Berita

Harga Ayam di Palembang Anjlok, Pedagang Mulai Pusing

SwaraWarta.co.id – Kabar kurang sedap menghampiri para pedagang ayam di Kota Palembang. Dalam beberapa hari terakhir, harga jual ayam potong mengalami penurunan yang cukup signifikan, membuat para pedagang mulai khawatir dengan potensi kerugian.

Di beberapa pasar tradisional seperti Pasar 7 Ulu dan Pasar KM 5, harga ayam potong terpantau berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp23.000 per kilogram.

Padahal, harga normal ayam potong biasanya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Penurunan harga ini tentu saja disambut baik oleh para konsumen, terutama ibu-ibu rumah tangga yang langsung menyerbu pasar untuk membeli ayam dengan harga miring.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kebahagiaan konsumen berbanding terbalik dengan kekhawatiran para pedagang. Ferdy (29), seorang pedagang ayam di Pasar Jakabaring, mengaku pusing dengan kondisi ini.

Meskipun dagangannya menjadi lebih cepat habis, keuntungan yang didapat jauh berkurang. “Biasanya ayam habis siang, tapi sekarang jam 10 pagi sudah ludes. Alhamdulillah memang ramai, tapi untungnya tipis sekali,” ujarnya.

Menurut Ruzuan Effendi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKKP) Sumatera Selatan, anjloknya harga ayam ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya adalah keterlambatan panen dari peternak saat libur Lebaran lalu. Akibatnya, stok ayam menjadi menumpuk dan kelebihan pasokan di pasaran. Selain itu, melemahnya daya beli masyarakat pasca Lebaran juga turut memperparah situasi ini.

“Saat libur Lebaran, panen ayam tertunda. Ketika masuk kerja lagi, ayam yang siap panen jadi menumpuk. Ditambah lagi daya beli masyarakat yang belum pulih, akhirnya harga ayam jadi turun,” jelas Ruzuan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui DKKP sedang berupaya mencari solusi untuk menstabilkan kembali harga ayam. Rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk peternak dan distributor, tengah dilakukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak.

Para pedagang ayam di Palembang berharap agar harga ayam dapat segera kembali normal.

Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, kerugian yang dialami akan semakin besar dan mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Sementara itu, masyarakat Palembang terus memanfaatkan momen harga murah ini untuk memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga mereka.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Manakah dari Berikut Ini yang Bukan Merupakan Komponen dari Model Experiential Learning Kolb? Mari Kita Bahas Secara Lengkap!

SwaraWarta.co.id - Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, ada banyak metode dan model kegiatan belajar mengajar…

1 minute ago

Pendidikan Budi Pekerti Harus Seleras dengan Nilai-nilai Pancasila, Bagaimana Ki Hadjar Dewantara Menjelaskan Tentang Budi Pekerti?

SwaraWarta.co.id - Pendidikan budi pekerti harus selaras dengan nilai-nilai pancasila. bagaimana Ki Hadjar Dewantara menjelaskan…

18 minutes ago

Bapak Ibu Guru yang Bersemangat, Bagaimana Kita Dapat Membuat Lingkungan Sekolah Menjadi Lebih Sejahtera?

SwaraWarta.co.id - Bapak ibu guru yang bersemangat, bagaimana kita dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih…

27 minutes ago

Kunci Jawaban Coklat Bagaimana MPLS yang Perlu Kamu Ketahui

SwaraWarta.co.id – Apa jawaban coklat bagaimana MPLS? Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selalu punya cara…

40 minutes ago

Betty Bites, Destinasi Kuliner yang Memadukan Pastry Premium, Dessert Lezat, dan Suasana Hangat

Di tengah berkembangnya tren kuliner modern, masyarakat kini tidak hanya mencari makanan yang lezat, tetapi…

1 hour ago

GEEKVAPE Merilis Laporan Keberlanjutan 2025, Menandai Satu Dekade Penciptaan Nilai Jangka Panjang

Pada 1 Juli, Shenzhen Geekvape Technology Co., Ltd. (selanjutnya disebut “GEEKVAPE” atau “Perseroan”) secara resmi…

20 hours ago