SwaraWarta.co.id – Bagaimana pembangunan di Indonesia pada masa orde baru? Masa Orde Baru, yang berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998 di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, sering dijuluki sebagai “Era Pembangunan.”
Setelah melewati masa transisi politik yang cukup bergejolak, pemerintah fokus sepenuhnya pada stabilitas ekonomi dan rehabilitasi infrastruktur.
Lantas, bagaimana pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru sebenarnya dijalankan?
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Filosofi Trilogi Pembangunan
Landasan utama dari seluruh kebijakan ekonomi saat itu adalah Trilogi Pembangunan. Konsep ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Tiga pilar utamanya meliputi:
- Stabilitas Nasional yang Dinamis: Menciptakan kondisi politik dan keamanan yang kondusif agar pembangunan tidak terhambat.
- Pertumbuhan Ekonomi yang Tinggi: Mendorong investasi asing dan domestik untuk menggerakkan roda ekonomi.
- Pemerataan Pembangunan: Memastikan hasil-hasil pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Mekanisme REPELITA
Salah satu ciri khas pembangunan Orde Baru adalah perencanaan yang terstruktur melalui REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Program ini dimulai sejak 1969 dan berlanjut hingga beberapa tahap.
- Sektor Pertanian: Fokus utama ada pada ketahanan pangan. Hasilnya, Indonesia berhasil mencapai Swasembada Pangan pada tahun 1984, sebuah prestasi yang mendapat penghargaan internasional dari FAO.
- Infrastruktur Dasar: Pembangunan jalan tol (seperti Tol Jagorawi), waduk untuk irigasi, dan jembatan dilakukan secara masif untuk mendukung konektivitas antarwilayah.
Pembangunan Sosial: SD Inpres hingga KB
Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga sumber daya manusia. Melalui kebijakan SD Inpres, pemerintah membangun ribuan sekolah dasar di pelosok negeri untuk memberantas buta huruf.
Selain itu, program Keluarga Berencana (KB) sukses menekan laju pertumbuhan penduduk, yang secara langsung meningkatkan kualitas hidup keluarga di Indonesia.
Di bidang kesehatan, pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi garda terdepan layanan medis bagi rakyat kecil.
Tantangan dan Sisi Lain Pembangunan
Meskipun mencatat pertumbuhan ekonomi yang stabil (rata-rata 7% per tahun), pembangunan Orde Baru juga menghadapi kritik. Ketergantungan yang tinggi pada utang luar negeri dan munculnya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) menjadi celah yang akhirnya memicu krisis ekonomi pada tahun 1998.
Secara keseluruhan, pembangunan di masa Orde Baru berhasil mengubah wajah Indonesia dari negara agraris tradisional menjadi negara dengan fondasi industri dan infrastruktur yang lebih modern. Meskipun memiliki catatan kelam di sisi transparansi, warisan infrastruktur dan sistem sosialnya masih dirasakan hingga saat ini.

















