Swarawarta.co.id – Seorang wanita WNI bernama Revi Cahya Widi Sulihatun sempat menjadi perbincangan di media sosial (medsos) setelah dikabarkan menghilang saat berada di Jepang.
Namun, ternyata Revi tidak hilang, melainkan ditangkap oleh pihak otoritas Jepang karena ditemukan membawa narkotika jenis sabu.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan jajaran berusaha memberikan pendampingan terhadap Revi agar hak-haknya terpenuhi selama menjalani proses hukum, meski belum diketahui secara detail kasus sabu yang menjeratnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Rektor Unair Memilih Bungkam Usai Pemecatan Dekan Fakultas Kedokteran Ramai di Medsos
“Proses pendampingan hukum telah dilakukan KJRI Osaka untuk memastikan yang bersangkutan mendapatkan hak-haknya secara penuh,” ucap Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, dilansir dari Detik, Sabtu (6/7/2024).
Sebelumnya, Revi dilaporkan hilang di Osaka, namun ternyata ia diamankan oleh aparat.
Kemlu juga telah menghubungi keluarga Revi dan berupaya membantunya.
Baca Juga: Ketua Panitia Konser di Tanggerang dipolisikan, Sekeluarga dikabarkan Menghilang
Sejumlah warganet yang mengetahui kabar hilangnya Revi berupaya memberikan informasi dengan menyebarluaskan ciri-cirinya, yakni memakai sweater pink dan berjilbab.
Kejadian ini menarik perhatian banyak orang dan menjadi pembahasan di media sosial.
SwaraWarta.co.id - Bagi kamu yang sedang menempuh pendidikan dan terdaftar sebagai penerima bantuan Program Indonesia…
SwaraWarta.co.id - Memasuki pertengahan tahun, pertanyaan mengenai kapan masuk sekolah ajaran baru 2026 mulai banyak…
SwaraWarta.co.id – Bank BCA buka jam berapa? Ingin mengurus kartu ATM yang tertelan, ganti buku…
SwaraWarta.co.id - Momen perpisahan sekolah selalu berhasil menguras emosi. Ada rasa bahagia karena kelulusan, tapi…
SwaraWarta.co.id - Kehilangan handphone (hp) rasanya seperti kehilangan separuh nyawa digital kita, bukan? Mulai dari…
SwaraWarta.co.id - Jelaskan apa itu akulturasi budaya dan berikan 3 contoh? Akulturasi budaya merupakan salah…