SwaraWarta.co.id – Disimak jelaskan salah satu mengamalkan nilai Pancasila di lingkungan masyarakat sehari-hari? Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang memuat nilai-nilai luhur.
Mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan masyarakat, adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan adil.
Salah satu cara yang paling fundamental dan sering kita jumpai dalam mengamalkan nilai Pancasila adalah melalui Musyawarah untuk Mufakat.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Inti Nilai Pancasila dalam Musyawarah
Musyawarah untuk mufakat merupakan perwujudan nyata dari sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.
Prinsip ini mengajarkan bahwa dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama, kita harus melakukannya dengan cara bermusyawarah (berdiskusi dan bertukar pikiran) untuk mencapai mufakat (kesepakatan bulat). Proses ini sangat penting karena:
- Menghargai Pendapat: Setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya, sesuai dengan nilai demokrasi.
- Mengutamakan Kepentingan Bersama: Hasil keputusan yang dicapai adalah demi kebaikan seluruh anggota masyarakat, bukan hanya segelintir orang.
- Wujud Kekeluargaan: Musyawarah dilakukan dalam semangat kekeluargaan dan persatuan, jauh dari sifat individualistis.
Penerapan Musyawarah Mufakat di Kehidupan Sehari-hari
Bagaimana cara kita mengamalkan musyawarah mufakat di lingkungan masyarakat? Contoh penerapannya sangat beragam, antara lain:
- Rapat RT/RW: Ketika membahas jadwal kerja bakti, penentuan iuran kas RT, atau pembangunan fasilitas umum seperti pos kamling. Daripada memutuskan sendiri, ketua RT/RW mengajak seluruh warga berdiskusi hingga tercapai kesepakatan terbaik.
- Pemilihan Pengurus: Saat memilih ketua lingkungan atau perwakilan warga, prosesnya harus melalui musyawarah agar terpilih pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi mayoritas.
- Penyelesaian Masalah: Jika terjadi konflik antarwarga atau masalah sosial di lingkungan, penyelesaiannya dilakukan melalui mediasi dan musyawarah agar kedua belah pihak merasa dihargai dan solusi yang diambil bersifat adil.
Dengan mengedepankan musyawarah mufakat, kita tidak hanya mengamalkan sila keempat, tetapi juga sekaligus mengamalkan nilai-nilai dari sila-sila lainnya:
- Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Mufakat yang dicapai memperkuat persatuan dan kesatuan warga.
- Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Adanya kesadaran bahwa setiap orang memiliki martabat yang sama dan hak untuk berpendapat.
Mengamalkan nilai Pancasila di lingkungan masyarakat tidak harus dengan tindakan besar. Tindakan sederhana seperti ikut aktif dalam musyawarah, mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada, dan menerima hasil mufakat dengan ikhlas adalah wujud nyata dari warga negara yang Pancasilais.
Dengan musyawarah mufakat, kita menciptakan lingkungan yang demokratis, adil, dan rukun. Mari jadikan musyawarah sebagai budaya dalam setiap pengambilan keputusan komunal demi terciptanya masyarakat Indonesia yang berlandaskan Pancasila.











