SwaraWarta.co.id – Apakah GERD bisa menyebabkan kematian? Pernahkah kamu merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn) yang begitu hebat hingga rasanya sesak napas?
Bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD, momen ini sering kali memicu kepanikan. Pertanyaan horor pun muncul: apakah GERD bisa menyebabkan kematian?
Mari kita bedah secara medis namun tetap santai, agar kamu tidak makin stres (karena stres justru memperburuk asam lambung!).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
GERD vs Serangan Jantung: Mengapa Sering Salah Kaprah?
Salah satu alasan mengapa orang takut mati karena GERD adalah kemiripan gejalanya dengan serangan jantung. Nyeri dada yang tajam dan rasa tertekan sering kali disalahartikan sebagai gangguan jantung primer.
Secara medis, GERD sendiri jarang sekali menjadi penyebab langsung kematian mendadak. Berbeda dengan serangan jantung yang bisa menghentikan fungsi organ seketika, GERD adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan karena katup (sfingter) yang melemah.
Bahaya Tersembunyi: Komplikasi Jangka Panjang
Meskipun tidak mematikan secara instan, mengabaikan GERD tanpa penanganan sama saja dengan “menabung” masalah serius di masa depan. Berikut adalah komplikasi yang perlu kamu waspadai:
- Barrett’s Esophagus: Perubahan sel pada dinding kerongkongan akibat paparan asam lambung terus-menerus. Kondisi ini merupakan prekursor atau awal mula terjadinya kanker.
- Kanker Kerongkongan (Adenokarsinoma): Ini adalah risiko paling fatal. Jika sel Barrett berubah menjadi ganas, tingkat fatalitasnya cukup tinggi.
- Masalah Pernapasan: Asam lambung yang terhirup ke paru-paru dapat menyebabkan pneumonia aspirasi, asma yang memburuk, hingga kerusakan paru permanen.
- Esofagitis Berat: Peradangan hebat yang bisa menyebabkan pendarahan internal atau penyempitan kerongkongan (striktur) sehingga penderita sulit menelan makanan.
Cara Mengelola GERD Agar Tetap Aman
Jangan biarkan kecemasan menguasai dirimu. GERD sangat bisa dikelola dengan perubahan gaya hidup sederhana namun konsisten:
- Atur Pola Makan: Hindari pemicu seperti kafein berlebih, makanan pedas, dan gorengan.
- Jangan Langsung Berbaring: Beri jeda minimal 3 jam setelah makan sebelum tidur.
- Kelola Stres: Hormon kortisol saat stres dapat memicu produksi asam lambung berlebih.
- Posisi Tidur: Gunakan bantal yang lebih tinggi atau miring ke kiri untuk mencegah asam naik.
Jadi, apakah GERD bisa menyebabkan kematian? Jawabannya: Secara langsung, tidak. Namun, komplikasi jangka panjang yang tidak diobati bisa berujung pada kondisi fatal seperti kanker. Kuncinya adalah deteksi dini dan disiplin dalam menjaga pola hidup.
Jika kamu sering merasakan nyeri dada yang menjalar atau kesulitan menelan, jangan didiamkan saja. Segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

















