Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Museum Seni Rupa dan Keramik beserta 500 Koleksi Penting yang Ada di Dalamnya

Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki sejarah yang kaya serta beragam dalam perannya sebagai salah satu landmark bersejarah di Jakarta.

Akan tetapi, perjalanan lanjutan gedung ini tidak berhenti di sana, tetapi masih ada perjalanan berikutnya yang menjadi rekam jejak sejarah-nya.

Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik


Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Berdasarkan catatan sejarah, ketika Jepang mulai menduduki Indonesia dan selama periode perjuangan merebut kemerdekaan, gedung ini pernah diubah menjadi asrama militer, hal ini tentunya menandakan pergeseran peran pentingnya dalam konteks sejarah nasional Indonesia.

Setelah masa pendudukan tersebut berakhir, pada tahun 1967, kemudian gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Gedung Kantor Walikota Jakarta, tentunya menegaskan fleksibilitasnya dan fungsi gedung dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.

Selanjutnya sejarah bergeser, pada tahun-tahun berikutnya, atau lebih tepatnya dari 1968 hingga 1975, gedung ini kemudian menjadi Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta, hal ini menandai titik balik lain dalam sejarah perjalanan gedung ini.

Kemudian Pada tanggal 20 Agustus 1976, dalam sebuah upacara yang diresmikan oleh Presiden Soeharto kala itu, gedung tersebut lalu diubah menjadi Gedung Balai Seni Rupa, menandakan perubahan fungsi yang signifikan dalam mendukung pengembangan seni dan budaya di ibu kota pada era tersebut.

Lantas pada tahun selanjutnya, atau lebih tepatnya pada tanggal 10 Juni 1977, Museum Keramik yang merupakan bagian integral dari kompleks ini kemudian diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin, selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu.

Hal ini tentunya menambah keberagaman koleksi dan fungsi gedung, serta memperkaya warisan budaya yang disajikan kepada masyarakat.

Pada tahun berikutnya, yakni dari tahun 1990 hingga sekarang, gedung ini terus melayani masyarakat sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik.

Hingga saat ini, peran serta fungsi gedung ini telah bertransformasi seiring perkembangan jaman, dari mulai sebagai pengadilan Belanda hingga museum seni dan budaya yang berpengaruh di Jakarta.

BACA JUGA: Museum Bahari: 4 Hal Menarik di Dalamnya Mulai dari Sejarahnya hingga Harga Tiket Masuknya

Sejarah ini tentunya sangat kaya dan beragam, setidaknya gedung ini mencerminkan perubahan zaman dan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat dari waktu ke waktu.

Sebagai salah satu pusat seni dan budaya yang penting di Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik tentu saja terus menjadi tempat yang menarik bagi para pengunjung dari berbagai latar belakang dan strata sosial.

Dengan sejumlah koleksi seni dan keramik yang cukup lengkap, serta berbagai program dan biasanya juga kerap diselenggarakan pameran secara berkala, gedung ini memainkan peran penting dalam mempromosikan apresiasi seni dan kebudayaan di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan mengikuti perkembangan zaman dan semangat untuk tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik terus menjadi titik fokus bagi para seniman, budayawan, dan para pengunjung yang tertarik untuk memahami dan menghargai kekayaan seni serta budaya Indonesia.

Secara umum, dengan demikian, gedung ini tidak hanya menjadi landmark fisik di tengah kota Jakarta, tetapi juga menjadikannya simbol keberagaman dalam kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dipromosikan untuk generasi mendatang, tentunya.


Koleksi Museum Seni Rupa


Museum Seni Rupa dan Keramik
Koleksi Lukisan Museum Seni Rupa - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki lebih dari 500 karya seni rupa dalam koleksinya.

Koleksi dari museum tersebut terdiri dari berbagai bahan dan juga teknik, seperti grafis, totem kayu, patung, sketsa, ada juga batik lukis.

Dari sekian benda, di antara koleksi tersebut, terdapat beberapa karya yang merupakan koleksi unggulan yang tentunya sangat penting di dalam sejarah seni rupa di Indonesia.

Sebagai informasi, ada beberapa karya unggulan yang dimaksud, di antaranya termasuk lukisan "Pengantin Revolusi" karya Hendra Gunawan.

Kemudian ada juga lukisan "Ibu Menyusui" karya pelukis Dullah, lalu lukisan "Bupati Cianjur" karya Raden Saleh, dan karya sang maestro lukis "Potret Diri" karya Affandi.

BACA JUGA: Museum Sumpah Pemuda, dan 5 Hal Unik yang Melatarbelakanginya

Bukan hanya itu, ada pula koleksi lainnya yang berupa karya seni tiga dimensi yang berupa patung-patung klasik tradisional Bali, totem kayu yang magis dan simbolis karya I Wayan Tjokot beserta keluarga.

