Tragedi Muan: Inspeksi Keselamatan Udara Diperketat Pasca Kecelakaan Jeju Air

- Redaksi

Monday, 30 December 2024 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Diberitakan, Pemerintah Korea Selatan memerintahkan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh maskapai penerbangan di negara tersebut pada Senin (30/12/2024).

Langkah ini diambil menyusul kecelakaan tragis di Bandara Internasional Muan yang menewaskan 179 orang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesawat Jeju Air yang mengalami insiden tersebut terbakar hebat setelah melakukan pendaratan darurat, menyisakan hanya dua orang yang selamat.

Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang-mok, yang baru menjabat pada Jumat (27/12/2024), menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Ia juga mendesak agar hasil investigasi segera diumumkan untuk memberikan kejelasan kepada pihak keluarga.

Tragedi ini menjadi sorotan setelah laporan menunjukkan bahwa pesawat tergelincir dari landasan pacu dan menabrak dinding.

Baca Juga :  Tragedi Jeju Air: Kecelakaan Maut di Bandara Muan yang Merenggut Ratusan Nyawa

Sebelum pendaratan, menara kontrol telah memperingatkan pilot mengenai potensi tabrakan dengan burung.

Namun, pesawat tetap diizinkan mendarat dari arah berlawanan, yang kemudian berujung pada kecelakaan fatal tersebut.

Kecelakaan ini menambah tekanan terhadap Jeju Air, maskapai yang mengoperasikan 39 unit pesawat Boeing B737-800.

Menurut laporan, beberapa hari sebelum insiden di Muan, salah satu pesawat Jeju Air lainnya terpaksa kembali ke Seoul karena mengalami masalah pada roda pendaratan.

Pesawat yang kembali tersebut juga merupakan model Boeing B737-800, jenis yang sama dengan pesawat yang terlibat dalam kecelakaan.

Menanggapi tragedi ini, Boeing langsung menawarkan bantuan teknis kepada Jeju Air. Namun, insiden ini tetap memukul kepercayaan publik terhadap maskapai tersebut.

Baca Juga :  Pemberlakuan Car Free Night Kawasan Puncak pada Malam Tahun Baru 2024

Saham Jeju Air dilaporkan anjlok hingga 8% setelah kejadian, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap masa depan perusahaan.

Pesawat nahas tersebut membawa 179 penumpang dengan rentang usia tiga hingga 78 tahun. Sebagian besar korban berada dalam kelompok usia 40 hingga 60 tahun.

Selain warga Korea Selatan, dua penumpang asal Thailand juga menjadi korban dalam kecelakaan ini.

Kejadian ini memicu gelombang duka di seluruh negeri. Pemimpin Jeju Air secara terbuka meminta maaf dan berjanji untuk mengatasi krisis ini sebaik mungkin.

Sementara itu, pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap industri penerbangan, memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

Inspeksi keselamatan udara yang diperintahkan oleh pemerintah melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap operasional semua maskapai di Korea Selatan.

Baca Juga :  Kunjungi Pasar Legi, Sugiri Sancoko Disambut Hangat Pedagang dan Dengar Keluhan

Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyelidiki faktor-faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan kesalahan teknis dan prosedural.

Penjabat Presiden Choi Sang-mok menegaskan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas nasional.

Ia meminta semua pihak terkait untuk bekerja sama dalam penyelidikan dan memastikan tanggung jawab terhadap para korban dan keluarga mereka.

Kecelakaan di Bandara Internasional Muan menjadi pengingat tragis akan pentingnya standar keselamatan dalam industri penerbangan.

Dengan langkah-langkah tegas yang diambil pemerintah, diharapkan kepercayaan publik terhadap keselamatan udara dapat segera dipulihkan.***

Berita Terkait

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!
Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional
VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya
Jaksa Agung ST Burhanuddin Tegaskan Perkara Guru Honorer di Jambi Akan Dihentikan

Berita Terkait

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Saturday, 24 January 2026 - 08:43 WIB

Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500

Saturday, 24 January 2026 - 07:10 WIB

Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Thursday, 22 January 2026 - 17:36 WIB

Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!

Berita Terbaru

Cara Membuat Video AI Gratis di Tahun 2026

Teknologi

Cara Membuat Video AI Gratis di Tahun 2026 dengan Mudah

Monday, 26 Jan 2026 - 15:49 WIB

Layvin Kurzawa bergabung dengan Persib Bandung

Olahraga

Layvin Kurzawa Mantan Bek PSG, Resmi Perkuat Persib Bandung

Monday, 26 Jan 2026 - 14:58 WIB