Potret Mama Ghufron (Dok. Ist)
SwaraWarta.co.id Ceramah Muhammad Ghufron Al Bantani, yang akrab disapa Mama Ghufron, menjadi viral di media sosial dan mengundang banyak kontroversi.
Dalam ceramahnya, ia mengklaim dapat berbicara dengan semut, jin, dan malaikat, serta menguasai Bahasa Suryani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Heboh! Penceramah Mama Ghufron Ngaku Bisa Bahasa Jin dan Semut
Meskipun ia telah meminta maaf, Pernyataan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebutnya “halu” atau tidak realistis.
Ahmad Fahrur Rozi, Ketua PBNU Bidang Keagamaan, meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan klaim Mama Ghufron, terutama tentang bahasa semut dan jin.
Ia menegaskan bahwa Mama Ghufron tidak pernah membaca Al-Qur’an atau kitab-kitab lainnya, dan menyatakan bahwa Bahasa Suryani yang disebutnya tidak ada.
“Jangan terpincut ya, itu kan menurut saya bukan kiai. Mana pernah dia baca Al-Qur’an? Mana pernah dia baca kitab? Terus dia bilang Bahasa Suryani, itu bohong. Nggak ada bahasa suryani maqoli maqoli itu. Saya ini ya ngaji juga, Bahasa Suryani itu ada tapi nggak ada yang berbunyi maqoli,” kata Gus Fahrur, Sabtu (20/7).
Menurut Gus Fahrur, apa yang dilakukan Mama Ghufron justru membingungkan masyarakat. Ia menganggap ajaran yang disampaikan malah merugikan, bukannya memberikan pencerahan.
“Menurut saya itu pembodohan, saya kira orang harus tahu dan ini nggak boleh lah, ini membuat suatu kegaduhan bicara sama semut sama setan, tapi bahasanya sama. Kan lucu, bahasanya cacing sama semut sama malaikat, sama hujan kok maqoli semua. Ini apa belum nemu yang lain, makanya saya katakan masyarakat jangan mudah terpincut orang yang berpenampilan aneh-aneh,” bebernya
Ia juga menyebutkan bahwa banyak orang yang mengaku memiliki kemampuan aneh, dan masyarakat harus lebih kritis terhadap hal-hal tersebut.
Gus Fahrur mendorong masyarakat untuk mengikuti ajaran ulama yang benar dan mempelajari agama Islam dari sumber yang jelas. Ia menekankan pentingnya tidak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang tampil aneh.
“Ini seringkali begini, kemarin hari raya ada yang ngaku telpon Tuhan, sebelumnya ada Samsudin Jadab, Kanjeng Dimas. Masyarakat kita ini jangan mudah terpengaruh aneh-aneh, ngaku aneh-aneh,” tambahnya
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang juga menyatakan bahwa ceramah Mama Ghufron menyimpang dari ajaran Islam.
MUI Malang menemukan 10 poin penyimpangan dalam ceramahnya, termasuk pengingkaran terhadap rukun Islam dan Iman.
Baca Juga:Sempat Viral di Medsos, Mama Ghufron Sampaikan Permintaan Maaf
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada klaim yang tidak jelas.
“Menemukan penyimpangan 10 poin. Dari 10 itu dilihat, dicek videonya, dicocokkan dengan videonya cocok atau enggak,” kata Fadhol, Jumat (19/7)
SwaraWarta.co.id - Veda Ega Pratama semakin menjadi sorotan dunia balap internasional. Penampilan impresif pembalap asal Gunungkidul…
SwaraWarta.co.id - DANA telah menjadi salah satu aplikasi dompet digital paling populer di Indonesia berkat…
SwaraWarta.co.id - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan Ramadan, umat Muslim disambut dengan bulan…
SwaraWarta.co.id - Setelah merayakan kemenangan di hari raya Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah…
SwaraWarta.co.id - Momen hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha selalu dipenuhi dengan kehangatan silaturahmi.…
SwaraWarta.co.id - Hasil veda ega pratama Moto3 di Brasil pada seri kedua Moto3 2026 mencatatkan babak…