SELAIN MENGHASILKAN Produk Utama, PT Pantang Mundur juga Menghasilkan Produk Sampingan. Kos Bersama yang Terjadi pada Titik Pisah

- Redaksi

Monday, 9 June 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Pantang Mundur, selain menghasilkan produk utama, juga memproduksi produk sampingan. Ini merupakan fenomena umum dalam dunia industri, di mana satu proses produksi menghasilkan lebih dari satu jenis produk. Pengelolaan biaya produksi untuk produk utama dan sampingan sangat krusial bagi perhitungan laba, penetapan harga jual, dan pelaporan keuangan yang akurat.

Salah satu tantangan utama dalam akuntansi biaya adalah mengalokasikan biaya bersama (joint cost) yang terjadi hingga titik pisah (split-off point). Biaya bersama ini merujuk pada biaya yang dikeluarkan sebelum produk utama dan sampingan dipisahkan dalam proses produksi. Menentukan alokasi biaya bersama yang tepat sangat penting untuk menghitung pendapatan bersih masing-masing produk secara akurat.

Menghitung Pendapatan Bersih Produk Sampingan PT Pantang Mundur

Kasus PT Pantang Mundur memberikan contoh nyata tentang perhitungan pendapatan bersih produk sampingan. Berikut data yang tersedia:

  • Kos bersama pada titik pisah: Rp550.000.000
  • Biaya tambahan setelah titik pisah:
    • Produk utama: Rp175.000.000
    • Produk sampingan: Rp20.000.000
  • Nilai pasar akhir:
    • Produk utama: Rp1.200.000.000
    • Produk sampingan: Rp40.000.000
  • Biaya administrasi dan pemasaran:
    • Produk utama: Rp80.000.000
    • Produk sampingan: Rp0

Asumsi yang digunakan adalah hasil penjualan produk sampingan dianggap sebagai penghasilan di luar usaha, biaya administrasi dan pemasaran untuk produk sampingan adalah nol, dan metode alokasi nilai jual relatif digunakan.

Metode Alokasi Nilai Jual Relatif

Metode ini mengalokasikan biaya bersama berdasarkan proporsi nilai pasar akhir masing-masing produk. Total nilai pasar setelah titik pisah adalah Rp1.240.000.000 (Rp1.200.000.000 + Rp40.000.000).

Proporsi produk sampingan terhadap total nilai pasar adalah 3,226% (Rp40.000.000 / Rp1.240.000.000). Dengan demikian, alokasi biaya bersama untuk produk sampingan adalah Rp17.741.935 (0,03226 x Rp550.000.000).

Baca Juga :  Tips Memilih Program Studi di SNPMB 2025 agar Peluang Diterima Lebih Besar

Perhitungan Total Biaya Produk Sampingan

Total biaya produk sampingan dihitung dengan menjumlahkan alokasi biaya bersama, biaya tambahan setelah titik pisah, dan biaya administrasi dan pemasaran. Dalam kasus ini, total biayanya adalah Rp37.741.935 (Rp17.741.935 + Rp20.000.000 + Rp0).

Perhitungan Pendapatan Bersih Produk Sampingan

Pendapatan bersih produk sampingan dihitung dengan mengurangi total biaya produk sampingan dari nilai pasar akhir produk sampingan. Hasilnya adalah Rp2.258.065 (Rp40.000.000 – Rp37.741.935).

Pendekatan Perhitungan Pendapatan Bersih

Ada dua pendekatan utama dalam menghitung pendapatan bersih produk sampingan: pendekatan pendapatan kotor dan pendekatan pendapatan bersih. Pendekatan pendapatan kotor mengakui seluruh hasil penjualan sebagai pendapatan lain-lain, tanpa memperhitungkan biaya yang terkait. Pendekatan pendapatan bersih, yang lebih akurat, mengurangi semua biaya yang dapat ditelusuri ke produk sampingan dari pendapatan kotor.

Dalam kasus PT Pantang Mundur, pendekatan pendapatan bersih dengan metode alokasi nilai jual relatif dipilih, sesuai dengan praktik umum dalam akuntansi biaya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki gambaran yang lebih tepat tentang profitabilitas produk sampingannya.

Baca Juga :  Menurut Anda Metode Apa Saja Yang Tepat Bagi PT. Transjakarta Untuk Meminimumkan Risiko Kerugian?

Kesimpulan

Perhitungan pendapatan bersih produk sampingan penting untuk evaluasi kinerja perusahaan secara komprehensif. Dengan memahami dan menerapkan metode akuntansi biaya yang tepat, seperti metode nilai jual relatif, perusahaan dapat memaksimalkan nilai tambah dari seluruh produk yang dihasilkan, baik produk utama maupun produk sampingan. Informasi ini bermanfaat bagi mahasiswa akuntansi dan manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih efektif dan akuntabel.

Metode lain dalam mengalokasikan biaya bersama antara lain metode market value, metode physical measure, dan metode net realizable value. Penting untuk memilih metode yang paling tepat sesuai dengan karakteristik produk dan perusahaan.

Berita Terkait

JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan
Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini
Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!
BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!
Mengapa Urban Farming Cocok Sebagai Awal Karier Green Jobs Bagi Milenial Kota? Begini Penjelasannya!
Mengapa Kalian Harus Memiliki Jiwa Toleran Terhadap Orang Lain? Begini Alasannya!
Mengapa Manusia Bisa Tergelincir ke Tempat yang Serendah-rendahnya? Berikut Penjelasannya!
Tag :

Berita Terkait

Friday, 20 February 2026 - 21:04 WIB

JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan

Friday, 20 February 2026 - 09:42 WIB

Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Thursday, 19 February 2026 - 15:10 WIB

130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini

Thursday, 19 February 2026 - 15:03 WIB

Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!

Sunday, 15 February 2026 - 11:49 WIB

BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!

Berita Terbaru