Tertipu Trading, Pria di Pondok Gede Kehilangan Uang Milyaran Rupiah

- Redaksi

Tuesday, 11 March 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Swarawarta.co.id – Seorang pria asal Pondok Gede, Kota Bekasi, bernama Pandu Wahyu, menjadi korban penipuan yang dilakukan melalui modus investasi trading.

Korban mengalami kerugian yang cukup besar, yaitu sekitar Rp 615 juta. Insiden ini bermula ketika Pandu melihat sebuah iklan investasi yang menarik perhatian melalui media sosial.

Iklan tersebut menampilkan seorang influencer trading yang tampak meyakinkan, membuat Pandu tertarik untuk bergabung.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iklan trading investasi itu, tapi dengan gambar influencer investasi. Jadinya di sana ada gambar influencer investasi di sana dikatakan meraup keuntungan sekian ratus persen dengan bergabung grup ini,” kata Pandu saat dihubungi wartawan, Senin (10/3/2025).

Baca Juga :  Pemuda Katolik Menyambut Baik Pemilihan Kardinal Prevost sebagai Paus Baru

Meskipun sebelumnya Pandu sudah berpengalaman dalam investasi jual beli saham, dia belum pernah mendengar tentang aplikasi investasi bernama AD****, yang ternyata berujung pada dugaan penipuan.

“Orang ini (pelaku) mengaku sebagai investor saham internasional yang sudah teruji di skala internasional. Di sana dia menganalisa saham-saham yang berpotensi mengalami kenaikan. Kita sebagai korban disuruh mengikuti arahan pelaku ini. Setelah itu dia bertujuan mengajak kita membuat akun ke aplikasi milik dia,” jelasnya.

Setelah tertarik dengan iklan tersebut, Pandu menghubungi contact person yang tertera dan akhirnya diundang untuk bergabung dalam sebuah grup WhatsApp.

 

Dalam grup tersebut, terdapat ratusan orang yang juga tergiur untuk berinvestasi. Pelaku yang mengaku tengah mengikuti lomba investasi internasional mengajak para anggota grup untuk mendukungnya.

Baca Juga :  Pipa Limbah Laundry di Bekasi Ditutup Paksa karena Tak Berizin dan Cemari Sungai

“Jadi si mentor ini dia mengatakan sedang mengikuti lomba investasi internasional dari tanggal 5 Januari sampai 15 Maret. Jadi kita didesak untuk mengikuti arahan dia sampai dia menang kompetisi,” kata dia.

 

“Jadi kita mengikuti dia kalau mau profit ribuan persen dalam tiga bulan itu. Pertama sehari dia mengatakan sehari bisa ratusan persen, kalau mengikuti arahan dia selama 3 bulan itu bisa sampai ribuan persen,” imbuhnya.

Ia menjanjikan bagi hasil yang menggiurkan, dengan keuntungan yang mencapai ribuan persen dari modal yang dikeluarkan.

Merasa yakin dengan janji keuntungan besar tersebut, Pandu pun mentransfer uangnya yang totalnya mencapai Rp 615 juta.

“Kalau saya kerugian Rp 615 juta. Para pelaku melakukan pengancaman terhadap para korban. Ada banyak pelaku di grup itu yang berpura-pura menjadi member. Jadinya di pelaku ini ngajak ‘ayo top-up’ ke korbannya sehingga si korban teriming-iming bisa narik (keuntungan),” jelasnya.

Baca Juga :  UMK Jawa Barat 2024 Resmi Ditandatangani, Kabupaten Kota Mana Tertinggi dan Mana Terendah?

Namun, setelah mentransfer uang tersebut, Pandu mulai merasa curiga dan mencoba untuk menagih kembali uangnya. Sayangnya, bukan jawaban yang didapat, melainkan ancaman dari pelaku. Dalam bukti pesan yang diterima, pelaku bahkan mengancam akan menyewa pembunuh bayaran untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Berita Terkait

Prabowo Subianto Tanggung Jawab Jika Rakyat Terjadi Kelaparan: Komitmen Presiden di Tengah Ancaman Krisis Pangan
Kenapa PKH Ada yang Cair Ada yang Tidak? Ini Penyebab dan Solusinya
Benarkah IKN Dibatalkan Jadi Ibu Kota Negara Indonesia? Ternyata ini Fakta yang Sebenarnya!
Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 12:40 WIB

Prabowo Subianto Tanggung Jawab Jika Rakyat Terjadi Kelaparan: Komitmen Presiden di Tengah Ancaman Krisis Pangan

Saturday, 16 May 2026 - 12:11 WIB

Kenapa PKH Ada yang Cair Ada yang Tidak? Ini Penyebab dan Solusinya

Saturday, 16 May 2026 - 11:43 WIB

Benarkah IKN Dibatalkan Jadi Ibu Kota Negara Indonesia? Ternyata ini Fakta yang Sebenarnya!

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Berita Terbaru