Ika Natasha (Dok. Ist)
SwaraWarta.id – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lampung Barat bernama Wirdan Rafi tengah jadi sorotan setelah menghina penulis terkenal Ika Natassa di media sosial X (dulu Twitter).
Dalam unggahannya, Wirdan menyebut Ika mandul dan hidup sebatang kara, yang memicu kemarahan warganet dan Ika Natassa sendiri.
Hinaan itu muncul setelah Ika menulis cuitan soal keberanian orang-orang yang tetap menikah di tengah krisis ekonomi. Cuitan Wirdan dianggap sangat tidak pantas, apalagi sebagai seorang ASN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengetahui hal ini, Ika Natassa langsung melaporkan kasus tersebut ke Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus.
Menanggapi laporan itu, Bupati Parosil atau yang akrab disapa Pakcik menyatakan siap membantu mempertemukan kedua pihak untuk berdamai.
“Nanti kita fasilitasi untuk membagun komunikasi perdamaian. Sekaligus juga kita akan mendengar klarifikasi dari Wirdan,” ujarnya, Minggu (5/4/2025).l
Parosil juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjalin komunikasi dengan Ika Natassa untuk mencari solusi terbaik dari masalah ini.
“Sementara ini juga kami dengan Mbak Ika sudah kontakan. Semoga ada jalan keluar yang bijak untuk kedua belah pihak,” tuturnya.
Mengenai kemungkinan sanksi terhadap Wirdan Rafi, Parosil mengatakan pihaknya masih akan mempelajari kasus ini lebih lanjut.
“Sabar ya kita upayakan yang terbaik untuk kedua belah pihak. (Soal sanksi) nanti kita pelajari dahulu,” pungkasnya.
SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara membuat akun Google Workspace for Education. Memasuki era pendidikan modern,…
SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan membahas mengapa Anda tertarik untuk mengikuti proses seleksi BTP…
SwaraWarta.co.id - Pernah nggak sih kamu merasa lelah banget, padahal seharian cuma duduk di depan…
SwaraWarta.co.id - Siapa sih yang nggak ingin eksis di platform video terbesar di dunia? Mengetahui…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara cek angsuran KUR BRI lewat WA? Bagi kamu yang merupakan pelaku…
SwaraWarta.co.id - Apa yang akan menjadi tantangan terbesar anda dalam menerapkan kurikulum merdeka di satuan…