Fast Charging vs Normal Charging: Mana yang Lebih Baik untuk Baterai Mobil Listrik?

- Redaksi

Friday, 21 March 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajari perbedaan antara fast charging dan normal charging pada mobil listrik, kelebihan dan kekurangannya, serta tips untuk memilih metode pengisian daya yang tepat.

Pelajari perbedaan antara fast charging dan normal charging pada mobil listrik, kelebihan dan kekurangannya, serta tips untuk memilih metode pengisian daya yang tepat.

SwaraWarta.co.idMobil listrik semakin populer sebagai solusi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Salah satu faktor utama yang sering dipertimbangkan oleh pemilik kendaraan listrik adalah cara pengisian daya. Saat ini, ada dua metode utama dalam mengisi baterai mobil listrik, yaitu fast charging (pengisian daya cepat) dan normal charging (pengisian daya biasa). 

Kedua metode ini memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih tempat pengisian daya yang sesuai. Jika Anda sering menggunakan tempat charge mobil listrik, memahami perbedaan fast charging dan normal charging dapat membantu Anda mengelola daya baterai dengan lebih optimal.

Apa Itu Fast Charging?

Fast charging adalah teknologi pengisian daya yang memungkinkan mobil listrik mengisi baterai dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan metode normal. Pengisian ini menggunakan arus listrik searah (DC) dengan daya tinggi, biasanya di atas 50 kW, dan bisa mencapai 350 kW tergantung pada jenis kendaraan dan infrastruktur pengisian daya yang tersedia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keunggulan Fast Charging:

  • Menghemat waktu – Dalam kondisi ideal, baterai bisa terisi hingga 80% hanya dalam waktu 30-60 menit.
  • Cocok untuk perjalanan jauh – Jika Anda sering melakukan perjalanan antarkota atau melewati jalur yang memiliki SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), fast charging bisa menjadi pilihan yang praktis.
  • Mudah ditemukan di lokasi umum – Banyak tempat charge mobil listrik seperti rest area dan pusat perbelanjaan yang sudah menyediakan fasilitas fast charging.
Baca Juga :  Pasar Wearable Global Tumbuh 13% di Kuartal I 2025, Xiaomi Pimpin dengan Pengiriman 8,7 Juta Unit

Kekurangan Fast Charging:

  • Dampak pada umur baterai – Pengisian daya cepat yang terlalu sering dapat mempercepat degradasi baterai karena suhu tinggi yang dihasilkan selama proses pengisian.
  • Biaya lebih mahal – Dibandingkan dengan pengisian daya normal, fast charging biasanya dikenakan tarif lebih tinggi.
  • Keterbatasan infrastruktur – Tidak semua tempat pengisian daya menyediakan fast charging dengan daya tinggi.

Apa Itu Normal Charging?

Normal charging, atau yang juga dikenal sebagai slow charging, adalah metode pengisian daya yang menggunakan arus listrik bolak-balik (AC) dengan daya yang lebih rendah, biasanya berkisar antara 3,7 kW hingga 22 kW. Pengisian ini bisa dilakukan di rumah menggunakan wallbox atau di stasiun pengisian umum yang menyediakan colokan AC standar.

Baca Juga :  Bukan Hanya Hong Kong: Negara Tujuan Lain yang Dapat Dikunjungi dengan KUR TKI Bank BRI 2024! Cek Manfaat Lainnya di Sini!

Keunggulan Normal Charging:

  • Lebih ramah terhadap baterai – Pengisian daya yang lebih lambat mengurangi panas yang dihasilkan, sehingga memperpanjang umur baterai.
  • Biaya lebih hemat – Normal charging biasanya lebih murah, terutama jika dilakukan di rumah dengan tarif listrik yang lebih rendah.
  • Cocok untuk penggunaan harian – Jika Anda memiliki jadwal berkendara yang tidak terlalu padat, normal charging cukup untuk memenuhi kebutuhan perjalanan harian Anda.

Kekurangan Normal Charging:

  • Waktu pengisian lebih lama – Dibutuhkan waktu sekitar 6-12 jam untuk pengisian penuh, tergantung pada kapasitas baterai dan daya charger.
  • Kurang praktis untuk perjalanan jauh – Jika Anda sering melakukan perjalanan luar kota, pengisian daya normal bisa menjadi kendala karena membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan fast charging.

Fast Charging vs Normal Charging: Mana yang Lebih Baik?

Keputusan antara fast charging dan normal charging bergantung pada kebutuhan dan kebiasaan berkendara Anda. Jika Anda sering bepergian jauh dan membutuhkan pengisian daya yang cepat, fast charging bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. 

Namun, jika Anda lebih sering menggunakan mobil listrik untuk perjalanan dalam kota, normal charging di rumah bisa menjadi solusi yang lebih hemat dan aman bagi baterai kendaraan Anda.

Baca Juga :  Miris! Warga Ponorogo Gotong Jenazah Seberangi Sungai karena Tak Ada Jembatan

Untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi dan umur baterai, Anda bisa menerapkan strategi berikut:

  • Gunakan normal charging untuk pengisian daya sehari-hari dan fast charging hanya saat dibutuhkan, misalnya saat perjalanan jarak jauh.
  • Hindari pengisian daya hingga 100% dengan fast charging, karena dapat meningkatkan suhu baterai dan mempercepat degradasi sel baterai.
  • Jika memungkinkan, lakukan pengisian daya di rumah pada malam hari untuk memanfaatkan tarif listrik yang lebih murah dan lebih stabil.

Fast charging dan normal charging masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan gaya berkendara Anda. Fast charging sangat membantu saat Anda membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat, sedangkan normal charging lebih direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari agar baterai tetap awet dan efisien.

Jika Anda sering mencari tempat charge mobil listrik, penting untuk memahami kapan harus menggunakan fast charging dan kapan cukup menggunakan normal charging. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menjaga efisiensi penggunaan daya tanpa mengorbankan umur baterai mobil listrik Anda.

Berita Terkait

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional
Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi
Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran
Pasukan Elite Kolombia Siagakan Diri di Perbatasan Usai Serangan AS ke Venezuela
Info PKH Hari Ini Apakah Sudah Cair 2026? Begini Cara Mengecek Status Penerima!

Berita Terkait

Thursday, 8 January 2026 - 14:31 WIB

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI

Thursday, 8 January 2026 - 10:57 WIB

Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!

Wednesday, 7 January 2026 - 14:07 WIB

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Tuesday, 6 January 2026 - 19:08 WIB

Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional

Tuesday, 6 January 2026 - 17:19 WIB

Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi

Berita Terbaru

Langkah-Langkah Cara Tebus Right Issue INET

Ekonomi

Cara Tebus Right Issue INET: Langkah Mudah bagi Investor!

Thursday, 8 Jan 2026 - 14:21 WIB

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Film

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Thursday, 8 Jan 2026 - 10:42 WIB