Pilu, Dua Siswi SD di Lombok Jadi Korban Pemerkosaan 5 Pria

Avatar

- Redaksi

Friday, 17 May 2024 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pemerkosaan (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Dua siswi SD di Lombok Utara yakni V dan M mengalami nasib pilu. Mereka diduga diperkosa secara bergilir oleh lima pria dalam sebuah pondok. 

Korban yang berusia 12 tahun masih duduk di kelas 6 SD. Kasus ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:

Terungkap! ini Dia Modus Pimpinan Ponpes Lombok saat Cabuli 5 Santriwati

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Lombok Utara Iptu I Wayan Cipta Naya juga membenarkan kasus tersebut dengan 5 pelaku yakni JA, S, SR, RH dan TM.

“Kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini diketahui pertama kali oleh orang tua korban,” ujar Cipta, Kamis (16/5). 

Baca Juga :  Rekomendasi Wisata Sejarah yang Bisa Dikunjungi dengan Anak-anak

Polisi berhasil menangkap kelima terduga pelaku dan saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

“Ada dua orang berusia 17 tahun. Mereka sudah diamankan, pada Jumat pekan lalu,” kata Cipta.

Pelaku dan korban ini sebenarnya berteman dan pelaku menggunakan alasan diberikan sejumlah uang sebagai modus operandi. 

Baca Juga:

Vina Sebelum 7 Hari : Sinopsis dan Kisah dibaliknya

“Hubungan pelaku dan korban ini adalah pertemanan. Modusnya memang diimingi sejumlah uang,” tegas Cipta.

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. 

Hukuman yang menjerat para pelaku didasarkan pada Pasal 81 Ayat (1) juncto Pasal 76 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Berita Terkait

HOS Cokroaminoto: Mengenal Si Raja Tanpa Mahkota Asal Ponorogo
Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Semarang Ditahan Terduga Korupsi
BMKG Peringatkan Puncak Suhu Dingin di Musim Kemarau Ini
Pelaku Penganiayaan di Jakarta Timur Ditangkap, Tes Urine Positif Methamphetamine
Evakuasi Lima Nelayan dari Lautan oleh Basarnas Kabupaten Natuna
Bayi Perempuan Dibuang di Surabaya, Benarkah Karena Faktor Ekonomi?
Teribat Kecelakaan Kerja, Pemagang Asal Jembrana Meninggal di Jepang
Diduga Jadi Korban Pemerkosaan, Finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Alami Trauma

Berita Terkait

Tuesday, 16 July 2024 - 22:36 WIB

HOS Cokroaminoto: Mengenal Si Raja Tanpa Mahkota Asal Ponorogo

Tuesday, 16 July 2024 - 19:10 WIB

Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Semarang Ditahan Terduga Korupsi

Tuesday, 16 July 2024 - 18:53 WIB

BMKG Peringatkan Puncak Suhu Dingin di Musim Kemarau Ini

Tuesday, 16 July 2024 - 18:41 WIB

Pelaku Penganiayaan di Jakarta Timur Ditangkap, Tes Urine Positif Methamphetamine

Tuesday, 16 July 2024 - 18:34 WIB

Evakuasi Lima Nelayan dari Lautan oleh Basarnas Kabupaten Natuna

Berita Terbaru

Bisnis

Budidaya Maggot yang Menjanjikan Keuntuntungan Besar

Tuesday, 16 Jul 2024 - 19:32 WIB