Tentukan Nilai Chi Square dari Data Perokok dan Kanker Paru-Paru Diatas

- Redaksi

Friday, 13 December 2024 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajari cara menentukan nilai chi square dari data perokok dan kanker paru-paru dengan langkah-langkah perhitungan lengkap dan mudah dipahami.

Pelajari cara menentukan nilai chi square dari data perokok dan kanker paru-paru dengan langkah-langkah perhitungan lengkap dan mudah dipahami.

SwaraWarta.co.idDalam analisis statistik, uji chi square sering digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel kategoris. Pada artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah untuk menentukan nilai chi square dari data mengenai perokok dan kanker paru-paru. Data yang disediakan mencakup informasi jumlah perokok dan non-perokok serta kasus kanker paru-paru pada masing-masing kelompok.

SOAL

Berikut adalah tabel data yang akan digunakan untuk perhitungan:

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

PerokokKanker Paru-Paru (Ya)Kanker Paru-Paru (Tidak)Total
Ya361450
Tidak302555
Total6639105

Tentukan nilai chi square dari data perokok dan kanker paru-paru diatas

Jawaban:

Langkah-Langkah Perhitungan Chi Square

Uji chi square menghitung perbedaan antara data yang diobservasi dan data yang diharapkan untuk menentukan apakah terdapat hubungan signifikan antara dua variabel.

Baca Juga :  Keajaiban Buddhisme : Menggali Ajaran dan Praktik Spiritual dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Hitung Nilai yang Diharapkan

Rumus untuk menghitung nilai yang diharapkan (expected value) adalah:

E=Total Baris×Total KolomTotal KeseluruhanE = \frac{{\text{Total Baris} \times \text{Total Kolom}}}{{\text{Total Keseluruhan}}}

Contoh perhitungan untuk nilai yang diharapkan:

  • Untuk baris “Perokok Ya” dan kolom “Kanker Paru-Paru Ya”:

E=50×66105=31.43E = \frac{{50 \times 66}}{105} = 31.43

  • Lakukan perhitungan serupa untuk setiap sel tabel.

2. Susun Tabel Nilai yang Diharapkan

Tabel nilai yang diharapkan akan tampak seperti ini:

PerokokKanker Paru-Paru (Ya)Kanker Paru-Paru (Tidak)
Ya31.4318.57
Tidak34.5720.43

3. Hitung Nilai Chi Square

Rumus nilai chi square adalah:

χ2=∑(O−E)2E\chi^2 = \sum \frac{{(O – E)^2}}{E}

Baca Juga :  MENURUT Anda, Apa Strategi Yang Dilakukan BUMN Untuk Perencanaan Rekrutmen Dan Pengembangan SDM?

Di mana:

  • OO: Nilai observasi
  • EE: Nilai yang diharapkan

Lakukan perhitungan untuk setiap sel:

  • Untuk baris “Perokok Ya” dan kolom “Kanker Paru-Paru Ya”:

χ2=(36−31.43)231.43=0.67\chi^2 = \frac{{(36 – 31.43)^2}}{31.43} = 0.67

  • Ulangi perhitungan untuk semua sel, lalu jumlahkan hasilnya.

4. Hasil Akhir

Setelah menjumlahkan semua nilai χ2\chi^2 dari perhitungan di atas, hasil akhirnya adalah nilai chi square total.

Kesimpulan

Dengan menggunakan tabel nilai chi square kritis berdasarkan derajat kebebasan (dfdf) dan tingkat signifikansi (α\alpha), kita dapat menentukan apakah hubungan antara perokok dan kanker paru-paru signifikan secara statistik.

 

Berita Terkait

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Hingga Lulus, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!
Apakah Crypto Haram? Simak Penjelasan Hukum Islam dan Fatwa Terbaru
Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!
Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!
Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan
Kenapa Harus Kembang Api? Mengungkap Sejarah dan Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
Cara Melihat Nilai TKA Secara Mandiri dengan Mudah, Simak Langkah-langkahnya!
Apa Perbedaan Imlek dan Natal: Dari Tradisi hingga Makna Spiritual

Berita Terkait

Sunday, 4 January 2026 - 14:33 WIB

Cara Mendapatkan Beasiswa Kuliah Gratis Hingga Lulus, Mahasiswa Baru Wajib Tahu!

Saturday, 3 January 2026 - 16:12 WIB

Apakah Crypto Haram? Simak Penjelasan Hukum Islam dan Fatwa Terbaru

Thursday, 1 January 2026 - 16:33 WIB

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Wednesday, 31 December 2025 - 08:00 WIB

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!

Tuesday, 30 December 2025 - 13:46 WIB

Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan

Berita Terbaru