Rapat Internal Prabowo: Fokus pada Kemandirian Energi dan Subsidi yang Tepat

- Redaksi

Thursday, 31 October 2024 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Internal Prabowo (Dok. Ist)

Rapat Internal Prabowo (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat dengan menteri dan kepala badan terkait untuk membahas cara meningkatkan produksi minyak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa mereka membahas langkah-langkah penting dalam rapat yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta.

“Hari ini kami rapat internal sedikit. Ada Kepala Badan Investigasi Khusus dan Pengendalian Pembangunan, kemudian Komisaris Pertamina dan saya. Kami membahas beberapa langkah-langkah penting dalam rangka meningkatkan lifting,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengatakan, saat ini ada 301 wilayah kerja dengan cadangan minyak, tetapi belum ada rencana pengembangan (Plan of Development/POD) yang jelas.

Baca Juga :  Vivo X200 Series Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Keunggulan Fotografi

Bahlil juga mengungkapkan bahwa ada sekitar 4.500 sumur yang tidak terpakai yang perlu dikelola. Ini menjadi salah satu program utama Presiden untuk mencapai kemandirian energi.

“Kemudian kita punya 4.500 sumur idle well yang harus dilakukan (dikerjakan) dan ini salah satu program utama Presiden untuk bisa mewujudkan kemandirian energi,” kata Bahlil.

Dalam rapat tersebut, mereka juga membahas mengenai subsidi yang tepat sasaran. Bahlil menambahkan bahwa mereka sedang merumuskan cara agar subsidi dapat tepat sasaran dan akan segera melaporkannya kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan untuk keputusan lebih lanjut.

“(Subsidi) ini kita lagi godok. Kebetulan kami sendiri yang ditunjuk sebagai ketua tim dan dalam waktu dekat kita akan melaporkan ke Pak Presiden untuk kemudian jadi materi/bahan referensi Keputusan Presiden,” jelasnya.

Berita Terkait

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap
Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!
Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK? Ini Fakta dan Aturan Terbarunya
Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus dan Keluarkan Lava Panas
Keracunan MBG Lasem Rembang: Kronologi 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Monday, 7 September 2026 - 09:20 WIB

Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow

Sunday, 6 September 2026 - 12:07 WIB

Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!

Sunday, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Saturday, 5 September 2026 - 14:49 WIB

Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!

Berita Terbaru