Arab Saudi Resmi Ajukan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

- Redaksi

Monday, 4 March 2024 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Arab Saudi (Dok. Istimewa)

 SwaraWarta.co.id – Arab Saudi sudah mengumumkan dirinya sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini terjadi setelah FIFA mengumumkan bahwa mereka adalah satu-satunya kandidat untuk menjadi tuan rumah. 

“Kampanye ini didukung oleh harapan dan impian 32 juta orang di Arab Saudi,” kata kepala unit penawaran SAFF, Hammad Albalawi, dalam sebuah pernyataan

Kampanye “Tumbuh Bersama” dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) sebagai bagian dari usaha mereka untuk mengajukan penawaran terbaik untuk FIFA. 

Target mereka adalah membuat negara mereka bangga dan memenuhi kepercayaan dari lebih dari 130 Anggota Asosiasi di seluruh dunia.

Baca Juga :  Imbas Longsor di Mateng, Akses Jalan Warga Terputus

“Tanggung jawab kami adalah mengajukan penawaran terbaik kepada FIFA, membuat negara kami bangga dan memenuhi kepercayaan yang diberikan kepada kami oleh lebih dari 130 Anggota Asosiasi di seluruh dunia yang mendukung penawaran kami,” imbuhnya

Arab Saudi melakukan investasi dalam sektor olahraga karena ingin memenuhi tujuan Visi 2030, pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk menjadikan negara tersebut sebagai pusat pariwisata, bisnis, dan olahraga. 

Barangkali yang paling terkenal adalah kemitraan strategis multi-tahun antara Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi dengan ATP, badan pengelola tenis putra, dan membeli klub Liga Utama Inggris Newcastle United. 

Namun, beberapa orang mengkritik investasi tersebut karena meredam kritik internasional terhadap catatan hak asasi manusia negara tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Semangat MABA, KAMMI UIN Banten Adakan Seminar Motivasi Kemahasiswaan

Arab Saudi pada awalnya tertarik untuk ikut serta dalam tender Piala Dunia 2030 bersama Mesir dan Yunani. 

Namun ide tersebut dibatalkan pada Juni, sehingga membuka jalan bagi pencalonan tiga benua yaitu Spanyol, Portugal dan Maroko, dengan tiga pertandingan di Amerika Selatan.

FIFA hanya “mengundang” negara-negara anggota konfederasi Asia dan Oseania untuk mengajukan permohonan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, sehingga mengesampingkan basis sepak bola tradisional. 

Indonesia sempat mempertimbangkan untuk mengajukan penawaran bersama dengan Australia, atau bahkan negara lain seperti Selandia Baru, Malaysia, dan Singapura. 

Namun pada 19 Oktober Indonesia memutuskan untuk mendukung pencalonan Arab Saudi. Australia juga ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, tetapi membatalkan niatnya setelah keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia mendukung Arab Saudi.

Berita Terkait

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!
Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?
VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Berita Terkait

Friday, 11 September 2026 - 15:56 WIB

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!

Thursday, 10 September 2026 - 09:04 WIB

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?

Wednesday, 9 September 2026 - 10:10 WIB

VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara pengkinian data JMO

Teknologi

6 Cara Pengkinian Data JMO dengan Mudah dan Cepat Tanpa Ribet

Friday, 11 Sep 2026 - 15:43 WIB