Sejarah Baru TNI AU: Tiga Ksatria Udara Lanud Hasanuddin Catat Prestasi Emas Saat Terbang di Kokpit Jet Tempur Sukhoi

- Redaksi

Sunday, 14 September 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga penerbang Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, baru-baru ini menorehkan prestasi membanggakan bagi TNI AU. Prestasi tersebut meliputi pencapaian 2.000 jam terbang oleh seorang perwira senior dan penerbangan solo perdana oleh dua perwira muda di pesawat tempur Sukhoi.

Mayor Pnb Muh. Idris “Spartan” Kurniawan berhasil mencapai tonggak 2.000 jam terbang. Prestasi ini merupakan bukti dedikasi dan keahliannya yang luar biasa selama bertahun-tahun mengudara. Pencapaian ini bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan pelatihan, disiplin, serta jam terbang yang konsisten.

Sementara itu, Lettu Pnb M. Taufiq Ismail Pulungan dan Letda Pnb Laode Abdul Muis berhasil menyelesaikan penerbangan solo perdananya dengan pesawat tempur Sukhoi. Ini merupakan momen penting dalam karier mereka sebagai penerbang tempur, menandai kemandirian dan kemampuan mereka mengendalikan pesawat canggih tersebut. Penerbangan solo ini menuntut keberanian, ketepatan, dan penguasaan teknik penerbangan yang sempurna.

Upacara Penyematan Badge Kehormatan

Upacara penyematan badge kehormatan dilaksanakan di Shelter Skadron Udara 11 pada 10 September 2025. Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, memimpin upacara tersebut. Mayor Idris menerima Badge 2.000 jam terbang, sementara Lettu Taufiq dan Letda Laode menerima Badge Thunder Sierra.

Upacara ini dihadiri oleh para pejabat Lanud, teknisi, dan rekan-rekan penerbang. Acara ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi simbol pengakuan atas dedikasi, disiplin, dan pengorbanan para penerbang.

Pesan Komandan Lanud

Dalam sambutannya, Marsma Arifaini menekankan bahwa pencapaian 2.000 jam terbang dan penerbangan solo bukanlah kebetulan. Hal tersebut merupakan hasil dari integritas, kerja keras, dan konsistensi yang tinggi. Beliau juga berpesan agar para penerbang tidak cepat puas dan terus belajar serta berlatih untuk meningkatkan kemampuan.

Marsma Arifaini menyampaikan bahwa perjalanan seorang penerbang tempur adalah proses yang tak pernah berhenti. Mereka harus selalu siap menghadapi tantangan dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas. Hal ini merupakan inti dari semangat profesionalisme dan pengabdian kepada negara.

Baca Juga :  Viral Naik Rakit Bak Raja di Area Banjir, Dirut PUDM Angkat Bicara

Arti Penting Prestasi Ini Bagi TNI AU

Prestasi yang diraih oleh ketiga penerbang ini bukan hanya kebanggaan bagi Skadron Udara 11, tetapi juga untuk TNI AU dan seluruh Indonesia. Mereka menjadi contoh bagi penerbang muda lainnya untuk terus berjuang dan mencapai prestasi terbaik. Keberhasilan mereka juga menunjukkan kualitas pelatihan dan kemampuan personel TNI AU dalam mengoperasikan pesawat tempur canggih.

Ketiga penerbang ini adalah representasi dari jiwa-jiwa muda yang berdedikasi dan profesional. Mereka merupakan bagian dari kekuatan udara nasional yang selalu siap menjaga kedaulatan langit Indonesia. Keberanian dan keahlian mereka menjadi inspirasi bagi generasi penerbang berikutnya.

Sekilas Tentang Skadron Udara 11

Skadron Udara 11 merupakan salah satu skadron tempur andalan TNI AU yang bermarkas di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Skadron ini memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah udara Indonesia bagian timur. Skadron ini dilengkapi dengan pesawat tempur Sukhoi yang modern dan canggih, serta didukung oleh teknisi dan personel yang terampil.

Baca Juga :  PSK MiChat di Denpasar Ditemukan Tewas Telanjang

Sejarah Skadron Udara 11 sarat dengan prestasi dan pengabdian. Skadron ini telah berkontribusi besar dalam berbagai operasi militer dan latihan, baik dalam skala nasional maupun internasional. Para penerbang di Skadron Udara 11 dikenal dengan keahlian dan profesionalisme yang tinggi.

Pencapaian Mayor Idris, Lettu Taufiq, dan Letda Laode merupakan bukti nyata dari semangat juang dan profesionalisme tinggi yang dimiliki oleh para penerbang Skadron Udara 11. Kisah keberhasilan mereka akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerbang TNI AU di masa depan, untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Berita Terkait

Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!
Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional
VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya
Jaksa Agung ST Burhanuddin Tegaskan Perkara Guru Honorer di Jambi Akan Dihentikan
Jadwal Penukaran Uang Baru 2026: Syarat, Lokasi, dan Cara Pesan via PINTAR BI
BGN Pastikan MBG akan Tetap Beroperasi di Bulan Ramadhan
Tag :

Berita Terkait

Saturday, 24 January 2026 - 08:43 WIB

Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500

Saturday, 24 January 2026 - 07:10 WIB

Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Thursday, 22 January 2026 - 17:36 WIB

Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!

Thursday, 22 January 2026 - 15:01 WIB

Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional

Wednesday, 21 January 2026 - 11:35 WIB

VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya

Berita Terbaru

Cara Hitung Matrix Destiny

Pendidikan

Cara Hitung Matrix Destiny: Panduan Lengkap untuk Pemula

Sunday, 25 Jan 2026 - 13:02 WIB