Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Perbedaan Antara Pancasila dengan Ideologi Komunisme

Perbedaan antara Pancasila dengan ideologi komunisme
Perbedaan antara Pancasila dengan ideologi komunisme 


SwaraWarta.co.id Perbedaan antara Pancasila dengan ideologi komunisme yang perlu teman-teman pahami.

Pancasila dan komunisme adalah dua ideologi yang memiliki perbedaan mendasar dalam prinsip dan penerapan.

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila, sedangkan komunisme adalah ideologi politik dan ekonomi yang mendasarkan pada teori Karl Marx.

Perbedaan antara Pancasila dengan Ideologi Komunisme:

1. Asal-Usul dan Filosofi Dasar

Pancasila, dirumuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia, mengakar pada nilai-nilai budaya dan sejarah Indonesia.

Lima silanya mencakup Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila menekankan harmoni, gotong royong, dan keadilan sosial.

Sebaliknya, komunisme berakar pada teori Karl Marx dan Friedrich Engels yang dituangkan dalam "Manifesto Komunis". Komunisme menekankan penghapusan kelas sosial melalui perjuangan kelas dan mengusulkan masyarakat tanpa kepemilikan pribadi, di mana semua alat produksi dimiliki bersama.

2. Pandangan Terhadap Agama

Pancasila menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama, menunjukkan penghormatan terhadap kepercayaan dan praktik agama. Indonesia sebagai negara berdasarkan Pancasila menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi seluruh warganya.

Komunisme, terutama dalam praktiknya di negara-negara seperti Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok, seringkali bersifat ateistik.

Agama dianggap sebagai "opium bagi rakyat" oleh Marx dan Engels, dan dalam beberapa kasus, negara-negara komunis memberlakukan kebijakan yang membatasi atau melarang praktik keagamaan.

3. Struktur Ekonomi dan Kepemilikan

Pancasila tidak mengesampingkan kepemilikan pribadi. Ekonomi Pancasila mengizinkan adanya sektor swasta bersama dengan sektor publik dalam kerangka ekonomi campuran.

Keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan merupakan tujuan, namun tanpa menghilangkan hak individu untuk memiliki dan mengelola properti.

Komunisme, di sisi lain, mengadvokasi penghapusan kepemilikan pribadi atas alat produksi. Segala sesuatu dimiliki oleh negara atau kolektif, dengan tujuan untuk menghilangkan eksploitasi dan kesenjangan sosial-ekonomi. Produksi dan distribusi didasarkan pada kebutuhan, bukan profit.

4. Sistem Pemerintahan

Pancasila mendukung sistem pemerintahan yang demokratis dengan prinsip musyawarah untuk mencapai mufakat. Ini tercermin dalam sila keempat yang mengedepankan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Komunisme cenderung menuju sistem pemerintahan otoriter. Dalam banyak negara yang menerapkan ideologi komunis, pemerintahan dipimpin oleh partai tunggal tanpa adanya oposisi, dan kontrol ketat diberlakukan terhadap media dan kebebasan berpendapat.

 

Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.