PT WIJAYA Merupakan Perusahaan Manufaktur Yang Mengalami Kesulitan Dalam Penyusunan Anggaran Karena Adanya Konflik Antara Manajemen Tingkat Atas

- Redaksi

Friday, 16 May 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Wijaya, perusahaan manufaktur ini menghadapi tantangan serius dalam penyusunan anggaran. Konflik antara manajemen tingkat atas dan karyawan operasional menjadi akar permasalahannya. Manajemen menginginkan pendekatan *top-down* demi efisiensi, sementara karyawan merasa terabaikan dan demotivasi.

Situasi ini memicu perilaku *myopic behavior*, di mana karyawan hanya fokus pada target jangka pendek, mengabaikan dampak jangka panjang bagi perusahaan. Akibatnya, pengambilan keputusan menjadi tidak strategis, inovasi terhambat, dan kualitas produk bisa menurun.

Memahami Myopic Behavior dan Dampaknya pada PT Wijaya

Myopic behavior atau perilaku miopia dalam konteks bisnis adalah kecenderungan untuk hanya fokus pada tujuan jangka pendek, mengorbankan kepentingan jangka panjang. Di PT Wijaya, ini terlihat dalam pemotongan biaya pemeliharaan demi mencapai target anggaran. Konsekuensinya, mesin rusak, biaya perbaikan membengkak, dan produksi terganggu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kurangnya fokus pada inovasi juga menjadi masalah besar. Perusahaan manufaktur membutuhkan inovasi untuk tetap kompetitif. Dengan tekanan target jangka pendek yang ketat, inovasi menjadi terabaikan. Dampaknya, PT Wijaya akan kehilangan daya saingnya di pasar.

Baca Juga :  Di Dalam Ka'bah Ada Apa? Mengungkap Misteri dan Keistimewaannya

Penurunan kualitas produk juga merupakan konsekuensi logis. Demi mengejar target produksi, standar kualitas seringkali diabaikan. Ini akan merusak reputasi perusahaan dan menyebabkan kerugian finansial jangka panjang.

Terakhir, tingkat pergantian karyawan (turnover) cenderung meningkat. Tekanan target yang tidak realistis dan kurangnya penghargaan menyebabkan ketidakpuasan karyawan, sehingga mereka memilih untuk pindah ke perusahaan lain. Hal ini menyebabkan hilangnya keahlian dan biaya rekrutmen yang tinggi.

Dampak Keterlibatan Karyawan dalam Penyusunan Anggaran

Kegagalan melibatkan karyawan operasional dalam proses penyusunan anggaran berdampak negatif pada motivasi mereka. Mereka merasa tidak dihargai, pendapat dan pengalaman mereka diabaikan.

Rasa tidak diakui ini menurunkan *sense of ownership*, membuat karyawan merasa anggaran dipaksakan dari atas. Motivasi intrinsik mereka pun menurun, sehingga mereka hanya bekerja sekadar memenuhi kewajiban, bukan karena rasa memiliki.

Baca Juga :  Kisah Nabi Syuaib dan Orang-Orang Madyan

Akibatnya, ketidakpercayaan terhadap manajemen tumbuh. Kesenjangan komunikasi dan kurangnya transparansi memperburuk hubungan kerja dan semangat tim. Situasi ini semakin diperparah jika target yang ditetapkan tidak realistis, karena karyawan operasional yang paling memahami tantangan di lapangan justru tidak dilibatkan.

Rekomendasi Penyusunan Anggaran: Pendekatan Partisipatif

Sebagai akuntan manajemen, saya akan merekomendasikan *participatory budgeting* (anggaran partisipatif) yang menggabungkan pendekatan *top-down* dan *bottom-up*. Ini akan menyeimbangkan efisiensi dan keterlibatan karyawan.

Langkah Implementasi:

  • Tahap Top-Down: Manajemen tingkat atas menetapkan visi, tujuan strategis jangka panjang, dan batasan anggaran besar.
  • Tahap Bottom-Up: Karyawan operasional memberikan masukan tentang kebutuhan, tantangan, dan estimasi biaya di tingkat unit kerja mereka.
  • Diskusi dan Negosiasi: Sesi kolaboratif antara manajemen dan karyawan untuk menyepakati target anggaran yang realistis.
  • Pemantauan dan Umpan Balik: Evaluasi berkala dengan melibatkan karyawan untuk penyesuaian target jika diperlukan.

Alasan Memilih Pendekatan Partisipatif:

Pendekatan ini meningkatkan motivasi dan rasa kepemilikan karyawan. Mereka merasa dihargai dan bertanggung jawab atas target yang disepakati. Target yang dihasilkan lebih realistis, karena didasarkan pada masukan langsung dari lapangan.

Baca Juga :  10 Keutamaan Surat Al Kahfi yang Patut Diketahui dan Juga Diyakini

Dengan demikian, konflik berkurang, *myopic behavior* diminimalisir, dan komunikasi antar manajemen dan karyawan menjadi lebih baik. Terciptalah lingkungan kerja yang suportif dan produktif.

Menangani Tantangan Implementasi:

Proses ini memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pendekatan *top-down*. Untuk mengatasinya, perusahaan dapat menggunakan software anggaran untuk mempercepat pengumpulan data dan analisis masukan dari karyawan.

Potensi konflik juga perlu diantisipasi. Untuk itu, sebaiknya ditetapkan mediator atau fasilitator independen untuk memastikan diskusi berjalan konstruktif dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Kesimpulannya, anggaran partisipatif adalah solusi yang efektif untuk mengatasi masalah di PT Wijaya. Dengan melibatkan karyawan, perusahaan dapat meningkatkan motivasi, mencapai target yang realistis, dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

Berita Terkait

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!
Bagaimana Cara Belut Berkembang Biak? Berikut ini Pembahasannya Secara Lengkap!
JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan
Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini
Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!
BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!
Mengapa Urban Farming Cocok Sebagai Awal Karier Green Jobs Bagi Milenial Kota? Begini Penjelasannya!
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 21 February 2026 - 14:51 WIB

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!

Saturday, 21 February 2026 - 14:37 WIB

Bagaimana Cara Belut Berkembang Biak? Berikut ini Pembahasannya Secara Lengkap!

Friday, 20 February 2026 - 21:04 WIB

JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan

Friday, 20 February 2026 - 09:42 WIB

Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Thursday, 19 February 2026 - 15:10 WIB

130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini

Berita Terbaru

Cara Membuat Bakso Sapi Kenyal

kuliner

Rahasia Dapur! Cara Membuat Bakso Sapi Kenyal dan Antigagal

Saturday, 21 Feb 2026 - 16:00 WIB