Praperadilan Pegi Setiawan dikabulkan, Polda Jabar Gagal Kumpulan Bukti

Avatar

- Redaksi

Monday, 8 July 2024 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Swarawarta.co.id – Pada hari Senin, 8 Juli 2024, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung telah mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan oleh Pegi Setiawan terkait kasus pembunuhan Muhammad Rizky Rudiana dan Vina Dewi Arsita yang terjadi delapan tahun yang lalu.

Dalam putusan tersebut, hakim tunggal Eman Sulaeman menyatakan bahwa penetapan Pegi sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat bermasalah dan tidak sah secara hukum karena tidak ada dua alat bukti yang dibutuhkan untuk menjerat Pegi dan polisi tidak pernah memeriksa Pegi sebelumnya selama delapan tahun terakhir sebagai saksi atau calon tersangka.

“Permohonan dari pemohon praperadilan seluruhnya dikabulkan,” kata Eman saat membacakan putusan di PN Bandung.

Tak hanya itu, hakim juga menilai bahwa penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) kepada Pegi tidak sah menurut hukum karena alasan yang sama.

Polda Jawa Barat tidak dapat menjelaskan secara rinci mengenai dua alat bukti untuk menjerat Pegi dan tim dari Polda Jawa Barat hanya mendatangkan satu saksi ahli dalam kasus tersebut.

Baca Juga: PN Bandung Kabulkan Praperadilan Pegi Setiawan, Ini Alasannya!

Polda Jawa Barat menangkap Pegi Setiawan pada tanggal 21 Mei 2024 sebagai satu dari tiga buronan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Namun, setelah penangkapan Pegi, polisi mengubah pernyataan bahwasannya hanya satu orang yang menjadi buronan dalam kasus ini yaitu Pegi Setiawan. Dalam kasus ini, tujuh orang telah diseret ke meja hijau dan telah divonis penjara.

Baca Juga :  Petugas Koperasi di Sumbar dibunuh Nasabah, Ini Motifnya!

Kasus pembunuhan Vina dan Eky delapan tahun yang lalu menjadi perhatian publik setelah diangkat menjadi film.

Baca Juga: Kuasa Hukum Pegi Setiawan Laporkan Polda Jabar ke Menko Polhukam Terkait Ketidakhadiran dalam Sidang Praperadilan

Namun, terdapat beberapa kejanggalan dalam penyelidikan dan penyidikan kasus ini, seperti perubahan bukti visum dan tidak adanya bekas luka tusukan seperti yang diklaim oleh polisi.

Berita Terkait

Mayat Telanjang ditemukan di Situ Gunung, Ini Hasil Otopsinya!
Tragis, Buruh Tebang Tebu Asal Bojonegoro Meninggal di Hari Pertama Kerja
Tragis! Pria Misterius Tewas di Bantargebang
Kejati Jatim Kunjungi PT INKA Madiun untuk Usut Dugaan Korupsi Rp 167 Triliun
Sejumlah Pejabat di Lingkup Pemerintahan Kota Semarang Diperiksa KPK
Munawir Aziz Dinonaktifkan dari Jabatan Staffsus Bupati Kudus Usai Bertemu Presiden Israel Isaac Herzoq
Partai PSI Resmi Sokong Andra Sony-Dimyati di Pilkada 2024 untuk Wilayah Pemilihan Banten
Kesepakatan Antara UMS dan Perwakilan Mahasiswa Terkait Dugaan Pelecehan Dosen Pembimbing Kepada Mahasiswanya

Berita Terkait

Thursday, 18 July 2024 - 17:21 WIB

Mayat Telanjang ditemukan di Situ Gunung, Ini Hasil Otopsinya!

Thursday, 18 July 2024 - 17:12 WIB

Tragis, Buruh Tebang Tebu Asal Bojonegoro Meninggal di Hari Pertama Kerja

Thursday, 18 July 2024 - 17:10 WIB

Tragis! Pria Misterius Tewas di Bantargebang

Thursday, 18 July 2024 - 17:02 WIB

Kejati Jatim Kunjungi PT INKA Madiun untuk Usut Dugaan Korupsi Rp 167 Triliun

Thursday, 18 July 2024 - 16:59 WIB

Sejumlah Pejabat di Lingkup Pemerintahan Kota Semarang Diperiksa KPK

Berita Terbaru

Bisnis

Kisaran Gaji Karyawan di Mie Gacoan untuk Semua Posisi

Thursday, 18 Jul 2024 - 22:04 WIB

Bisnis

Beragam Tunjangan dan Bonus untuk Karyawan PT Mayora Indah Tbk

Thursday, 18 Jul 2024 - 21:52 WIB