Kuasa Hukum Pegi Setiawan Tuntut Ganti Rugi Ratusan Juta Rupiah kepada Polda Jabar

Utep Sutiana

- Redaksi

Monday, 8 July 2024 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id Kuasa hukum Pegi Setiawan telah mengajukan gugatan ganti rugi yang totalnya mencapai ratusan juta rupiah kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat ( Polda Jabar ).

Hal itu, setelah gugatan praperadilan yang diajukan kliennya dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Toni RM, Kuasa Hukum Pegi Setiawan , menjelaskan bahwa kerugian yang dituntut mencapai sekitar Rp175 juta, termasuk dua sepeda motor yang ditahan oleh Polda Jabar dan pendapatan bulanan kliennya sebagai biaya pemeliharaan bangunan yang dipotong selama tiga bulan.

Toni menjelaskan bahwa selama pegi ditahan, ia kehilangan penghasilan yang merupakan sumber utama untuk kebutuhan hidup keluarganya.

Menurut Toni, pekerjaan Pegi sebagai kuli bangunan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan kedua adiknya.

Selama masa penahanan, Pegi kehilangan pendapatan, sehingga tim penasihat hukum berencana untuk mengajukan gugatan ganti rugi.

Toni juga menambahkan bahwa keluarga Pegi merasa malu dengan penetapan tersangka tersebut.

Baca Juga :  Diduga Chat Mesum dengan Mahasiswi, Wakil Dekan FKIP UMS Solo Mendadak Viral

BACA JUGA: Gempa Bumi di Batang, Tiga Kecamatan Terdampak

Selain itu, mereka meminta Polda Jabar untuk mengumumkan bahwa kliennya sudah tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Kuasa Hukum Pegi Setiawan Tuntut Ganti Rugi Ratusan Juta

Toni mengatakan bahwa mereka akan berdiskusi dengan tim pengacara untuk mengajukan gugatan ganti rugi.

Ia juga menegaskan putusan rehabilitasi menyatakan bahwa penyidik ​​Polda Jabar harus mengumumkan ke publik. Bahwa Pegi tidak lagi berstatus sebagai tersangka.

Sebelumnya, Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Bandung, Eman Sulaeman, mengajukan gugatan sidang praperadilan yang diajukan Pegi Setiawan terhadap Polda Jabar.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Eman menyatakan bahwa proses penetapan Pegi sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Rizky pada tahun 2016 oleh Polda Jabar tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak sah menurut hukum.

Eman menegaskan bahwa tindakan Polda Jabar dalam menetapkan Pegi sebagai tersangka pembunuhan berencana adalah tidak sah dan tidak berdasarkan hukum.

Baca Juga :  DPD PDIP Sebut Tak Akan Dukung Bobby Nasution di Pilkada Mendatang

Status Tersangka Pegi Setiawan dihapuskan

Dalam putusan tersebut, dinyatakan bahwa proses penetapan tersangka terhadap Pegi Setiawan harus dibatalkan demi hukum.

Pegi Setiawan melalui tim kuasa hukumnya merasa dirugikan secara materiil dan immaterial selama masa penahanan yang tidak sah tersebut.

BACA JUGA: Cemarkan NU dan GP Ansor, Pemilik Akun FB Melly Itoe Angie Dilaporkan ke Polisi

Kerugian materi yang dituntut meliputi kehilangan sepeda motor dan pendapatan bulanan yang berhenti selama tiga bulan.

Toni menambahkan bahwa pendapatan sebagai biaya bangunan yang diperoleh sangat penting bagi keluarganya, termasuk untuk membiayai pendidikan adik-adiknya.

Keluarga Pegi juga mengalami rasa malu dan tekanan sosial akibat penetapan tersangka yang tidak sah tersebut.

Oleh karena itu, Toni dan tim jaksa berencana untuk mengajukan gugatan ganti rugi dan meminta Polda Jabar untuk mengumumkan bahwa Pegi sudah tidak berstatus sebagai tersangka.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Kunjungi Pembangunan Hotel Bintang Lima di IKN

Mereka berharap agar pihak berwenang memperbaiki nama baik Pegi dan memberikan kompensasi atas kerugian yang dialaminya selama masa penahanan.

Dalam putusannya, Eman Sulaeman menyatakan bahwa tindakan Polda Jabar dalam menetapkan Pegi sebagai tersangka pembunuhan berencana tidak sah dan harus dibatalkan demi hukum.

Proses penetapan tersebut dinilai tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, sehingga seharusnya tidak sah.

Dengan adanya putusan ini, Pegi Setiawan dan tim kuasa hukumnya berharap dapat memperoleh keadilan dan mengganti kerugian atas kerugian yang telah dialami.

Kasus ini menjadi sorotan publik, dan tim kuasa hukum Pegi Setiawan berusaha keras untuk memperjuangkan hak-hak kliennya yang telah dirugikan.

Mereka juga menuntut agar Polda Jabar memberikan pengumuman resmi terkait status Pegi yang tidak lagi sebagai tersangka, guna memulihkan nama baik dan reputasi kliennya di mata masyarakat.***

Berita Terkait

Langkah-Langkah Memilih Sekolah Internasional yang Tepat
Residivis Narkoba di Surabaya Ditangkap Polisi, 200 Gram Sabu Diamankan
Jadi Korban Pengintipan saat Mandi, Perempuan di Denpasar Buka Suara
Persela Lamongan Datangkan Samsul Arif dan Ezechiel N’Douassel untuk Perkuat Tim di Liga 2
PJ Wali Kota Malang Mundur Demi Maju Pilwali 2024, Ini Kata DPRD
Heboh, Penemuam Jenazah Pasutri Lansia yang Sudah Membusuk di Rumahhya di Bogor
Wakil Ketua Umuk PKB, Tangapi Foto 5 Nahdliyin yang Bertemu dengan Presiden Israel
51 Siswa di Depok Dongkrak Nilai hingga 20 Persen, Manipulasi Rapor Terbongkar

Berita Terkait

Thursday, 18 July 2024 - 14:06 WIB

Langkah-Langkah Memilih Sekolah Internasional yang Tepat

Thursday, 18 July 2024 - 13:53 WIB

Residivis Narkoba di Surabaya Ditangkap Polisi, 200 Gram Sabu Diamankan

Thursday, 18 July 2024 - 11:54 WIB

Jadi Korban Pengintipan saat Mandi, Perempuan di Denpasar Buka Suara

Thursday, 18 July 2024 - 10:38 WIB

PJ Wali Kota Malang Mundur Demi Maju Pilwali 2024, Ini Kata DPRD

Thursday, 18 July 2024 - 05:41 WIB

Heboh, Penemuam Jenazah Pasutri Lansia yang Sudah Membusuk di Rumahhya di Bogor

Berita Terbaru

Toning Rambut Hitam: Cara dan Manfaatnya/Pixabay.com

Lifestyle

Toning Rambut Hitam: Cara dan Manfaatnya

Thursday, 18 Jul 2024 - 14:31 WIB

Ilustrasi Suasana Sekolah Internasional (Dok Ist)

Berita

Langkah-Langkah Memilih Sekolah Internasional yang Tepat

Thursday, 18 Jul 2024 - 14:06 WIB