Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

- Redaksi

Monday, 3 August 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter

Mengapa Bahasa Indonesia Disebut Sebagai Bahasa yang Egaliter

SwaraWarta.co.id – Mengapa bahasa indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter? Bahasa Indonesia kerap dipuji sebagai salah satu bahasa paling inklusif di dunia.

Di tengah keanekaragaman suku dan budaya Nusantara, bahasa nasional kita hadir bukan sekadar sebagai alat komunikasi, melainkan juga simbol kesetaraan. Lantas, mengapa bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter?

Egaliter sendiri berarti bersifat merata, sederajat, atau tidak membeda-bedakan tingkatan sosial. Sifat ini melekat erat pada struktur gramatikal dan sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan Utama Bahasa Indonesia Sangat Egaliter

Berikut adalah faktor kunci yang menjadikan bahasa pemersatu ini begitu ramah dan setara bagi siapa saja penggunanya:

  1. Tidak Mengenal Tingkatan Bahasa (Unggah-Ungguh)

Berbeda dengan beberapa bahasa daerah seperti bahasa Jawa atau Sunda yang memiliki tingkatan halus (krama) dan kasar (ngoko) berdasarkan status sosial—bahasa Indonesia tidak menerapkan aturan tersebut.

Baca Juga :  Cara Bikin Teks Pidato Acara 17 Agustusan dengan ChatGPT: Praktis Tinggal Pakai!

Kata “makan” tetaplah “makan”, baik ketika diucapkan kepada seorang teman sebaya, anak kecil, maupun pejabat tinggi. Tidak ada perubahan kata kerja yang bergantung pada hierarki sosial.

  1. Struktur Tata Bahasa yang Sederhana dan Dinamis

Bahasa Indonesia tidak membebankan penggunanya dengan kerumitan gramatikal yang berlebihan:

  • Tanpa Gender (Jenis Kelamin): Berbeda dari bahasa Prancis atau Jerman, kata ganti seperti “dia” berlaku universal untuk pria maupun wanita.
  • Tanpa Konjugasi Waktu (Tenses): Kata kerja tidak berubah bentuk saat menjelaskan masa lalu, sekarang, atau masa depan. Cukup tambahkan kata keterangannya, seperti “kemarin” atau “besok”.
  1. Akar Sejarah dari Bahasa Melayu Pasar

Secara historis, bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu Lingua Franca atau Melayu Pasar. Sejak ratusan tahun lalu, bahasa ini digunakan oleh para pedagang antar pulau dari pelbagai latar belakang tanpa memandang kasta atau kelas ekonomi. Karakter yang fleksibel dan terbuka ini terbawa hingga diresmikan dalam Sumpah Pemuda 1928.

  1. Menghancurkan Sekat Sosial dan Kasta
Baca Juga :  Makam Panjang Trowulan : Pusat Wisata Mojokerto yang Tidak Boleh dilewatkan

Sifatnya yang netral membuat bahasa Indonesia mampu menjembatani perbedaan latar belakang etnis, budaya, dan strata ekonomi. Siapa pun memiliki hak tutur yang sama tanpa rasa canggung atau takut melanggar norma tata bahasa feodal.

Bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa yang egaliter karena tidak mengenal hierarki kasta, berstruktur inklusif, serta dirancang untuk merangkul semua kalangan secara setara. Sifat inilah yang menjadikannya fondasi terkuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia hingga saat ini.

Berita Terkait

Mengapa Pemilu dapat Dikatakan Sebagai Salah Satu Bentuk Penerapan Demokrasi? Begini Penjelasannya!
Apa Permasalahan Pembelajaran yang Nyata di Kelas Anda? Berikut ini Penjelasannya!
Seorang Guru Merancang Strategi Koding untuk Muridnya Namun Menyadari Bahwa Fasilitas Komputer di Sekolah Terbatas, Langkah Apa yang Paling Tepat Dilakukan pada Tahap Desain?
Mengapa Tim Anda Memilih Solusi-solusi Ini dan Apa Dampak yang Mungkin Ditimbulkannya Terhadap Kota, Masyarakat, dan Planet Ini?
Sebagai Seorang Pelajar SMP, Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Demokrasi di Indonesia? Berikut Penjelasannya!
Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!
Bagaimana Profesi yang Anda Emban Membantu Menyelesaikan Tantangan Lingkungan Kota Ini? Simak Penjelasannya!
Bagaimana Keseluruhan Tahapan dalam Acara Pemeriksaan Biasa Mulai dari Dakwaan, Pembuktian, Hingga Putusan Hakim Mencerminkan Prinsip Due Process of Law?

Berita Terkait

Thursday, 22 October 2026 - 14:20 WIB

Apa Permasalahan Pembelajaran yang Nyata di Kelas Anda? Berikut ini Penjelasannya!

Thursday, 22 October 2026 - 14:14 WIB

Seorang Guru Merancang Strategi Koding untuk Muridnya Namun Menyadari Bahwa Fasilitas Komputer di Sekolah Terbatas, Langkah Apa yang Paling Tepat Dilakukan pada Tahap Desain?

Tuesday, 20 October 2026 - 08:14 WIB

Mengapa Tim Anda Memilih Solusi-solusi Ini dan Apa Dampak yang Mungkin Ditimbulkannya Terhadap Kota, Masyarakat, dan Planet Ini?

Monday, 19 October 2026 - 14:54 WIB

Sebagai Seorang Pelajar SMP, Mengapa Kita Perlu Memahami Sejarah Demokrasi di Indonesia? Berikut Penjelasannya!

Sunday, 18 October 2026 - 11:33 WIB

Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!

Berita Terbaru