Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Museum Tekstil Jakarta, Sejarah dan Koleksi yang Terdapat di Dalamnya

Museum Tekstil Jakarta
Museum Tekstil Jakarta - SwaraWarta.co.id (Sumber: Tourism Vaganza)


SwaraWarta.co.id - Salah satu museum bersejarah yang keberadaannya patut terus ada adalah Museum Tekstil Jakarta, yang merupakan sebuah museum yang gedungnya berlokasi di kawasan Jakarta Barat.

Museum Tekstil Jakarta, tepatnya berada di Kawasan Jalan K.S. Tubun, Palmerah, yang lokasi bangunannya berada tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Tanah Abang.

Keberadaan Museum Tekstil ini sangat menarik karena menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung yang ingin mempelajari lebih jauh sejarah dan juga dalam rangka menghargai kekayaan tekstil Indonesia.

Sesuai dengan namanya, museum ini tentunya berfokus pada semua hal yang berhubungan dengan tekstil.

Museum Tekstil Jakarta tentunya memiliki koleksi yang sangat kaya akan berbagai jenis kain tradisional, pakaian adat, serta kerajinan tekstil dari berbagai daerah di Indonesia.

Koleksi Museum


Koleksi-koleksi yang ada di dalamnya tidak hanya memperlihatkan keindahan dan keunikannya, tetapi juga berusaha untuk menceritakan kisah-kisah yang di dalamnya terkandung sejarah, seni dan Budaya, juga kehidupan masyarakat pada masa yang telah lampau.

Museum Tekstil Jakarta memiliki lokasi yang strategis di pusat kota Jakarta, oleh sebab itu makanya museum ini sangat mudah diakses oleh para pengunjung dari berbagai kalangan, sehingga tidak perlu khawatir kalau sampai tersasar.

Ketika mulai mengunjungi Museum Tekstil Jakarta, para pengunjung akan disambut oleh keberadaan bangunan yang sangat megah dan terawat dengan sangat baik.

Bangunan tempat museum ini berdiri tentunya menjadi bagian penting dari sejarah Jakarta dan tentunya menjadi tempat yang cocok untuk menyimpan dan memamerkan berbagai koleksi dari kekayaan budaya tekstil Indonesia.

Di bagian dalam museum, para pengunjung akan menjelajahi beberapa ruang pameran yang menyajikan banyak koleksi tekstil yang mengagumkan.

BACA JUGA: Museum Layang-Layang dan 9 Hal Menarik Bila Berkunjung ke Tempat Edukatif Ini

Koleksi tersebut terdiri dari kain tradisional dengan motif-motif khas berbagai daerah, hingga pakaian adat yang memukau.

Sebagai informasi, setiap artefak yang dipamerkan tentunya memiliki cerita dan makna tersendiri yang dapat dipelajari oleh pengunjung.

Ruang Pameran


Museum Tekstil
Museum Tekstil Jakarta - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Selain ruang pameran tetap, di Museum Tekstil Jakarta ini juga kerap diadakan pameran sementara serta kegiatan kultural lainnya yang tentunya menarik perhatian publik untuk didatangi.

Pameran sementara ini biasanya akan menampilkan karya-karya seniman tekstil kontemporer atau bisa juga mengusung tema-tema tertentu yang masih relevan dengan perkembangan tekstil di Indonesia era sekarang.

Tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan berbagai koleksi semata, Museum Tekstil Jakarta juga menjadi pusat pembelajaran dan penelitian tentang dunia pertekstilan.

Program-program pembelajaran seperti workshop tenun, seminar yang membahas perihal warisan tekstil, serta biasanya yang membahas soal kunjungan lapangan untuk pelajar sering diadakan di museum ini.

Hal seperti ini tentunya memberikan kesempatan bagi masyarakat umum secara luas untuk lebih mendalami serta mengapresiasi keindahan dan keberagaman budaya tekstil Indonesia.

Bukan hanya itu, Museum Tekstil Jakarta juga memiliki seksi toko suvenir yang menjual berbagai produk tekstil handmade dan merchandise terkait tekstil.

Hal ini tentu saja memungkinkan bagi para pengunjung untuk membawa pulang bagian-bagian kecil dari kekayaan budaya Indonesia untuk dijadikan kenang-kenangan dari kunjungan mereka itu.

Dengan dilaksanakannya berbagai kegiatan dan fasilitas yang ditawarkan, Museum Tekstil Jakarta ini menjadi destinasi wisata yang unik dan berharga bagi mereka yang ingin memahami dan menghargai warisan budaya tekstil Indonesia.

Memiliki peranan sebagai penjaga dan promotor kekayaan budaya, museum ini turut berkontribusi dalam melestarikan serta memperkenalkan warisan yang berharga bagi generasi masa kini dan juga generasi yang akan datang.

BACA JUGA: Museum Taman Prasasti dan Aura Mistis yang Membersamainya

Sejarah Museum Tekstil Jakarta


Museum Tekstil
Museum Tekstil Jakarta - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Dalam perjalanannya, Museum Tekstil Jakarta memiliki sejarah yang berharga.

