Prosesi Sidang Minta Maaf Para Petugas KPK dalam Sidang Kasus Pungli Rutan KPK

- Redaksi

Monday, 26 February 2024 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Etik Petugas KPK Terlibat Pungli di Rutan-SwaraWarta.co.id (Sumber: Kompas)

SwaraWarta.co.id – Dalam sebuah prosesi sidang, sebanyak 78 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinyatakan bersalah dalam kasus pungli di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi ini mencapai puncaknya ketika para pegawai yang terbukti terlibat langsung menghadiri upacara permintaan maaf secara serentak di Gedung Juang KPK, Jakarta.

Dewan Pengawas (Dewas) KPK memimpin pelaksanaan putusan etik, di mana para pegawai yang dihukum berat membacakan permintaan maaf mereka.

Langkah ini diambil setelah Dewas menyatakan 90 pegawai KPK terlibat dalam skandal pungli di Rutan KPK.

Dari jumlah tersebut, 78 orang dihukum dengan sanksi berat berupa permintaan maaf terbuka, sedangkan 12 lainnya akan ditangani lebih lanjut oleh Sekretariat Jenderal KPK.

Baca Juga :  Macam-Macam Talak dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Hukum

Dalam pernyataannya, para pegawai yang terlibat mengakui melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Mereka mengaku menyalahgunakan jabatan, kewenangan, serta pengaruh sebagai anggota KPK untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Permintaan maaf itu tidak hanya mencakup penyesalan atas pelanggaran etik, tetapi juga janji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Proses permintaan maaf tersebut menjadi momen yang sangat diawasi dan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, anggota Dewas KPK, dan jajaran struktural KPK.

Cahya, dalam tanggapannya, menyampaikan prihatin dan dukacita atas hukuman etik yang dijatuhkan kepada insan KPK.

Dia menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan mematuhi nilai-nilai dasar KPK, seperti integritas, sinergi, keadilan, profesionalisme, dan kepemimpinan.

Baca Juga :  Jelaskan Pengaruh Perbedaan Tempat Tinggal Bagi Penduduk Indonesia?

Keputusan Dewas KPK ini menandai babak baru dalam sejarah KPK yang selama ini diakui sebagai lembaga anti-korupsi yang berperan krusial dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.

Meskipun memiliki reputasi tinggi, skandal ini mengguncang keyakinan publik terhadap keintegritasan lembaga tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa pemberantasan korupsi merupakan misi utama KPK, dan keterlibatan sejumlah besar pegawai dalam praktik pungli memberikan pukulan keras terhadap tujuan tersebut.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh insan KPK, dan Cahya menyampaikan harapannya agar peristiwa ini menjadi momentum pembelajaran yang mendalam.

Dewas KPK telah menetapkan sanksi berupa permohonan maaf terbuka sebagai bentuk teguran dan hukuman etik bagi para pegawai yang terlibat.

Baca Juga :  Bank Indonesia Peringatkan Bahaya Modus Pemalsuan Uang dengan Mutilasi

Sementara itu, 12 pegawai lainnya akan melalui proses pemeriksaan dan penyelesaian lebih lanjut.

Upacara permintaan maaf ini juga bertujuan untuk menjaga integritas dan moralitas organisasi serta memberikan contoh kepada seluruh pegawai KPK untuk selalu menjaga nilai-nilai yang menjadi landasan lembaga tersebut.

Peristiwa ini tidak hanya menyoroti tantangan internal yang dihadapi oleh KPK tetapi juga mengingatkan pada pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pertanggungjawaban dalam menjalankan tugas anti-korupsi.

Proses selanjutnya akan menjadi ujian bagaimana KPK mengelola dampak dari skandal ini dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya menjaga kebersihan dan keadilan di negeri ini.***

Berita Terkait

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”
Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026
Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru
Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Berita Terkait

Friday, 30 January 2026 - 15:01 WIB

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”

Thursday, 29 January 2026 - 15:40 WIB

Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Thursday, 29 January 2026 - 15:08 WIB

Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Berita Terbaru

Sebutkan Ciri-Ciri Teks Negosiasi yang Benar

Pendidikan

Sebutkan Ciri-Ciri Teks Negosiasi yang Benar

Monday, 2 Feb 2026 - 12:00 WIB

Mauro Zijlstra Semakin Dekat dengan Klub Persija Jakarta

Olahraga

Mauro Zijlstra Semakin Dekat dengan Klub Persija Jakarta

Monday, 2 Feb 2026 - 10:18 WIB