Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Apa Itu Nikah Mut’ah?

 

Apa Itu Nikah Mut’ah
Apa Itu Nikah Mut’ah


SwaraWarta.co.id Apa itu nikah mut’ah? Nikah mut'ah, atau yang lebih dikenal dengan istilah kawin kontrak, merupakan praktik pernikahan yang kontroversial dan menuai perdebatan di kalangan umat Islam.

Praktik ini melibatkan pernikahan antara seorang laki-laki dan perempuan dalam jangka waktu tertentu dengan mahar yang telah disepakati.

Setelah masa kontrak berakhir, pernikahan otomatis berakhir tanpa perlu adanya proses perceraian.

Dasar Hukum Nikah Mut'ah

Pendapat mengenai keabsahan nikah mut'ah sangat beragam di antara berbagai mazhab dalam Islam. Mazhab Syiah Imamiyah menganggap nikah mut'ah sebagai praktik yang sah dan memiliki dasar hukum dalam Al-Quran dan hadis.

Mereka berpendapat bahwa nikah mut'ah pernah dipraktikkan pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, namun kemudian dilarang oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Sementara itu, mayoritas ulama dari mazhab Sunni menganggap nikah mut'ah sebagai praktik yang haram dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam.

Mereka berpendapat bahwa pernikahan seharusnya bersifat permanen dan bertujuan untuk membangun keluarga yang kokoh, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan seksual semata.

Argumen Pro dan Kontra Nikah Mut'ah

Para pendukung nikah mut'ah berpendapat bahwa praktik ini memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Memenuhi kebutuhan biologis: Nikah mut'ah dianggap sebagai solusi bagi individu yang belum siap untuk menikah secara permanen, namun memiliki kebutuhan biologis yang perlu dipenuhi secara halal.
  • Mencegah zina: Nikah mut'ah dianggap sebagai alternatif yang lebih baik daripada zina, karena dilakukan dengan akad nikah yang sah dan memenuhi syarat-syarat pernikahan dalam Islam.
  • Memberikan perlindungan hukum: Nikah mut'ah memberikan perlindungan hukum bagi perempuan, karena mereka memiliki hak atas mahar dan nafkah selama masa kontrak berlangsung.

Namun, praktik nikah mut'ah juga menuai banyak kritik dari para penentangnya, di antaranya:

  • Merendahkan martabat perempuan: Nikah mut'ah dianggap sebagai bentuk eksploitasi terhadap perempuan, karena mereka hanya dijadikan sebagai objek pemuas nafsu semata.
  • Merusak tatanan keluarga: Nikah mut'ah dianggap dapat merusak tatanan keluarga, karena pernikahan seharusnya bersifat permanen dan bertujuan untuk membangun keluarga yang harmonis.
  • Menyebabkan masalah sosial: Nikah mut'ah dapat menimbulkan masalah sosial, seperti anak yang lahir tanpa ayah yang jelas dan perempuan yang kesulitan untuk menikah lagi setelah masa kontrak berakhir.

Nikah mut'ah merupakan isu yang kompleks dan membutuhkan kajian yang mendalam dari berbagai perspektif. 

Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai keabsahannya, penting bagi umat Islam untuk memahami dasar hukum dan argumen yang mendukung maupun menentang praktik ini.

Keputusan untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan nikah mut'ah merupakan hak individu, namun harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab.

 

Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter