Bimo Wijayanto Ditunjuk Jadi Dirjen Pajak, Siap Benahi Sistem Perpajakan Indonesia

- Redaksi

Wednesday, 21 May 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bimo Wijayanto (Dok. Ist)

Bimo Wijayanto (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) yang baru di Kementerian Keuangan. Ia menggantikan Suryo Utomo yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.

Sebelum dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Pajak, Bimo memiliki rekam jejak yang panjang di bidang ekonomi dan kebijakan publik.

Ia terakhir menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang saat itu dipimpin oleh Menko Luhut Binsar Pandjaitan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bimo juga pernah bekerja di Kantor Staf Presiden sebagai Tenaga Ahli Utama pada periode 2015–2016.

Pengalamannya di sektor pajak sudah dimulai sejak lama. Di awal kariernya, Bimo sempat bekerja sebagai auditor di PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu firma akuntansi ternama dunia.

Baca Juga :  Polres Gresik Gelar Salat Gaib untuk 3 Polisi yang Gugur Saat Bertugas di Lampung

Di Kementerian Keuangan sendiri, Bimo pernah menjabat sebagai Analis Senior di Center for Tax Analysis (CTA).

Ia bahkan menjadi team leader pertama dalam pembentukan CTA bersama Dr. Yon Arsal. Keahliannya meliputi pemodelan deteksi kecurangan (fraud) dan analisis mikro sektoral untuk meningkatkan kepatuhan pajak.

Bimo juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Dampak Makro Ekonomi di Sub-Direktorat Dampak Kebijakan pada tahun 2007–2009. Selain itu, ia sempat menjadi komite audit di BUMN tahun 2019 dan Komisaris di INKA Multi Solusi.

Kini, sebagai Dirjen Pajak, Bimo menghadapi tanggung jawab besar dari Presiden Prabowo. Ia diminta untuk membenahi sistem perpajakan Indonesia agar lebih transparan, berintegritas, dan independen demi mengamankan program-program nasional, khususnya dalam hal penerimaan negara.

Baca Juga :  Tak Kuat Nanjak, Truk di Bogor Terguling

Dengan pengalaman yang lengkap di sektor pemerintahan dan swasta, publik berharap Bimo bisa membawa perubahan positif dalam sistem perpajakan Indonesia.

Berita Terkait

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!
Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya
Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km
Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern
Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern
Masih Nihil? Ini Dia Penyebab TPG Guru Madrasah PPG 2025 Belum Cair!
Kapan Jadwal Pelaksanaan TKA SD 2026? Simak Tanggal Penting dan Tahapannya di Sini!
Iran Tegaskan Menolak Negosiasi dengan Donald Trump: Sikap Tegas di Tengah Tekanan AS

Berita Terkait

Saturday, 28 February 2026 - 13:01 WIB

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!

Saturday, 28 February 2026 - 12:45 WIB

Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya

Friday, 27 February 2026 - 18:39 WIB

Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern

Friday, 27 February 2026 - 18:35 WIB

Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern

Friday, 27 February 2026 - 10:56 WIB

Masih Nihil? Ini Dia Penyebab TPG Guru Madrasah PPG 2025 Belum Cair!

Berita Terbaru

Cara Cek Pulsa Smartfren Terbaru di Tahun 2026

Teknologi

Cara Cek Pulsa Smartfren Terbaru di Tahun 2026

Saturday, 28 Feb 2026 - 12:53 WIB