Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Fungsi Tulang Dada dan 6 Hal Umum Mengenai Tulang Ini

Tulang Dada
Tulang Dada - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Sternum, atau dikenal juga sebagai tulang dada, merupakan tulang pada tubuh manusia yang memiliki bentuk pipih panjang.

Fungsi Tulang Dada tentunya memiliki peran vital dalam melindungi organ bagian dalam, arteri penting, dan otot di dalam dada.

Fungsi utamanya adalah memberikan perlindungan bagi paru-paru, Jantung, serta bagian-bagian vital lainnya di dalam dada.


Fungsi Tulang Dada


Selain fungsi utama di atas, fungsi tulang dada juga berperan sebagai struktur penghubung antara tulang rusuk bagian atas di kedua sisi tubuh.


1. Melindungi Organ Vital di Bagian Dada


Berhubungan dengan posisinya yang berada tepat di atas jantung, tulang dada sangat rentan terhadap retakan atau patah saat melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR).

Hal ini bisa jadi disebabkan oleh tekanan yang diberikan ke bagian dada selama prosedur CPR yang intensif terlalu keras.

Kendatipun dari segi struktur merupakan tulang dengan ukuran yang relatif kecil, tulang dada memiliki peran yang besar dalam menjaga keamanan serta fungsionalitas organ-organ penting di dalam dada.

Gangguan yang terjadi pada tulang dada secara umum bisa mengakibatkan konsekuensi serius bagi kesehatan dan juga kehidupan seseorang, sehingga penting untuk memahami pentingnya perawatan dan pencegahan cedera pada tulang ini.

2. Struktur Tulang


Tulang Dada
Tulang Dada - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Sternum, atau yang sering disebut sebagai tulang dada, merupakan sebuah struktur tulang pipih panjang yang terletak di tengah-tengah batang bagian tubuh manusia.

Secara struktur susunan anatomi tubuh manusia, tulang dada tentunya memiliki peran penting dalam melindungi organ-organ vital yang ada di dalam dada, seperti paru-paru, jantung, dan pastinya sebagian besar pembuluh darah besar.

BACA JUGA: Fungsi Tulang Tengkorak, dan Fungsi Tulang-Tulang Lainnya di Sekitar Tengkorak

Anatomi tulang dada ini mencakup tiga bagian utama yang memiliki fungsi serta karakteristik yang sangat berbeda.

Bagian pertama disebut manubrium, merupakan bagian atas tulang dada yang berbentuk seperti segitiga dan terletak di atas.

Manubrium menjadi tulang penghubung tulang dada dengan tulang selangka dan tulang rusuk bagian pertama.

Pada bagian bawah manubrium akan bertemu dengan badan sternum dan juga merupakan tempat berakhirnya set tulang bagian rusuk kedua.

Badan sternum merupakan bagian tengah dan terpanjang dari tulang ini. Badan sternum memiliki fungsi sebagai sumbu utama bagi tulang rusuk bagian ketiga hingga ketujuh, yang terhubung ke tulang dada melalui tulang rawan.

Struktur tulang ini tentunya memberikan dukungan dan perlindungan bagi organ-organ vital bagian dalam dada, serta menyediakan titik pemasangan bagi otot-otot dada yang penting untuk sistem pernapasan tubuh.

Dan bagian terakhir adalah xiphoid process, merupakan bagian terbawah dari sternum.

Xiphoid process umumnya terdiri dari tulang rawan dan cenderung mengapur seiring dengan bertambahnya usia.

Meskipun berukuran kecil, xiphoid process memiliki peran penting dalam menahan otot-otot dada serta perut, dan juga menjadi titik pemasangan bagi beberapa otot yang terlibat dalam gerakan tubuh juga gerakan pernapasan.

BACA JUGA: Fungsi Tulang Belikat, Ciri, Serta Strukturnya

3. Dua Fungsi Kunci


Tulang Dada
Tulang Dada - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Tulang dada memiliki dua fungsi kunci yang begitu penting bagi tubuh manusia.

Fungsi kunci yang pertama, berfungsi sebagai pelindung, yang dilakukan bersama dengan tulang rusuk, tulang dada melindungi organ vital seperti jantung, paru-paru, dan pembuluh darah di dada.

Berhubungan dengan fungsinya sebagai pelindung, sehingga membuat tulang dada menjadi bagian integral dari sistem perlindungan tubuh.

