Pilot Smart Air Berhasil Selamat Usai Lambaikan Tangan ke Udara

- Redaksi

Monday, 11 March 2024 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Penemuan pilot smart air yang jatuh
( Dok. Istimewa)


SwaraWarta.co.id
– Tim Search and Rescue (SAR) dan patroli udara telah berhasil menemukan Kapten M Yusuf, pilot pesawat Smart Air yang jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapten Yusuf berhasil dipetik dari puing-puing pesawat di wilayah desa Binuang, kecamatan Krayan Tengah setelah 3 hari bertahan hidup di tengah hutan. 

“Ada lambaian tangan dari bawah, itu pada pukul 12.43 Wita,” kata Kapolsek Krayan Selatan Ipda Andi Iwan seperti yang dikutip dari detikcom, Minggu (10/3/2024).

Ini berkat lambaian tangan sang kapten yang memudahkan tim SAR menemukannya.

Pilot pesawat Smart Air jenis Pilatus tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Jumat (8/3) pukul 09.25 WITA dengan menumpang 1 orang teknisi bernama Deni S dan terbang dengan mengangkut sembako untuk warga hingga ke Desa Binuang, Krayan Selatan, Nunukan yang seharusnya tiba pada pukul 10.25 WITA.

Baca Juga :  Ditanya Soal Peluang Maju di Pilkada, Begini Respon Kaesang Pangarep

Namun sayangnya, selama perjalanan, pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Smart Aviation itu hilang kontak.

Kemudian sebuah tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara. 

Puing-puing pesawat berhasil ditemukan melalui patroli udara pada Sabtu (9/3) sore.

“Saat pencarian udara tersebut pada titik koordinat 03° 42.900′ N 115° 56. 538′ E terlihat ada tanda-tanda seperti puing bangkai pesawat di sekitaran Alur Subaka,” kata Iwan.

Saat evakuasi berlangsung melalui udara, personel tidak mampu menjangkau lokasi puing-puing pesawat sehingga evakuasi dilanjutkan pada Minggu (10/3). 

“Kalau kemarin titik koordinatnya sudah ditemukan memang cuman terhalang kendala kondisi alam,” ujarnya.

Tim SAR lanjut melakukan perjalanan darat ke lokasi tersebut dan sebagian personel disiapkan di puing-puing pesawat untuk menunggu penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga :  Inspiratif, Wanita Paruh Baya Ini Bagikan Ratusan Porsi Makan Gratis Sejak Covid 19

“(Tim SAR yang menempuh perjalanan darat) Tetap akan bergabung ke sana. Mungkin menunggu penyidikan KNKT,” tambah Iwan.

Kepala Kantor Basarnas Tarakan Syahril mengungkapkan bahwa petunjuk lokasi puing-puing pesawat juga terdeteksi berkat sinyal api yang dinyalakan oleh Kapten Yusuf. 

“Karena yang satu (pilot) masih bisa melambai tangan keluar dan membuat asap atau api,” beber Syahril kepada detikcom, Minggu (10/3).

Api unggun yang ditimbulkan dari sinyal api Kapten Yusuf membubung ke udara. Sebuah helikopter juga dikerahkan ke titik lokasi tersebut untuk melakukan evakuasi pada Minggu (10/3) pukul 16.22 WITA. 

Tim SAR berpacu dengan waktu karena kegelapan mulai menyelimuti hari tersebut.

Berita Terkait

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui
Fakta di Balik Hilangnya Akun Instagram Ahmad Dhani yang Gemparkan Jagat Media Sosial

Berita Terkait

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Saturday, 9 May 2026 - 10:26 WIB

Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek

Berita Terbaru