Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi, Bunda Jangan Sampai Salah ya!

Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi, Bunda Jangan Sampai Salah ya!
Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi (Dok. Ist)


SwaraWarta.co.id - Tidur bayi merupakan kebutuhan penting bagi bayi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan. 

Baca Juga:

Cara Terapi Anak Autis di Rumah, Terapkan Mulai Sekarang!

Namun, seringkali orang tua bingung tentang posisi tidur bayi yang benar. Bagaimana seharusnya bayi harus tidur dan apa yang harus dihindari?

Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi

Jika posisi tidur bayi salah maka dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Berikut beberapa posisi tidur yang baik untuk bayi, yakni:

1. Posisi Terlentang 

Pertama dan paling penting, menidurkan bayi telentang adalah posisi tidur yang paling disarankan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). 

AAP merekomendasikan agar bayi tidur telentang hingga usia satu tahun untuk mencegah risiko kematian bayi mendadak (SIDS). 

Masih banyak kejadian SIDS yang terjadi di banyak negara, namun di daerah yang sudah menerapkan aturan tidur telentang pada bayi, angka kematian bayi karena SIDS menurun drastis.

Baca Juga:

Jelaskan Mengapa Pengelolaan Kinerja Guru di PMM Bisa Dikatakan Lebih Ringkas, Lebih Relevan dan Lebih Berdampak?

Selain mencegah risiko SIDS, tidur telentang juga membantu mencegah tersedak pada bayi. 

Saat bayi tidur telentang, hal ini membantu bayi lebih mampu membersihkan saluran udara mereka. 

Orang tua yang khawatir tentang kepala bayi yang bisa menjadi peyang saat tidur telentang, bisa mengatasi hal ini dengan memindahkan posisi kepalanya sedikit menoleh ke kiri atau kanan tiap 1-2 jam.

Namun, beberapa orang tua mungkin memiliki kekhawatiran tentang posisi kepala bayi yang bisa menjadi peyang saat tidur telentang. 

Untuk mencegah ini, biasakan memindahkan posisi kepala bayi setiap 1-2 jam ke sisi kanan atau kiri.

2. Posisi Tengkurap 

Sementara itu, posisi tidur tengkurap atau membaringkan bayi diatas perut harus dihindari. 

Posisi tidur ini dapat meningkatkan risiko terjadinya SIDS, terutama pada bayi yang leher dan otot pernapasannya masih lemah.

Namun, ketika bayi sudah berusia 5 bulan ke atas dan leher serta otot pernapasannya sudah cukup kuat, posisi tidur tengkurap bisa diperbolehkan, namun tetap harus dalam pengawasan orang tua ketat.

3. Posisi Menyamping

Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi, Bunda Jangan Sampai Salah ya!
Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi (Dok. Ist)

Beberapa orang tua mungkin juga berpikir bahwa posisi tidur menyamping bisa mencegah muntah dan refluks pada bayi. 

Namun, AAP menyatakan bahwa posisi tidur menyamping tidak memberikan manfaat bagi bayi dan bisa meningkatkan risiko tersedak. 

Baca Juga:

Ragam Trik dan Tips agar Bayi Mau Minum Asi Banyak, Nomor 7 Sering diabaikan

Oleh karena itu, ketika bayi berubah posisi saat tidur, kita harus mengembalikan posisi bayi ke tidur telentang.

Mana Posisi Tidur yang Paling Baik untuk Bayi?

Kesimpulannya, posisi tidur telentang merupakan posisi tidur yang paling direkomendasikan untuk bayi hingga usia satu tahun. 

Selain mencegah SIDS, tidur telentang juga membantu mencegah tersedak pada bayi. Dalam hal ini kita bisa memindahkan posisi kepala bayi tiap beberapa jam ke samping kanan atau kiri. 

Baca Juga:

Cara Mengajari Anak Membaca Tanpa Mengeja, Terapkan Mulai Sekarang!

Tidur tengkurap dan tidur menyamping harus dihindari jika bayi masih lemah pada leher dan otot pernapasannya.

Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.