Gedung yang kini menjadi museum tersebut pada mulanya merupakan rumah pribadi seorang warga negara berkebangsaan Perancis pada abad ke-19.

Kepemilikan gedung berubah tatkala Abdul Azis Almussawi Al Katiri, seorang Konsultan asal Turki membelinya.

Kemudian Pada tahun 1942, gedung tersebut dijual kepada Dr. Karel Christian Cruq.

Pasca pembelian terakhir, gedung tersebut mengalami berkali-kali perubahan kepemilikan dan penggunaannya sebelum akhirnya diubah menjadi Museum Tekstil Jakarta.

Semenjak itulah, museum ini telah menjadi ikon yang penting dalam memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya tekstil Indonesia.

Museum Tekstil Jakarta mengalami dinamika maju mundur sebelum seperti yang saat ini berdiri megah.

Secara resmi, tahapannya sebagai berikut:


- Pada tahun 1942, gedung tersebut berganti kepemilikan kepada Dr. Karel Christian Cruq.

Namun, perubahan besar dalam penggunaan gedung terjadi pada tahun 1947. 

- Pada tahun 1952, terjadi perpindahan kepemilikan lagi di mana Departemen Sosial membelinya untuk kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, kala itu.

- Perjalanan berikutnya, keberadaan gedung ini mencapai puncak dinamikanya pada tahun 1976, tepatnya pada tanggal 28 Juni, pada saat itu, bangunan gedung disahkan secara resmi oleh pemerintah sebagai Museum Tekstil.

BACA JUGA: Museum Basoeki Abdullah dan 9 Hal Menarik di Dalamnya

Sebagai upaya mencegah kehilangan warisan tekstil otentik asli asal Indonesia, Wastraprema atau Kelompok Pecinta Kain Tradisional Indonesia, kala itu diwakili oleh Ir. Safioen saat itu sebagai Dirjen Tekstil Departemen Perindustrian, mengusulkan pendirian sebuah museum tekstil.

Gubernur DKI Jakarta pada masa itu, yakni Bapak Ali Sadikin, memberikan dukungan penuh terhadap usulan ini.

Kenudian pada tahun 1998, Pemerintah Prov Jakarta mulai melakukan merenovasi bangunan dengan perluasan sejumlah areal Museum Tekstil.

Langkah-langkah ini tentunya kian  menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga, mempromosikan, serta melestarikan kekayaan tekstil Indonesia melalui pendirian dan pengembangan Museum Tekstil Jakarta.

Upaya Pengadaan Koleksi Tambahan


Museum Tekstil
Museum Tekstil Jakarta - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Sebagai catatan penting, Museum Tekstil Jakarta memilki sekitar 500 koleksi psda awal dibangun, yang tentunya sebagian koleksi tersebut diperoleh dari hasil sumbangan orang-orang Wastraprema.

Tapi kemudian dalam perjalanannya, jumlah koleksi museum sedikit demi sedikit bertambah.

Penambahan tersebut dari mulai adanya pembelian barang-barang tekstil yang dilakukan oleh institusi Dinas Museum dan Sejarah/Dinas Museum dan Pemugaran/Dinas Kebudayaan dan Permuseuman,

atau beberapanya merupakan hasil dari derma sumbangan yang berasal dari kalangan masyarakat yang mewakili individu ataupun perwakilan kelompok maupun komunitas.

Untuk aat ini, Museum Tekstil Jakarta menyimpan 1914 koleksi yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk kain batik, kain tenun, koleksi campuran, serta busana dan tekstil kontemporer.

BACA JUGA: Museum Sumpah Pemuda, dan 5 Hal Unik yang Melatarbelakanginya

Harga Tiket Masuk


Untuk tiket masuk Museum Tekstil Jakarta memiliki harga yang terjangkau, memungkinkan pengunjung dari berbagai kalangan untuk menikmati koleksi dan fasilitas yang ditawarkan.

Untuk dewasa, tiket masuknya adalah Rp 5.000, sementara mahasiswa dan pelajar dapat masuk dengan harga Rp 3.000.

Sementara untuk tiket anak-anak, hanya Rp 2.000 saja, tiket masuk yang murah tentunya menandakan bahwa museuk ini menjadi objek wisata edukatif yang sangat ramah anak dan ramah keluarga.

Jam Operasional Museum


Jam operasional Museum Tekstil Jakarta adalah dari Selasa hingga Minggu, dengan Senin libur, dimulai dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Dengan harga tiket yang terjangkau dan jam operasional yang luas, Museum Tekstil Jakarta memberikan kesempatan bagi masyarakat Jakarta dan pengunjung dari luar kota untuk mengeksplorasi dan menghargai kekayaan budaya tekstil Indonesia tanpa harus merasa terbebani secara finansial.

Hal ini juga memperkuat peran museum sebagai pusat pembelajaran dan pemahaman tentang warisan budaya Indonesia yang berharga.

Mengenal Museum Tekstil Jakarta beserta sejarah yang menyertainya tentu saja menjadi upaya kita dalam melestarikan keberadaan bangunan bersejarah yang kaya akan makna.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.