SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan membahas, apa yang dimaksud dengan interkoneksi antara faktor biologi, psikologi, dan sosial lingkungan dalam model biopsikososial?
Dalam dunia kesehatan modern, memahami penyakit tidak lagi hanya terbatas pada pemeriksaan laboratorium atau gejala fisik semata.
Pendekatan yang kini dianggap paling komprehensif adalah model biopsikososial. Namun, apa yang dimaksud dengan interkoneksi antara faktor biologi, psikologi, dan sosial lingkungan dalam model ini?
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara sederhana, model biopsikososial memandang bahwa kesehatan dan penyakit adalah hasil dari interaksi dinamis antara tiga pilar utama: kondisi biologis, proses psikologis, dan konteks sosial.
1. Faktor Biologi: Fondasi Fisik
Faktor biologi mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan aspek fisiologis tubuh manusia. Ini melibatkan:
- Genetik: Kecenderungan turunan terhadap penyakit tertentu.
- Kimia Otak: Keseimbangan neurotransmitter yang memengaruhi suasana hati.
- Fungsi Organ: Efisiensi sistem kekebalan tubuh atau kesehatan sistem kardiovaskular.
Dalam model ini, biologi bukanlah satu-satunya penentu, melainkan “perangkat keras” yang berinteraksi dengan aspek lainnya.
2. Faktor Psikologi: Kekuatan Pikiran dan Emosi
Faktor psikologi melihat bagaimana pola pikir, emosi, dan perilaku seseorang memengaruhi kesehatan mereka. Komponen ini meliputi:
- Koping Stres: Bagaimana cara seseorang menghadapi tekanan hidup.
- Keyakinan Kesehatan: Pandangan individu mengenai kesembuhan atau kepatuhan terhadap pengobatan.
- Trauma Masa Lalu: Pengalaman emosional yang dapat meninggalkan bekas pada kesehatan mental dan fisik.
3. Faktor Sosial Lingkungan: Konteks Kehidupan
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak hidup dalam hampa udara. Lingkungan sekitar sangat menentukan kualitas kesehatan seseorang, seperti:
- Status Sosioekonomi: Akses terhadap nutrisi yang baik dan layanan kesehatan.
- Dukungan Sosial: Hubungan dengan keluarga, teman, dan komunitas.
- Budaya: Norma-norma sosial yang memengaruhi gaya hidup dan persepsi terhadap penyakit.
Bagaimana Ketiganya Saling Terhubung (Interkoneksi)?
Interkoneksi ini berarti satu faktor dapat memicu atau memperburuk faktor lainnya. Sebagai contoh, mari kita lihat kasus depresi:
- Sosial: Seseorang kehilangan pekerjaan (stresor sosial).
- Psikologi: Kehilangan ini menyebabkan rasa rendah diri dan keputusasaan (aspek psikologi).
- Biologi: Stres psikologis yang berkepanjangan mengubah keseimbangan hormon kortisol dan serotonin di otak (perubahan biologis), yang kemudian memperburuk kondisi fisik seperti kelelahan kronis atau gangguan tidur.
Tanpa melihat interkoneksi ini, pengobatan mungkin hanya fokus pada obat-obatan (biologi), namun gagal mengatasi akar masalah di lingkungan sosial atau pola pikir pasien.
Memahami interkoneksi faktor biologi, psikologi, dan sosial lingkungan dalam model biopsikososial memungkinkan tenaga medis dan masyarakat umum untuk melihat kesehatan secara holistik. Pendekatan ini menekankan bahwa untuk sembuh seutuhnya, kita tidak hanya butuh obat, tetapi juga ketenangan pikiran dan lingkungan yang mendukung.

















