Momen Bupati Ponorogo Hadiri Larungan Tumpeng Raksasa di Telaga Ngebel

- Redaksi

Monday, 8 July 2024 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko telah melakukan sebuah tradisi turun temurun pada tanggal 1 Muharam atau 1 Suro.

Dalam acara ini terdapat 10 tumpeng yang akan dilarung di sekitar Telaga Ngebel. Di antara 10 tumpeng tersebut, satu di antaranya merupakan tumpeng raksasa yang akan dilakukan larungan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:

Mengenal Tradis Larungan Kambing Kendhit dan Buceng Alit di Telaga Ngebel

Sementara 9 tumpeng lainnya akan diporak atau diperebutkan oleh warga sekitar desa.

Sebelum tumpeng raksasa dilakukan larungan, 10 tumpeng tersebut diarak keliling Telaga Ngebel supaya banyak orang melihatnya.

Tumpeng-tumpeng tersebut berisi buah-buahan, sayuran, jajanan pasar, dan makanan khas Telaga Ngebel.

Setelah diarak keliling, Bupati Sugiri Sancoko melakukan larungan tumpeng raksasa di tengah Telaga Ngebel.

Baca Juga :  Gara-gara Honor Belum dibayarkan, Seorang Pria Tega Habisi Nyawa Majikannya Sendiri

Larungan tersebut merupakan bagian dari tradisi 1 suro yang selalu dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Menurut Bupati Sugiri Sancoko, tradisi larungan ini adalah untuk menjaga budaya dan mewariskannya ke generasi penerus.

Ia juga mengatakan bahwa larungan tersebut merupakan bentuk introspeksi diri, mengungkapkan kesalahan dan kekurangan yang dilakukan di masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa depan.

“Ini jadikan hari ini untuk kaca benggala kesalahan kekurangan kemudian apapun masa lalu kita lakukan tidak baik maka dilarung ritual di Ngebel agar kita menatap ke depan memproyeksikan menjadi lebih baik,” katanya

Bupati Sugiri Sancoko juga berharap bahwa tumpeng yang diperebutkan oleh warga bisa diperbanyak dan melibatkan pihak sekolah dalam mengarak tumpeng.

Baca Juga :  Kapal di Dermaga Ancol Terbakar, 5 Orang Alami Luka

Hal ini dimaksudkan untuk mentransfer pengetahuan dan peradaban serta membudayakan karakter kepada generasi penerus.

Ada SMAN 1, STM negeri 1, STM negeri 2, PGRI kabeh SMA STM mengarak tumpeng. Diberi suporter maka akan hadir spirit.. Kenapa kok anak SMA? kita sedang mentransfer knowledge. Mentransfer peradaban. Karakter agar generasi penerus, Gen Z ini hebat akhlaknya, SDM hebat tapi juga berbudaya,” urainya.

Baca Juga:

Libur Lebaran, Jumlah Wisatawan di Telaga Ngebel Kian Membludak

Tumpeng-tumpeng tersebut juga diarak sebelum dilakukan larungan karena dianggap sebagai pusaka yang berharga.

Di samping itu, larungan tersebut juga merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas karunia ciptaan dan kekayaan telaga Ngebel yang indah. .

Baca Juga :  Ayah di Surabaya Diringkus Polisi Usai Tempeleng Bayinya Sendiri

Bupati Sugiri Sancoko sangat bangga dengan keindahan dan adat istiadat di sekitar telaga Ngebel yang ramah dan penuh semangat kerja baik.

Terakhir, ia mengajak masyarakat untuk bersedekah tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada makhluk hidup lain seperti ikan yang membutuhkan makanan.

“Mari kita pahami bersama, bersedekah itu tidak hanya kepada manusia tapi ke binatang ikan banyak hal membutuhkan makan itu penting untuk kita lakukan kepada generasi penerus paham bahwa eh ternyata ikan butuh makan Suatu saat kita pancing ikan itu maka harus ngasih makan ke ikan,” urainya

Berita Terkait

Penguatan Edukasi Lingkungan Desa Pesisir Melalui Inovasi Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik: Sosialisasi Hibah Wujudkan SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak
PRJ Buka Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Harga Tiket Jakarta Fair Terbaru
AS dan Iran Sepakati MoU Damai, Akhiri Perang di Timur Tengah
Apakah CPNS 2026 Sudah Dibuka? Ini Fakta dan Informasi Resmi Terbaru
Kapan Pengumuman PPPK Sekolah Rakyat 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Cara Melihat Hasil Seleksinya!
Apakah Harga Pertamax Akan Turun? Begini Sinyal dari Pemerintah
Viral! Garasi Mewah Berdiri di Atas Trotoar Bandung Dibongkar Satpol PP, Pemiliknya Ternyata Ketua RW
Viral di Media Sosial, Kasus Penganiayaan ART WNI di Malaysia Kembali Jadi Sorotan

Berita Terkait

Friday, 19 June 2026 - 12:54 WIB

Penguatan Edukasi Lingkungan Desa Pesisir Melalui Inovasi Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik: Sosialisasi Hibah Wujudkan SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak

Friday, 19 June 2026 - 08:54 WIB

PRJ Buka Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Harga Tiket Jakarta Fair Terbaru

Thursday, 18 June 2026 - 18:58 WIB

AS dan Iran Sepakati MoU Damai, Akhiri Perang di Timur Tengah

Thursday, 18 June 2026 - 10:10 WIB

Apakah CPNS 2026 Sudah Dibuka? Ini Fakta dan Informasi Resmi Terbaru

Wednesday, 17 June 2026 - 15:05 WIB

Kapan Pengumuman PPPK Sekolah Rakyat 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Cara Melihat Hasil Seleksinya!

Berita Terbaru