Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Jelaskan Karakteristik Pengangguran di Indonesia? Simak Pembahasannya dengan Lengkap!

 

Karakteristik Pengangguran di Indonesia
Karakteristik Pengangguran di Indonesia


SwaraWarta.co.id – Kali ini kita mengulas pembahasan dari jelaskan karakteristik pengangguran di Indonesia yang perlu kita pahami bersama.

Fenomena pengangguran di Indonesia memiliki karakteristik yang unik dan kompleks.

Pemahaman mendalam mengenai karakteristik ini penting untuk merancang kebijakan yang tepat sasaran dalam mengatasi masalah pengangguran.

Artikel ini akan menjabarkan karakteristik utama pengangguran di Indonesia berdasarkan tingkat pendidikan, jenis kelamin, usia, dan wilayah.

Berikut ini karakteristik pengangguran di Indonesia:

1. Tingkat Pendidikan

Salah satu karakteristik mencolok dari pengangguran di Indonesia adalah korelasinya dengan tingkat pendidikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi terdapat pada kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal ini mengindikasikan ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, lulusan perguruan tinggi juga menghadapi tantangan dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi mereka.

2. Jenis Kelamin

Karakteristik pengangguran juga berbeda berdasarkan jenis kelamin. Secara umum, tingkat pengangguran perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor budaya dan sosial yang membatasi partisipasi perempuan di dunia kerja. 

Selain itu, perempuan juga cenderung memiliki beban ganda dalam mengurus rumah tangga dan bekerja, yang dapat menyulitkan mereka dalam mencari dan mempertahankan pekerjaan.

Baca juga: Jelaskan Sistem Pengolahan Tepat Waktu dengan Melihat Unsur-unsur yang Harus Dipertimbangkan

3. Usia

Usia juga menjadi faktor penting dalam karakteristik pengangguran di Indonesia. Tingkat pengangguran tertinggi terjadi pada kelompok usia muda, terutama lulusan baru.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman kerja dan persaingan yang ketat di pasar tenaga kerja. Selain itu, kelompok usia tua juga menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan baru jika mereka kehilangan pekerjaan sebelumnya.

4. Wilayah

Karakteristik pengangguran juga bervariasi antar wilayah di Indonesia. Tingkat pengangguran cenderung lebih tinggi di wilayah pedesaan dibandingkan perkotaan.

Hal ini disebabkan oleh terbatasnya lapangan kerja di pedesaan dan kurangnya akses terhadap informasi dan pelatihan kerja. Selain itu, beberapa provinsi di Indonesia memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya.

Oleh karena itu, karakteristik pengangguran di Indonesia sangat beragam dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Pemahaman mendalam mengenai karakteristik ini sangat penting untuk merancang kebijakan yang efektif dalam mengatasi masalah pengangguran.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, dan penciptaan lapangan kerja perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Selain itu, perlu juga adanya upaya untuk meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.

 

Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.