Selain itu, tulang dada juga berperan dalam mendukung struktur tubuh.

Bisa juga sebagai titik koneksi untuk bagian lain dari kerangka tubuh, seperti tulang selangka dan sebagian besar tulang rusuk, tulang dada juga membantu menjaga integritas sistem kerangka.

Bukan hanya Itu tulang dada juga menjadi titik tempat terhubungnya beberapa otot dada dan perut bagian atas, yang pastinya memberikan dukungan dan stabilitas tambahan pada tubuh.

Kendatipun tidak terlibat langsung dalam sistem pergerakan yang terlihat pada dada atau batang tubuh, tulang dada memainkan peran pentingnya dalam gerakan pernapasan.

Tulang rawan yang menghubungkannya dengan tulang rusuk bisa memfasilitasi gerakan kecil yang terjadi saat setiap kali tubuh bernapas.

Setiap kali individu bernapas, maka paru-paru akan diisi dengan udara serta otot interkostal berkontraksi, hal ini tentunyavmemungkinkan ekspansi dada untuk memberikan ruang kosong yang diperlukan untuk fungsi pernapasan yang optimal.

BACA JUGA: Cara Meredakan Sakit Gigi dengan Bahan Alami, Sudah Pernah Mencoba?

5. Cidera yang Bisa Terjadi pada Tulang Dada


Tulang dada tentunya bisa terpengaruh oleh berbagai jenis cedera yang dialami, termasuk di dalamnya cedera pada skapula (tulang belikat), klavikula (tulang selangka), serta hernia.

Pada bagian atas tulang dada yang berhubungan dengan tulang selangka berperan penting untuk memungkinkan gerakan normal dan tentunya penggunaan otot tubuh.

Cedera pada tulang selangka tentunya  bisa berdampak buruk pada tulang dada dengan gejala yang dialami seperti pembengkakan, rasa sakit, atau bahkan suara kretek saat melakukan gerakan tertentu.

Sementara itu hernia atau ketegangan pada otot di daerah dada dan juga batang tubuh bisa menyebabkan nyeri, memar, dan rasa ketidaknyamanan pada area tulang dada.

Ketika tulang dada terpengaruh oleh cedera atau tekanan berlebih, hal ini bisa mengganggu pergerakan dan kenyamanan seseorang secara keseluruhan.

Oleh sebab itulah, penting untuk mengidentifikasi dan menangani fase cedera pada area tulang ini dengan tepat agar pemulihannya bisa berlangsung dengan baik dan mencegah komplikasi lebih lanjut lagi.

6. Masalah yang Bisa Terjadi pada Tulang Dada


Selain rentan terhadap patah tulang selama melakukan CPR, kecelakaan, ataupun cedera lainnya, tulang dada juga bisa mengalami beberapa masalah kesehatan yang beragam, seperti:

- Fraktur atau Patah tulang yang merupakan sebuah kondisi paling umum yang dapat mempengaruhi tulang dada.

Retakan pada tulang ini bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri yang terasa saat melakukan aktivitas lain semisal bernapas, batuk, termsuk juga tertawa, juga bisa disertai dengan kesulitan dalam bernapas.

- Kostokondritis, merupakan kondisi peradangan pada kartilago yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan yang Meningkatkan Kecerdasan Anak, Jangan Meremehkan Peran Bermain

Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan nyeri yang tajam serta menusuk pada tulang rusuk, kemudian akan menyebar ke lengan atau bahu dalam kasus yang lebih parah.

Gejala lainnya yang bisa saja terjadi termasuk kemerahan, kehangatan, serta disertai rasa nyeri tekan pada tulang rusuk dan tulang dada.

- Masalah pada Saluran Cerna, termasuk di dalamnya berupa sakit maag, tukak pada lambung, serta penyakit refluks gastroesofageal (GERD) yang bisa menyebabkan nyeri di daerah tulang dada.

Gangguan pada paru-paru seperti radang paru-paru dan bronkitis juga bisa memengaruhi kondisi tulang dada yang mengakibatkan ketidaknyamanan tambahan.

Masalah kesehatan ini tentunya menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan fungsi, bahkan bisa mempengaruhi kualitas hidup seseorang.


Dari penjelasan di atas tentu saja keberadaan tulang dada memiliki fungsi sangat penting untuk keberlangsungan organ lainnya, sehingga menjaga kesehatannya serta menjauhi dari kondisi cedera mutlak harus dilakukan.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.