Tidak pula ketinggalan ada karya-karya modern dari seniman-seniman kelas dunia seperti G. Sidharta, Oesman Effendi, Popo Iskandar, dan banyak tentunya masih banyak seniman lainnya.

Dengan keberagaman koleksi yang dimiliki oleh museum ini, tentunya sangat mencerminkan keberagaman seni rupa di Indonesia, tetapi juga dapat memperkaya pengalaman para pengunjung dalam memahami perkembangan serta nilai-nilai seni yang dimiliki oleh bangsa ini melalui koleksi-koleksinya yang masih terpelihara hingga saat ini.


Koleksi Keramik


Museum Seni Rupa dan Keramik
Koleksi Lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik - SwaraWarta.co.id (Sumber: Salsa Wisata)



Secara lebih terperinci, koleksi keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik tidak sekadar mencerminkan kekayaan seni dan budaya Indonesia semata, tetapi lebih dari itu juga menyajikan bentuk warisan budaya dari berbagai negara asing lainnya.

Bila dihitung-hitung, dengan lebih dari 500 karya, museum ini menjadi tempat yang sangat menarik perhatian bagi para pengunjung untuk menjelajahi dan mengetahui lebih jauh lagi berbagai bentuk, termasuk ciri, serta karakteristik keramik dari berbagai zaman dan berbagai tempat.

Secara umum, keramik lokal merupakan bagian integral dari koleksi museum, yang berasal dari berbagai sentra industri di seluruh Indonesia.

Koleksi ini diambil dari berbagai wilayah, mulai dari wilayah ujung Sumatera, Aceh hingga ke daerah Lombok, keramik lokal ini tentunya menampilkan kekayaan budaya serta keragaman seni dari berbagai daerah di negeri ini.

Setiap potongan keramik memiliki sejarah serta membawa cerita tersendiri dari mulai teknik pembuatannya, motif yang digunakan, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, menjadi sesuatu yang menarik untuk dipelajari.

Salah satu yang menarik dan menjadi sorotan dari koleksi keramik lokal yang ada di gedung ini adalah keramik dari zaman Majapahit yang pernah berjaya pada abad ke-14.

Keramik-keramik tersebut tentu saja menunjukkan kecakapan serta keahlian tangan-tangan pengrajin pada masa itu, lebih jauh mencerminkan kekayaan budaya dari masa lampau yang patut diapresiasi dan juga dilestarikan serta dipelajari oleh generasi masa sekarang dan juga generasi yang akan datang.

BACA JUGA: Museum Basoeki Abdullah dan 9 Hal Menarik di Dalamnya

Bukan hanya itu, selain keberadaan koleksi keramik lokal, museum ini juga menampilkan banyak koleksi keramik dari negara asing yang mencakup berbagai bentuk, ciri, juga gaya tampilan secara visual dari negara-negara seperti Asia Timur; China, Jepang.

Kemudian juga ada keramik yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, yakni Thailand, dan tidak ketinggalan koleksi keramik yang khas dari negara-negara Eropa.

Koleksi keramik dari negara asing ini juga ikut memperkaya pengalaman para pengunjung dengan membawa mereka dalam perjalanan sejarah yang melintasi benua dan juga perjalanan zaman, seraya memperkenalkan keberagaman budaya dari berbagai belahan dunia lainnya.

Sebagai catatan tambahan, dalam koleksi keramik asing, keramik yang berasal dari negara China sangat mendominasi dengan jumlah yang berlimpah, terutama dari masa keemasan Dinasti Ming dan Dinasti Qing.

Keramik-keraimik ini tentu saja tidak hanya memperlihatkan kecanggihan teknik dan cara pembuatan serta keindahan desainnya, tetapi juga sangat mencerminkan nilai-nilai kultural sejarah sejarah dari peradaban kuno China di masa lampau.

Para pengunjung bisa menelusuri perubahan gaya dan pola beserta teknik dalam pembuatan keramik tersebut dari masa ke masa, serta bisa memahami peran penting yang dimainkan oleh benda sekelas keramik dalam perdagangan dan hubungan diplomatik antarnegara di dunia.

Melalui koleksi keramiknya yang berlimpah, Museum Seni Rupa dan Keramik tentunya tidak hanya menjadi tempat untuk mengapresiasi keindahan seni, tetapi juga mampu menjadi sumber pengetahuan yang berharga untuk mempelajari sejarah, budaya, serta peradaban manusia.

BACA JUGA: Museum Taman Prasasti dan Aura Mistis yang Membersamainya

Para pengunjung sengaja diajak untuk memahami perjalanan panjang manusia dalam menciptakan dan menghargai benda keramik sebagai salah satu bentuk seni yang paling universal dan abadi.

Dengan fakta seperti ini, museum ini tentunya semakin nyata dalam menjadikannya tempat yang sangat penting dalam mempromosikan pemahaman lintas budaya serta dapat menginspirasi apresiasi terhadap kekayaan seni besertabudaya yang dimiliki oleh umat manusia.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.