baru untuk Kreator, Siap Bersaing dengan TikTok dan Instagram

“Ini kemudian memperlihatkan perempuan sebagai supporting role, mungkin untuk suara partainya, daripada ada upaya memberdayakan perempuan di bidang politik,”Ujarnya

Namun, hal ini seharusnya tidak hanya dipakai untuk meraih suara, tapi juga harus diiringi dengan upaya pemberdayaan perempuan di bidang politik.

Terkait hal tersebut, Dr. Dwi mengatakan bahwa politik sering kali menunjukkan sisi maskulinitas, sehingga perempuan kadang dipilih hanya karena kecantikannya, meskipun kemampuannya tidak sekelas. 

Padahal, perempuan yang terjun ke politik juga memiliki potensi dan kemampuan yang bagus.

“Dunia politik ini lebih memperlihatkan arena yang sangat maskulin sehingga ketika pemilih melihat kecantikan, ia kemudian memilih itu. Berbeda kalau dari area feminitas akan yang akan melihat dari kemampuan para perempuan, bagaimana ia mendapatkan suara karena kemampuannya,” tutur Dwi

Baca Juga :  Max Verstappen dan Kelly Piquet: Kabar Bahagia dari Dua Keluarga Legendaris Balap

Oleh karena itu, masyarakat seharusnya tidak hanya memilih berdasarkan aspek fisik belaka, tapi juga mempertimbangkan visi, misi, serta rekam jejak para caleg. 

Hal ini penting agar pilihan yang terpilih dapat mewakili kepentingan rakyat dengan baik.

Pemilu menjadi sarana masuk ke dalam dunia politik, sehingga sebaiknya para caleg yang terpilih dapat mengembangkan kemampuan mereka di bidang politik agar mampu menampilkan kepentingan yang diinginkan oleh pemilihnya.

“Karena pemilu ini juga menjadi sarana entering to politics. Kalau yang dipilih di legislatif mampu mengembangkan kemampuannya di bidang politik sah-sah saja. Jangan sampai ketika memutus policy, undang-undang dia tidak bisa menampilkan kepentingan dipilih oleh pemilihnya,” pungkas Dwi.

Berita Terkait

Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!
Cek Fakta Terbaru: Apakah Rhoma Irama Meninggal Dunia atau Hanya Hoaks?
Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026: Langkah Lengkap, Syarat, dan Tips Lolos Seleksi
Purbaya Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Kenaikan Gaji PNS: Ini Fakta Lengkapnya
Cara Cek Desil Berapa: Panduan Lengkap untuk Mengetahui Status Kesejahteraan
Perkembangan Terbaru Pemeriksaan Febrie Adriansyah Terkait Dugaan Pencucian Uang
Apakah 18 Agustus 2026 Libur? Cek Faktanya Menurut SKB 3 Menteri
Cara Menurunkan Desil: Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Bansos

Berita Terkait

Monday, 17 August 2026 - 13:13 WIB

Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!

Monday, 17 August 2026 - 09:45 WIB

Cek Fakta Terbaru: Apakah Rhoma Irama Meninggal Dunia atau Hanya Hoaks?

Sunday, 16 August 2026 - 07:10 WIB

Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026: Langkah Lengkap, Syarat, dan Tips Lolos Seleksi

Sunday, 16 August 2026 - 05:45 WIB

Purbaya Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Kenaikan Gaji PNS: Ini Fakta Lengkapnya

Saturday, 15 August 2026 - 05:18 WIB

Cara Cek Desil Berapa: Panduan Lengkap untuk Mengetahui Status Kesejahteraan

Berita Terbaru

Kenapa Upacara tidak di IKN

Berita

Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!

Monday, 17 Aug 2026 - 13:13 WIB