| Mulut kucing (Dok. Ist) |
swarawarta.co.id – Penyebab bau mulut pada kucing harus diketahui dengan jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Biasanya beberapa orang memilih membawa ke dokter untuk mengetahui penyebab Bau mulut pada kucing.
Berikut ini sejumlah penyebab bau mulut pada kucing yang wajib diketahui:
Penyebab utama mulut kucing berbau yang tidak sedap adalah karena adanya sisa makanan yang menempel di gigi.
Baca Juga: Jenis Kucing Berbulu Pendek yang Bisa Jadi Hewan Peliharaan, Dijamin Bikin Gemas!
Jika sisa makanan tersebut tidak dibersihkan, maka ia dapat membusuk dan memicu pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan terbentuknya plak gigi. Akibatnya, mulut kucing dapat berbau.
Infeksi gigi pada kucing biasanya disebabkan oleh plak gigi yang tidak dibersihkan, sehingga terbentuk karang gigi.
Baca Juga: Cara Merawat Ayam Birma, Setelah Ini Pasti Lincah!
Karang gigi yang tidak diobati bisa menyebabkan masalah gigi, seperti tumpukan nanah di akar gigi, gigi berlubang, dan gigi patah.
Selain gigi, penumpukan plak dan karang gigi juga dapat menyebabkan radang gusi. Kuman yang tumbuh di gigi yang kotor dapat menyebar ke gusi dan menyebabkan gusi meradang.
Jika tidak diobati, radang gusi dapat menyebabkan gigi goyang bahkan tanggal. Gejala lainnya meliputi bau mulut kucing, gusi memerah, berdarah, bengkak, dan terasa nyeri.
Stomatitis pada kucing juga dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat infeksi feline immunodeficiency virus, feline leukemia virus, dan calicivirus. Selain itu, stomatitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dari plak atau karang gigi yang menumpuk.
Baca Juga: Jenis Kelinci Pedaging yang Cepat Besar, Jangan Sampai Salah Pilih Ya!
Stomatitis ditandai dengan peradangan pada rongga mulut kucing, termasuk langit-langit mulut, bagian dalam pipi, gusi, lidah, dan bibir. Akibatnya, mulut kucing akan terlihat bengkak, memerah, berdarah, sariawan, dan terasa nyeri.
Bau mulut yang tidak sedap juga dapat menjadi tanda infeksi pernapasan pada kucing, terutama pada anabul.
Baca Juga: Perbedaan Kelinci Jantan dan Betina Masih Bingung? Buruan Cek Ini
Infeksi dapat disebabkan oleh feline herpesvirus dan feline calicivirus yang lebih sering menyerang kucing yang belum divaksinasi. Gejala lainnya meliputi bersin-bersin, hidung meler, batuk, mata belekan, demam, dan nafsu makan berkurang.
Bau mulut kucing yang manis, seperti buah, dapat menjadi tanda bahwa kucing menderita diabetes.
Anabul yang menderita diabetes juga dapat mengalami gejala lain, seperti sering tidur, minum lebih banyak dan buang air kecil lebih sering, serta banyak makan tetapi kehilangan banyak berat badan.
Bau mulut kucing juga dapat menjadi tanda anabul menderita penyakit ginjal. Pada kucing yang menderita penyakit ini, mulutnya akan berbau pesing, seperti urine.
Gejala lainnya dapat meliputi lemas, berat badan berkurang, buang air kecil lebih sering, dan minum lebih banyak.
Gangguan pada liver anabul dapat ditandai dengan bau mulut yang tidak sedap.
Gangguan ini juga dapat dilihat dari warna putih mata, kulit, telinga, dan gusi kucing yang menguning. Gejala lainnya meliputi anabul lebih banyak tidur, hilangnya nafsu makan, muntah, dan diare.
SwaraWarta.co.id - Veda Ega Pratama semakin menjadi sorotan dunia balap internasional. Penampilan impresif pembalap asal Gunungkidul…
SwaraWarta.co.id - DANA telah menjadi salah satu aplikasi dompet digital paling populer di Indonesia berkat…
SwaraWarta.co.id - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan Ramadan, umat Muslim disambut dengan bulan…
SwaraWarta.co.id - Setelah merayakan kemenangan di hari raya Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah…
SwaraWarta.co.id - Momen hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha selalu dipenuhi dengan kehangatan silaturahmi.…
SwaraWarta.co.id - Hasil veda ega pratama Moto3 di Brasil pada seri kedua Moto3 2026 mencatatkan babak…